Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Ancaman Arya


__ADS_3

Suasana diruang tamu rumah Arya hanya dipenuhi oleh suara Zeze dan Zevanno yang berlarian kesana kemari mengejar kucing liar yang entah datang dari mana. Sepertinya kucing yang dikejar kejar oleh Pelangi pagi tadi.


Sedangkan Arya dan Nara kini duduk dengan wajah serius mereka masing masing. Arya terlihat kesal, begitu juga dengan Nara. Baru kali ini mereka berbeda pendapat. Tidak, bukan baru kali ini, tapi sudah sejak dulu.


Nara terlihat menghela nafasnya dan memandang Arya yang sama sekali tidak berekspresi, tapi Nara tahu jika Arya sedang kesal sekali sekarang. Apalagi saat dia meminta anak anaknya untuk memanggil Pelangi dengan sebutan aunty tadi.


Entah apa yang salah. Tapi sepertinya hati dan perasaan Arya memang sedang sangat sensitif sekali. Nara benar benar iba pada Pelangi. Dia tidak bersalah, tapi harus menerima sikap dingin Arya yang seperti ini.


"Kamu tidak boleh memperlakukan Pelangi seperti itu Yo" ujar Nara setelah beberapa saat mereka terdiam.


Arya masih terdiam dan memandang jauh keluar rumah.


"Walau bagaimanapun Pelangi tidak bersalah. Kalian menikah juga bukan karena keinginan dia, tapi karena kesalahan satu malam. Dia sudah kehilangan satu satunya harta yang berharga. Dan hanya dengan memberinya status itu tidak cukup" ujar Nara


"Itu sudah cukup Nara" sahut Arya. Kini dia memandang Nara dengan lekat.


"Aku tidak bisa memberi apapun yang lebih dari itu. Dengan status pernikahan itu saja sudah membuat aku begitu frustasi. Dan aku tidak ingin dia berharap apapun padaku. Pernikahan ini juga tidak akan berjalan lama" kata Arya lagi.


"Aku takut kamu menyesal" ucap Nara


"Aku tidak akan menyesal. Tapi menikahi nya lah yang membuat aku selalu ada dalam rasa bersalah dan penyesalan yang besar" jawab Arya dengan cepat.


Nara menghela nafasnya dengan berat seraya memandang anak anak nya yang masih bermain kesana dan kemari. Bahkan Zeze tidak ingin lagi duduk didekat Arya saat melihat wajah kesal Arya.


"Apa kamu ingin terus sendiri untuk seumur hidupmu?" tanya Nara.


"Ya, mungkin itu yang terbaik. Tidak ada yang bisa menggantikan dia saat ini, bahkan sampai nanti" jawab Arya dengan tegas.


Nara langsung mendengus senyum getir mendengar itu.


"Dia pasti sedih melihat mu yang seperti ini" gumam Nara.


Membuat Arya langsung terdiam.


"Sejak dulu, tawa dan senyum kamu lah yang selalu dinantikan oleh Zelina untuk menjadi penghibur hatinya. Tapi kenyataan nya sekarang. Kamu malah menyiksa dirimu sendiri dalam kesendirian dan keterpurukan" ucap Nara.


"Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan Nara. Bagaimana aku bisa bahagia jika kebahagiaan ku adalah Zelina. Dia pergi dengan membawa cintaku. Sedangkan aku disini malah menikah dan bahagia bersama dengan orang lain. Apa itu adil?" tanya Arya seraya memandang Nara dengan lekat. Bahkan matanya nampak berkaca kaca.


Nara tertunduk dan menggeleng pelan. Betapa susah nya untuk membuat Arya menerima kenyataan ini.

__ADS_1


"Memang terdengar tidak adil" ucap Nara


"Tapi kehidupan terus berlanjut Yo. Apa kamu fikir jika kamu terpuruk disini dia akan senang? Apa kamu fikir kamu yang terus menjaga cinta kalian untuk seumur hidupmu membuat dia bahagia disana? Aku rasa kamu salah besar jika berfikir seperti itu" ucap Nara.


"Menikah dengan gadis lain, bukan berarti kamu kejam dan mengkhianati cinta kalian. Siapa yang ingin ini terjadi. Zelina pergi itu sudah takdir Nya. Dan Pelangi yang masuk kedalam kehidupan kamu juga karena takdir dari Dia. Tidak ada yang kebetulan dengan semua yang terjadi Yo. Kenapa kamu tidak pernah berfikir kesana?" tanya Nara lagi. Dia benar benar tidak habis fikir dengan Arya.


Nara sudah merindukan Arya yang dulu. Tapi semakin kesini, dia semakin tidak mengenal Arya.


"Menerima gadis lain bukan berarti kamu harus melupakan Zelina. Tidak Yo. Zelina sampai kapanpun akan selalu ada dihati kita semua. Kamu lihat Reynand dan kedua orang tuanya. Bukan mereka tidak sedih, bukan mereka tidak rindu, Zelina hidup bersama mereka lebih lama, sudah jelas mereka yang paling terluka. Tapi lihat... mereka bisa menerima dan terus melanjutkan hidup dengan kebahagiaan yang lain. Tapi Zelina, tidak pernah mereka lupakan" ungkap Nara panjang lebar.


Tapi bagi Arya, mau seperti apapun penjelasan dan rayuan Nara, dia tidak bisa menerima itu semua. Pelangi hadir tanpa diduga. Dia hadir disaat Arya tidak memerlukan orang lain dalam hidupnya selain Zelina.


Dia tahu dia bersalah, hanya saja Arya tidak ingin membuat Pelangi berharap apapun tentang hubungan mereka yang sekarang.


"Bukalah hati kamu. Aku tidak ingin kamu menyesal setelah dia pergi dari kehidupan kamu nantinya" ucap Nara.


Arya mendengus senyum dan menggeleng pelan.


"Aku tidak akan menyesal. Mungkin jika dia pergi, itu lebih baik" jawab Arya. Membuat Nara langsung terdiam.


Dan tanpa mereka sadari, jika ternyata pembicaraan mereka terdengar oleh Pelangi yang sejak tadi mematung didepan pintu kamarnya yang sengaja dia buka sedikit untuk mengintip keluar. Tapi kenyataan nya, dia malah mendengar perkataan Arya yang begitu menyakitkan.


Pelangi langsung mendengus senyum getir dan menutup pintu nya dengan pelan. Dia berjalan menuju tempat tidurnya dan jatuh terduduk diatas lantai dengan air mata yang kembali menetes diwajahnya.


Sebegitu besarkah cintanya pada Zelina hingga dia tidak bisa menerima kehadiran Pelangi disisinya?


Padahal mereka suami istri, namun semua percuma.


Karena Arya sudah bagai batu karang yang tidak akan gentar walau diterjang ombak setiap hari.


Ya, dia sudah buta oleh cintanya, hingga dengan teganya Arya mengabaikan dan membenci istrinya sendiri.


Ya Tuhan...


Bagaimana cara mengambil hati Arya sedikit. Sedikit saja... Setidaknya biarkan Arya sadar, jika kehidupan ini bukan hanya tentang Zelina dan kenangan nya. Melainkan masih ada hal lain yang bisa membuat dia tersenyum.


Salah kah jika Pelangi mengharapkan cinta dari suami sendiri?


Salah kah Pelangi berharap jika hubungan ini akan berjalan lama hingga akhir waktu nanti??

__ADS_1


Dan salahkah jika Pelangi ingin menjadi warna yang akan menghiasi kehidupan Arya yang kelabu karena kepergian cintanya??


Salah kah ya Tuhan???


Pelangi menangis tertahan dengan memeluk kedua lututnya. Menangis menumpahkan kesedihan yang rasanya pasti akan setiap hari dia rasakan.


Masih ada waktu dua bulan lagi. Bisakah dia merebut sedikit hati Arya???


Entah lah...


Rasanya berat sekali.


Dan tidak terasa Pelangi terduduk diatas lantai begitu lama. Hingga air matanya kini telah mengering dan tinggal menyisakan wajahnya yang sembab dan lengket.


Ah... kenapa jadi cengeng sekali.


Brak


Pelangi langsung terkesiap saat tiba tiba pintu kamar nya yang dibuka oleh Arya. Dia memandang Arya dengan wajah takutnya, sebab kini Arya berdiri dengan wajah datarnya yang terlihat marah.


Pelangi langsung berdiri dan langsung menunduk saat Arya berjalan mendekat kearah nya. Rasanya benar benar takut, bahkan kamarnya yang tadinya tenang kini terasa mencekam karena kedatangan Arya.


Apa dia akan marah?


"Apa yang sudah kamu katakan pada Nara?" tanya Arya dengan nada suara yang terdengar berat dan dingin.


"Jawab!!!!" bentak Arya membuat Pelangi terkesiap kaget dan semakin menunduk.


"Ti ... tidak ada pak. Saya ... saya cuma bilang jika saya istri bapak" jawab Pelangi begitu takut.


Arya memandang Pelangi dengan sinis.


"Berani berani nya kamu mendatangi nya dan berkata jika kamu istri saya. Lancang sekali kamu ha. Sudah bagus saya bertanggung jawab dan menikahi mu. Jadi jangan kurang ajar dengan membeberkan tentang status ini pada dia!!" ucap Arya dengan nada yang begitu tinggi membuat Pelangi benar benar takut dan juga merasa begitu sedih dengan perkataan Arya ini.


"Sekali lagi kamu menemui Nara, jangan harap perjanjian tiga bulan itu akan aku tepati" ancam Arya.


Brak


Pelangi terlonjak kaget, saat Arya menendang lemari yang dia pakai untuk menopang tubuhnya. Bahkan pandangan benci Arya itu membuat hati Pelangi benar benar sedih.

__ADS_1


Pelangi terisak dan langsung jatuh terkulai kelantai saat Arya sudah pergi dari kamar nya. Bahkan dia bisa mendengar suara mobil Arya yang pergi meninggalkan rumah ini.


"Kenapa tega sekali" gumam Pelangi yang kembali menangis dengan begitu sedih"


__ADS_2