
Arya dan Pelangi memandangi kotak yang berserakan diatas lantai dengan wajah yang tegang dan juga berubah menjadi pucat. Membuat Nina yang melihat mereka menjadi heran. Dia juga ikut menoleh kearah kotak yang isinya sudah berceceran didepan teras rumah Pelangi.
Awalnya Nina juga sedikit terkejut dan heran melihat isinya, namun setelah tahu dia sudah bisa menguasai emosinya. Tapi kenapa Arya dan Pelangi malah seperti ketakutan begitu.
Pelangi iya, dia nampak begitu ketakutan. Sedangkan Arya, ekspresi wajahnya lebih kepada tegang dan trauma.
Nina menggeser kotak itu sedikit dengan kakinya, menutupi darah yang berceceran disana.
Ya, bunga tulip yang lagi lagi berlumuran darah. Dan kali ini disertai dengan boneka seorang gadis cantik. Seperti boneka barbie namun persis sekali dengan sosok manusia. Dan itu yang membuat Arya begitu terkejut. Dia yang memang trauma dengan darah, malah disuguhkan dengan kedatangan kotak ini lagi. Dan kali ini malah ditambah dengan sosok boneka yang memakai gaun putih dan berlumuran darah. Seketika saja ingatan nya langsung mengarah pada Zelina.
Bagaimana gadis itu yang mengirimkan foto dia sedang memakai gaun pengantin putih yang sangat indah. Namun tidak lama setelah itu Arya malah mendapati Zelina yang berlumuran darah seperti itu didepan matanya sendiri. Dan tentu saja itu membuat Arya benar benar trauma.
Kenapa teror ini malah seperti menjurus padanya. Apa ini memang benar ulah Jojo???
"Pak... bapak baik baik saja?" tanya Nina
Arya menarik nafasnya dalam dalam dan mengangguk pelan.
Sial, dia jadi terbawa perasaan. Kejadian itu rasanya terulang kembali di ingatan nya.
Arya langsung menoleh pada Pelangi yang berada dibelakang nya. Dan dia langsung tertegun saat melihat Pelangi yang ternyata juga sama sama terlihat ketakutan.
"Hei... sudah tidak apa apa" ujar Arya seraya merangkul bahu Pelangi dan mengusap nya dengan lembut.
"Tapi benda ini datang lagi mas. Itu.... itu kakak" gumam Pelangi yang ternyata juga malah mengingat kakak nya.
"Gaun putih yang berlumuran darah. Itu kakak mas, itu kakak" gumam Pelangi, suaranya terdengar begitu bergetar. Bahkan bukan hanya suaranya saja. Melainkan juga tubuhnya.
Dengan cepat Arya langsung menarik Pelangi dan memeluk nya dengan lembut.
"Nina suruh orang didepan untuk membersihkan benda itu" pinta Arya pada Nina.
Meski bingung namun Nina langsung mengangguk dengan cepat. Fikiran nya benar benar tidak bisa fokus. Apalagi melihat Arya yang terlihat begitu dekat dan begitu perhatian dengan Pelangi. Sudah beberapa minggu Nina tidak bertemu dengan Arya. Tapi sekarang, malah dia mendapati kenyataan yang membuat hati nya benar benar tidak nyaman.
Sementara Nina keluar untuk menyuruh orang membersihkan kotak itu dan juga ceceran darah diatas lantai, Arya langsung membawa Pelangi untuk duduk disofa.
"Hei tenanglah" ucap Arya seraya mengusap pundak Pelangi dengan lembut.
Pelangi masih diam, hanya isak tangisnya saja yang terdengar dibalik dekapan Arya.
"Ferdi!!" seru Arya memanggil Ferdi yang juga ikut membersihkan lantai didepan rumah Pelangi
"Iya pak" jawab Ferdi yang langsung masuk kedalam rumah.
"Kamu lihat siapa orang yang mengirim kotak itu?" tanya Arya
"Enggak pak, saya tadi sarapan diwarung nasi didepan sana" jawab Ferdi dengan senyum getirnya.
Arya mendengus kesal
"Kenapa gak ada yang lihat sih, dari semalam dia ngirim paket itu terus loh. Cepat cari tahu bersama orang orang itu" ujar Arya.
"Paket semalam itu tetangga ayah yang mengantar pak. Dia bilang dia juga diminta seseorang untuk mengantarkan paket ini kerumah. Jadi kami gak tahu siapa orang nya" ungkap Ferdi.
"Kamu ingat siapa orang itu Nina?" kini Arya beralih pada Nina yang kembali masuk kedalam.
"Gak terlalu ingat wajahnya pak. Cuma dia laki laki, pakai motor dan jaket hitam" jawab Nina.
__ADS_1
deg
deg
deg
Arya dan Pelangi langsung tertegun mendengar itu.
"Kan mas... ini ulah Jojo lagi" kata Pelangi yang semakin menangis takut.
Arya kembali mengusap pundak Pelangi dengan lembut.
"Cari dan lacak sekarang Fer. Kalau perlu tambah lagi orang orang kita. Oh iya, suruh juga orang untuk pasang cctv disekitar rumah ini." ujar Arya
"Siap pak" jawab Ferdi. Dia langsung berlari keluar untuk bertemu dengan orang orang yang memang bertugas disana. Bahkan suara seruan nya terdengar hingga kedalam rumah.
Nina memandang Ferdi keluar dan kembali lagi menoleh pada Arya dengan bingung. Dia benar benar tidak tahu apa yang sudah terjadi sebenarnya. Apalagi ketika melihat Pelangi yang ketakutan seperti itu.
"Pak sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nina. Bahkan tanpa disuruh dia langsung duduk didepan Arya dan Pelangi.
"Ada yang meneror kami. Dan untuk sekarang saya masih belum bisa masuk keperusahaan. Kamu bisa menghandle perusahaan dulu kan. Tapi saya tetap membantu kamu dari rumah" jawab Arya
Nina mengangguk pelan.
"Siapa yang meneror pak? Apa sudah lapor polisi?" tanya Nina lagi. Dia sedikit ngerih mendengar perkataan Arya barusan.
"Seseorang yang tidak suka dengan saya. Dan semua sudah di atasi oleh polisi dan orang orang tuan Reynand" jawab Arya
Nina kembali mengangguk. Dan kini dia menoleh pada Pelangi yang masih memeluk Arya, bahkan masih betah menempel dalam dekapan Arya. Dan tentu saja itu membuat hati Nina tidak suka melihat nya.
"Kan sudah dibersihkan, teror itu juga tidak ada lagi. Kenapa kamu masih memeluk pak Arya begitu?" tanya Nina begitu berani. Dia belum tahu jika Arya sudah menerima Pelangi sekarang. Bahkan hubungan mereka sudah bagai suami istri yang sesungguhnya.
"Kenapa memang nya. Mas Arya juga suami saya" sahut Pelangi terdengar begitu ketus. Kenapa rasa takutnya malah menjadi kesal sekarang???
Nina memandang Pelangi dengan pandangan yang begitu tidak suka. Dia juga kembali menoleh pada Arya yang terlihat menghela nafas panjang.
"Nina... saya dan Pelangi akan meresmikan status pernikahan kami setelah masalah ini selesai" ucap Arya
Nina terkesiap dan memandang Arya dengan lekat.
"Tapi bukan nya waktu itu pak Arya bilang jika...."
"Jika apa? Jika dia akan menceraikan saya setelah tiga bulan pernikahan kami??? Tidak semudah itu bu Nina yang cantik tapi sudah tua." sahut Pelangi dengan cepat, bahkan dia langsung mematahkan perkataan Nina.
"Bu Nina tidak melihat perut besar saya ini. Lihat, saya sudah hamil anak mas Arya. Enak saja mau cerai cerai saya" tambah Pelangi lagi. Bahkan dia berbicara seperti itu sembari menghadap kearah Nina dan mengusap air matanya dengan kasar.
Arya bahkan bingung melihatnya, tadi dia menangis karena ketakutan dengan paketan itu lagi. Tapi kenapa sekarang malah sudah berubah galak???
"Jadi Pelangi sudah hamil anak bapak? Apa karena itu bapak tidak akan menceraikan dia???" tanya Nina yang sama sekali tidak menghiraukan tatapan tajam Pelangi.
"Bukan hanya itu saja, tapi karena saya yang memang sudah jatuh hati pada Pelangi. Dia yang bisa merebut hati saya Nina" jawab Arya
Nina tertegun, matanya langsung berair mendengar perkataan Arya barusan. Sedangkan Pelangi malah tersenyum dengan angkuh.
"Tapi pak.... " Nina tidak sanggup melanjutkan perkataan nya. Kenapa hatinya sakit sekali. Padahal dia sudah begitu berharap dengan tiga bulan pernikahan Arya dan Pelangi yang akan berakhir. Tapi kenapa Arya malah memperpanjang dan bahkan sudah jatuh hati pada Pelangi???
"Nina... kamu bisa mencari lelaki lain yang lebih baik dari saya" ujar Arya
__ADS_1
Pelangi langsung memandang Arya dengan mata yang memicing. Kenapa ini seperti sebuah penolakan cinta???
Nina mengangguk pelan. Dia sudah tidak tahu lagi harus berkata apa. Bertahun tahun menunggu, namun hasilnya malah sia sia.
Dan saat melihat wajah sedih Nina, Pelangi malah iba meski dia masih kesal.
"Bu Nina, ibu kan cantik, punya karir yang bagus, ibu pasti bisa dapat suami yang lebih baik dari pak Arya kok. Pak Arya gak sebaik yang ibu kira" ucap Pelangi. Dan kali ini Arya yang memandang nya dengan aneh.
"Saya bahkan lebih tahu pak Arya ketimbang kamu. Saya yang lebih dulu mengenal pak Arya" sahut Nina
Pelangi langsung mendengus kesal.
"Memang ibu yang lebih dulu kenal pak Arya. Tapi kan ibu kenal cuma sebatas di perusahaan aja. Mana ibu tahu kalau pak Arya itu nyebelin, suka marah marah, suka ngorok, manja bahkan dia suka...."
emmmphhh
Mulut Pelangi langsung dibungkam Arya dengan sigap.
"Kenapa jadi membuka aib suami sih?" tanya Arya dengan kesal.
Pelangi melepaskan tangan Arya dari mulutnya dengan cepat.
"Ishhh... bukan buka aib, cuma kasih tahu bu Nina aja biar gak suka lagi sama mas Arya" sahut Pelangi dengan wajah yang benar benar cemberut.
"Mau bagaimanapun pak Arya saya tetap suka" ucap Nina yang masih saja berani menyulut emosi Pelangi.
"Jangan jadi bibit pelakor dong bu" seru Pelangi
"Sudah sudah.... Nina sebaiknya kamu kembali keperusahaan" ujar Arya. Bisa gila dia jika Nina masih berada disini.
"Tapi kan bapak belum tanda tangan berkas berkas itu pak" jawab Nina
"Ya makanya dari tadi, kenapa juga lama banget disini. Modus banget" gerutu Pelangi
"Pelangi.... jangan marah marah. Ingat anak kita oke" pinta Arya
"Jangan belain bu Nina mas" ucap Pelangi
"Enggak belain Nina, cuma kahwatir sama anak kita" kata Arya, mencoba untuk berbicara dengan lembut.
Pelangi hanya mendengus dan langsung memalingkan wajahnya dengan kesal.
"Sebentar saja ya" kata Arya sembari mengusap kepala Pelangi dengan lembut. Dan tentu saja itu membuat Nina merasa bertambah terluka. Mau marah, tapi dia sadar diri dia hanya bawahan Arya. Rasanya masih tidak menyangka jika Arya akan semudah ini menerima Pelangi sebagai istrinya. Sebab sejak kepergian mantan kekasih Arya, Nina yang paling tahu tentang Arya yang memang tidak pernah ingin dekat dengan gadis manapun. Bahkan dia sendiri yang setiap hari selalu ada untuk Arya.
"Kemarikan berkas itu" pinta Arya yang langsung membuat Nina sedikit terkesiap. Arya tahu Nina kecewa, tapi apa boleh buat. Hati tidak bisa dipaksakan.
Dan jika harus bersikap lembut pada Nina, pasti Pelangi akan bertambah kesal nantinya. Mood ibu hamil ini benar benar kacau. Arya tidak tahu kenapa Pelangi sangat cemburu dengan Nina. Padahal dia tahu jika mereka hanya sebatas atasan dan bawahan.
tok tok tok
Pintu yang terketuk membuat mereka semua langsung menoleh kearah pintu.
"Selamat pagi" sapa seseorang yang berdiri begitu gagah dengan senyum tipisnya yang terlihat menawan.
"Kak Rangga" seru Pelangi begitu antusias.
Dan kini....
__ADS_1
Gantian mood Arya yang berubah menjadi kesal!