Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Paket Misterius


__ADS_3

Arya dan Pelangi duduk berdua diruang tamu rumah mereka. Dihadapan mereka sudah ada paket hitam yang lumayan besar tadi. Entah paket dari siapa, dan rasanya Arya benar benar penasaran. Tapi perasaannya juga tidak enak sekarang. Paket ini aneh, tidak ada pengirim nya sama sekali, bahkan data penerima juga tidak ada. Hanya paket kosong dengan sampul plastik bewarna hitam.


Paket misterius, dan semoga saja isinya tidak mengejutkan.


Atau jangan jangan ini bom???


Ah ... tapi siapa yang mengirim bom kerumah ini. Ada ada saja.


"Kenapa cuma dilihatin?" tanya Pelangi.


Arya tersenyum tipis dan menggeleng pelan. Dia langsung meraih gunting yang sudah disediakan Pelangi disana.


"Perasaan aku tidak enak. Sepertinya ini paket dari orang iseng" ucap Arya seraya membuka bungkusan paket tersebut.


"Coba aja lihat dulu. Gak mungkin juga bom. Paket nya ringan" ujar Pelangi


Arya mengangguk pelan. Ternyata Pelangi juga sempat memikirkan apa yang baru Arya fikirkan tadi.


Dan akhirnya, karena penasaran Arya membuka bungkusan paket itu. Membuka dengan ragu dan sedikit kepayahan karena ternyata bungkusan plastik itu sangat tebal.


Kotak ini cukup ringan, seperti tidak ada isinya. Namun ketika plastiknya dibuka ternyata ada sebuah kotak panjang bewarna hitam metalik. Seperti kotak hadiah.


"Apa sih isinya. Bikin penasaran" gumam Pelangi


Arya meletakkan gunting di atas meja. Dia mulai membuka penutup kotak itu, sedikit ragu namun ketika kotak itu terbuka. Mereka langsung terkesiap kaget.


Bahkan Pelangi langsung meringis dan sedikit menjauh.


"Ke .. kenapa begitu?" tanya Pelangi. Wajahnya sedikit memucat. Begitu pula dengan Arya yang nampak bingung dan tegang.


"Siapa yang mengirim ini" gumam Arya pula.


Paket berisi beberapa tangkai bunga tulip putih, namun berceceran dengan cairan seperti...... darah????


Dengan cepat Arya menutup kembali kotak itu. Dia dan Pelangi yang memang takut dengan darah langsung bergidik ngerih. Bahkan Arya langsung menggeser jauh kotak hitam itu dari hadapan mereka.


Entah siapa yang mengirim ini. Dan kenapa pula orang itu mengirim bunga tulip yang bersimbah darah seperti itu.


Arya benar benar tidak habis fikir.


Tulip dan darah... kenapa seperti dua hal yang dia suka dan dia benci?


Apa maksudnya ini???


"Mas... " panggil Pelangi.

__ADS_1


Arya langsung menoleh kearah Pelangi yang nampak tegang dan pucat.


"Kira kira siapa pengirim itu. Orang itu pasti tahu sesuatu tentang mas dan nona Zelina kan" tebak Pelangi


Arya mengangguk pelan.


"Aku juga tidak tahu. Kenapa dia bisa mengirim paket seperti ini. Tidak mungkin orang orang terdekatku Pelangi. Mereka bahkan tidak mau menyinggung tentang Zelina sedikitpun pada ku" ungkap Arya


"Apa ini orang yang tidak suka mas berhubungan dengan Pelangi?" tanya Pelangi lagi. Wajahnya terlihat sedih sekarang. Namun Arya segera menggeleng dan mengusap lengan Pelangi dengan lembut.


"Jangan berfikiran yang aneh aneh. Tidak ada yang tidak suka dengan hubungan kita. Kamu lihat Nara dan Reynand bahkan senang sekali ketika kamu mau menerima ku lagi" jawab Arya


"Mungkin ada yang lain mas" kata Pelangi


Arya kembali menggeleng pelan.


"Tidak, aku tidak yakin jika pengirim ini adalah orang yang tidak menyukai hubungan kita. Aku rasa ini adalah orang iseng yang hanya mau menakut nakuti aku saja" ucap Arya. Seraya dia yang kembali membereskan plastik pembungkus paket itu tadinya.


Arya kira ini akan seperti teror yang dilakukan oleh Jojo waktu itu. Entah mengirim bangkai, atau sesuatu yang mengerihkan. Tapi nyatanya, hanya beberapa tangkai bunga tulip yang berlumuran darah.


Dan sebenarnya itu juga cukup mengerihkan untuk Arya. Perasaannya menjadi tidak nyaman sekarang. Tulip dan darah, dan dia jadi mengingat tentang Zelina nya yang bersimbah darah saat kecelakaan dulu.


Sial...


Siapa pengirim paket ini sebenarnya.


Tiba tiba suara bunda membuat lamunan Arya buyar.


"Dari orang iseng Bun" jawab Arya


"Orang iseng?" gumam bunda yang berjalan mendekat kearah Arya dan Pelangi. Duduk disamping Pelangi dan memandangi wajah anak dan menantunya yang terlihat tegang.


"Terus kenapa wajah kalian tegang begitu?" tanya Bunda.


Arya dan Pelangi langsung saling pandang dengan getir.


"Paketnya ngerih Bun" jawab Pelangi


"Ngerih, memang nya apa?" tanya bunda lagi. Dia cukup penasaran hingga akhirnya Pelangi mendekatkan kotak itu pada bunda.


Bunda meraihnya dengan ragu, membuka nya dengan pelan dan.... wajahnya juga terlihat begitu kaget setelah tahu isi didalamnya.


"Ya ampun. Apa apaan ini" gumam bunda yang kembali menutup kotak itu dengan cepat. Wajahnya juga langsung berubah setelah mengetahui isi paket itu.


"Maaf Bun. Tapi nanti saya akan mencari tahu siapa pengirim paket ini. Sepertinya memang hanya orang iseng saja" ucap Arya

__ADS_1


"Orang iseng, tapi kenapa dia bisa mengirimkan ini ya" kata Bunda


"Entahlah, mungkin ini orang yang tidak suka dengan saya" sahut Arya.


"Bunda jadi ingat Mentari"


deg


Pelangi langsung tertegun mendengar itu. Sedangkan Arya memandang bingung pada bunda.


"Mentari???? bukan nya dia...." Perkataan Arya langsung terhenti, dia memandang Pelangi dengan lekat.


"Iya, dia kakak Pelangi. Saudara kembar Pelangi yang meninggal lima tahun lalu karena kecelakaan. Dia suka sekali dengan tulip putih. Dan melihat ini, kenapa bunda jadi ingat dia lagi" jawab Bunda. Wajahnya langsung berubah menjadi sedih.


Pelangi langsung merangkul bunda dan mengusap lengan nya dengan lembut.


"Jadi sebenarnya paket ini dikirimkan untuk aku atau untuk kamu Pelangi?" tanya Arya akhirnya.


"Entahlah mas, tadi Pelangi mikirnya itu orang yang gak suka sama hubungan kita jadi dia ngirim paket ini supaya mas ingat dengan nona Zelina lagi" jawab Pelangi


"Zelina juga suka tulip?" tanya bunda.


Arya dan Pelangi langsung mengangguk pelan.


"Ya, nona Zelina sama dengan kakak bunda" jawab Pelangi.


"Ya ampun, jadi sebenarnya siapa pengirim paket ini, dan untuk siapa???" gumam bunda pula.


Arya menggeleng, dia langsung mengemasi kotak itu dan pembungkus nya. Bahkan Arya sedikit meremas nya hingga kotak itu hancur.


"Entah siapa. Bunda jangan fikirkan apapun. Mungkin ini hanya orang iseng saja yang ingin membuat kita bingung seperti ini. Kamu juga Pelangi" ujar Arya seraya memandang bunda dan Pelangi bergantian.


Kedua wanita itu hanya bisa mengangguk pasrah. Meski tidak bisa di pungkiri jika mereka juga bingung siapa pengirim paket ini.


Arya beranjak, meraih kotak dan bungkusan paket itu dan membawa nya kebelakang.


Benar benar menghancurkan ketenangan yang baru saja dia dapat.


Bukan hanya keberadaan Jojo yang masih belum bisa ditemukan. Dan sekarang malah sudah di tambah dengan paket misterius ini.


Yang isinya menjurus pada Arya dan Pelangi.


Tulip dan darah.


Seseorang yang mati berdarah. Arya mengalami hal itu, dan Pelangi juga.

__ADS_1


Jadi ...


Untuk siapa paket ini sebenarnya?????


__ADS_2