
Arya terlihat kepayahan memakai kimono di tubuhnya. Sejak tadi mulutnya tidak berhenti menggerutu saat seorang perias membantu Arya memakaikan pakaian Jepang itu. Di dalam benaknya Arya berfikir kenapa manusia bisa menciptakan pakaian serumit ini. Dan lagi, kenapa juga orang orang Jepang disini begitu betah memakai pakaian yang cukup rumit dan hanya membuat gerah.
Jika bukan karena permintaan Pelangi, Arya tidak akan mau memakai pakaian ini.
"Oh astaga, kepala ku pusing melihat mu berputar putar sejak tadi" ucap Arya pada pria bermata sipit yang masih fokus pada penampilan Arya. Pakaian berlapis lapis ini benar benar membuat Arya jengah.
"Anda harus kelihatan keren tuan. Istri anda saja pasti sudah cantik saat ini" jawab pria itu. (bahasa Inggris ya guys, Arya gak bisa bahasa Jepang soalnya)
Arya berdecih sinis.
"Bahkan sejak tadi kau terus bersamaku. Bagaimana kau bisa tahu jika istriku cantik" sahut Arya
"Wah... apakah tuan ingin berkata jika istri tuan tidak cantik?" tanya pria Jepang itu.
Mata Arya langsung memicing memandangnya dengan pandangan tidak suka. Kenapa menyebalkan sekali pertanyaan pria ini.
"Jelas saja istriku cantik. Jika tidak cantik, mana mungkin aku mau" jawab Arya dengan sombongnya.
Pria Jepang itu berdiri dan memandang penampilan Arya yang nampak berubah.
"Jika sudah tua nanti dan dia sudah tidak cantik lagi, apa cinta tuan akan berkurang?" tanyanya kembali.
Arya sampai menahan nafas untuk beberapa saat.
"Kenapa pertanyaan mu itu sangat menyebalkan. Tentu saja aku akan terus mencintai dia sampai mati. Tua bersama dan kami akan jelek bersama. Kenapa kau malah bertanya hal yang aneh seperti itu?" tanya Arya sembari memutar tubuhnya dan menghadap kearah cermin besar di hadapannya.
Arya tertegun beberapa saat memandang penampilannya yang nampak berubah.
"Pertanyaan saya benar kan. Tidak salah. Tuan saja yang terlalu sensistif" jawab pria Jepang itu.
Arya hanya mendengus, tidak lagi dia hiraukan perkataan pria Jepang itu. Kini, Arya hanya fokus pada penampilannya.
"Kenapa aku sudah seperti orang orangan sawah" gumam Arya dengan bahasa Indonesia.
__ADS_1
"Anda berkata sesuatu tuan?" tanya pria itu.
Arya menggeleng dengan cepat.
"Tidak tidak, aku hanya berkata kenapa pakaian ini terlihat aneh ditubuhku" jawab Arya
"Bukan aneh. Anda terlihat tampan dengan pakaian ini. Apalagi jika di pasangkan dengan istri anda. Pasti akan terlihat sempurna" jawab pria itu, sembari tangannya yang terus merapikan pakaian Arya.
"Tapi kenapa dia lama sekali?" tanya Arya
"Sebentar lagi tuan" jawab pria itu
Arya hanya bisa mendengus. Sudah satu jam dia menunggu Pelangi disini, dan selama itu pula Pelangi belum juga keluar dari ruang ganti.
Siang ini mereka akan hunting foto dengan mengenakan pakaian khas Jepang. Pelangi ingin berfoto di bawah bunga sakura dengan pakaian ini. Dan tentu saja Arya tidak bisa menolak. Apalagi ini juga untuk kenang kenangan mereka selama disini.
Ya, sudah lebih dari seminggu mereka menikmati waktu di Jepang. Ini adalah kota kedua yang mereka kunjungi setelah danau Kawaguchiko kemarin. Dan sekarang mereka sudah berada di Tokyo.
Meski musim semi telah usai, namun sisa sisa keindahan bunga sakura masih selalu ada disini. Dan Pelangi ingin menikmati waktunya yang begitu berharga. Menikmati setiap momen yang mungkin entah kapan lagi bisa terulang kembali.
"Tuan... saya takut mata anda akan terlepas jika anda memandangi nona Pelangi seperti itu" ucap pria Jepang itu dengan tawa kecilnya. Apalagi ketika melihat wajah Arya yang benar benar terperangah.
Pelangi tertawa malu dan berjalan menuju Arya. Suara Geta (alas kaki dari kayu yang juga menjadi ciri khas orang Jepang) terdengar begitu nyaring mengiringi setiap langkahnya.
"Jelek banget ya mas" tanya Pelangi yang juga ikut memandangi penampilan nya sendiri.
Arya menggeleng pelan. Dia memandangi penampilan Pelangi dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Kulitnya yang putih, tubuhnya yang tinggi dan juga riasan di wajahnya yang sedikit cerah membuat Pelangi benar benar berbeda.
"Enggak, kamu cantik banget. Aku sampai pangling" jawab Arya. Dia mengusap wajah Pelangi yang nampak merona.
"Cantik?" tanya Pelangi lagi.
Arya mengangguk dengan cepat.
__ADS_1
"Cantik banget istri aku" jawab Arya
"Mas Arya juga ganteng, kelihatan orang Jepang banget" ucap Pelangi.
"Aku malah merasa seperti orang orangan sawah" bisik Arya
Pelangi langsung menahan tawa mendengar itu. Dia memandang Arya dengan lekat. Memang sedikit aneh, tapi sungguh, Arya juga nampak berbeda dan tampan dengan penampilannya ini.
"Ganteng mas, beneran. Pelangi bahkan semakin jatuh cinta lihat mas Arya" goda Pelangi.
Arya terkekeh, dia mengusap wajah Pelangi dengan gemas.
"Bisa banget buat aku pengen terbang" jawab Arya
"Kan memang udah selalu buat mas Arya terbang setiap malam" sahut Pelangi.
"Oh iya ya, sama sama terbang kan. Bahkan sampai lupa turun kalau udah terbang" kata Arya pula.
Mereka langsung tertawa geli dengan perkataan masing masing, bahkan mereka sampai melupakan keberadaan para tukang make up dan juga tukang foto mereka yang ada disana.
"Udah ah, yuk. Kenapa jadi bahas yang aneh aneh siih" ajak Pelangi yang langsung merangkul lengan Arya.
"Mereka juga gak tahu." sahut Arya
"Anggap orang orangan sawah ya" sahut Pelangi
"Iya" jawab Arya dengan tawa kecilnya.
Pelangi menggandeng lengan Arya menuju keluar gedung. Dimana ada sebuah taman yang memang di khususkan untuk para wisatawan berfoto dan mengabadikan momen momen romantis mereka disana.
Pelangi begitu antusias, bahkan senyumnya benar benar lepas dan mengembang dengan sempurna. Membuat Arya yang memandang benar benar tidak pernah bosan. Apalagi dengan aura Pelangi yang sedang hamil, membuat dia semakin terlihat begitu cantik dan sedap di pandang. Bahkan keindahan bunga sakura dan pemandangan yang ada disina tidak mampu untuk membuat Arya berpaling dari keindahan istrinya ini.
Dan semakin hari, perasaan Arya semakin dalam pada gadis asing yang masuk kedalam hidupnya.
__ADS_1
Dari asing menjadi penting,
Dan dari yang pernah disiakan menjadi yang paling di puja.