
Dua hari kemudian....
Senja ini Arya baru pulang dari bekerja. Rasanya lelah sekali karena siang ini dia ada rapat di luar kota bersama klien nya. Rencana untuk menginap semalam dia undurkan. Arya memilih untuk pulang hari, karena sungguh Arya benar benar tidak bisa membiarkan Pelangi sendirian di rumah. Meski dia bisa meminta tolong Nara atau bu Nining untuk menemani Pelangi dirumah.
Ya, bu Nining. Pembantu yang pernah bekerja di rumah Arya dulu. Sekarang wanita paruh baya itu dia pekerjakan lagi untuk membersihkan rumah. Arya tidak ingin Pelangi kelelahan, tugas Pelangi di rumah hanya memasak makanan untuknya. Itupun hanya sesekali jika Arya ingin. Jika tidak, semua di lakukan oleh Bu Nining.
Arya menutup pintu mobil dengan pelan. Dia berjalan masuk menuju kerumah dengan cepat. Rasanya ketika lelah seperti ini, mendapatkan pelukan dari Pelangi adalah hal yang paling menenangkan hati dan fikiran nya yang lelah. Apalagi jika sudah mendapatkan senyum dan ciuman dari istri cantiknya itu. Ah... rasanya benar benar nyaman sekali.
Ting tong
Arya memencet bel rumah nya. Kakinya dia hentak hentakan pelan ke lantai. Serasa tidak sabar untuk menunggu Pelangi membuka pintu.
Tangan Arya terjulur kembali, ingin memencet bel rumah itu. Namun dia urungkan karena pintu yang sudah terbuka.
Namun Arya langsung mengernyit heran saat melihat siapa yang membuka pintu.
"Loh Bu, belum pulang?" tanya Arya langsung pada Bu Nining.
"Belum pak. Mbak Pel minta saya disini dulu" jawab Bu Nining.
Arya mengangguk pelan sembari masuk kedalam rumah dan membuka jas yang dia kenakan. Menyerahkannya pada Bu Nining dan berjalan menuju kamar Pelangi.
"Pelangi di kamar kan. Tumben banget gak nyambut saya pulang" ucap Arya.
"Mbak Pel gak dirumah pak" jawaban Bu Nining membuat tangan Arya yang ingin membuka pintu kamar langsung tergantung. Dengan cepat dia menoleh kearah Bu Nining yang tertunduk takut.
"Kemana Pelangi Bu? Kan sudah senja begini?" tanya Arya. Kernyitan di dahi nya begitu jelas.
"Katanya dia mau jalan jalan ke pantai. Mbak Pel cuma nitip surat ini sama saya" jawab Bu Nining. Dia menyerahkan selembar kertas yang sejak tadi dia genggam pada Arya. Bahkan kertas itu sudah lecek dan kusut.
Arya meraih nya dengan cepat, dan dengan cepat pula dia membuka surat itu.
'Mas... Pelangi pengen jalan jalan ke pantai lihat sunset. Gak apa apa ya Pelangi pergi. Maaf karena gak nunggu mas pulang.
Tapi ini keinginan anak kita.
Mas gak usah nunggu Pelangi pulang,
Pelangi pulang malam nanti.
Love you'
Arya menghela nafas panjang dan kembali menoleh pada Bu Nining yang masih berdiri di dekatnya.
"Pelangi pergi sama siapa Bu?" tanya Arya.
"Sendirian mas" jawab Bu Nining
"Sendirian!!!" seru Arya
Bu Nining mengangguk cepat.
"Naik ojek online"
"Apa!!! ojek???? Astaga Pelangi!!! Dia sedang hamil tapi malah naik motor. Memang nakal banget. Kenapa juga gak bilang dari semalam" gerutu Arya dengan wajah yang panik. Bahkan tanpa berpamitan pada Bu Nining Arya kembali berlari keluar rumah dan masuk ke dalam mobil dengan cepat.
Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hatinya was was, cemas dan khawatir. Hari sudah mulai gelap dan Pelangi sendirian disana. Dia sedang mengandung dan malah pergi sendiri. Sungguh, Arya benar benar tidak habis fikir dengan istrinya itu.
Tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri, Arya mengemudikan mobilnya dengan cepat. Meliuk liuk dan memotong beberapa pengendara lain tanpa memperdulikan makian dan umpatan mereka. Yang Arya fikirkan hanyalah keadaan Pelangi sekarang. Dia benar benar khawatir.
Dan setengah jam kemudian, Arya sampai di pantai yang tertulis di surat Pelangi tadi. Hari sudah benar benar gelap saat dia tiba di sana.
Dengan cepat Arya turun dari mobil. Berjalan masuk ke area pantai, mencari dimana keberadaan Pelangi.
Wajahnya tegang, kaku dan memerah. Menahan kesal dan khawatir yang bersamaan.
Kenapa Pelangi seperti ini?
Kenapa dia selalu saja membuat Arya merasakan sakit jantung?
Padahal sudah sering kali Arya berkata agar jangan pergi kemanapun tanpa Arya. Tapi Pelangi malah mengabaikan peringatan Arya.
"Ah... Pelangi!! Dimana kamu!!!" geram Arya saat dia sudah lelah mencari namun tidak juga dia temukan di mana keberadaan Pelangi.
Mata Arya mengedar ke segala arah. Memandangi setiap sisi bibir pantai yang ada disana. Tapi yang anehnya, kenapa pantai ini sepi sekali???
Tidak ada satu orangpun yang terlihat.
Dan sungguh, ini benar benar membuat Arya semakin takut.
Dimana Pelanginya???
__ADS_1
Arya langsung merogoh ponselnya dengan tangan yang sedikit bergetar. Mencari nama Pelangiku disana. Mencoba menghubungi nomor ponsel Pelangi.
Namun sialnya.... Tidak aktif!
"Ah sial!!!" umpat Arya sekali lagi.
Ingin sekali dia membanting ponsel ini ke atas pasir pantai itu. Namun dia urungkan, karena banyak hal penting di dalam nya.
Arya kembali mengedarkan pandangan matanya. Hingga dia sedikit memicing saat melihat beberapa cahaya di ujung sana. Tepat nya jalan menuju ke sebuah resort yang memang ada di tepi pantai itu. Sangat jauh dari tempat Arya berdiri. Tapi jika dia kesana mungkin Arya bisa bertanya pada orang orang yang ada disana. Semoga saja Pelangi baik baik saja.
Arya berjalan dengan cepat menuju ke arah resort itu. Sepatunya sudah kotor dengan pasir pantai yang sedikit basah karena embun malam. Rasa lelah yang tadinya dia rasakan kini sudah lenyap dan berganti dengan rasa khawatir yang luar biasa.
Seharusnya dia meminta Ferdi untuk menjaga dirumah dan menyediakan satu mobil untuk Pelangi pergi. Tapi dengan bodohnya Arya malah membiarkan Ferdi untuk pulang kampung karena dia memang sedang izin cuti.
Jika sudah begini, rasanya Arya benar benar gila.
Langkah Arya langsung memelan saat jalan menuju ke resort nampak berbeda.
Beberapa bunga mawar berjejer cantik disana.
Apa sedang ada pesta di dalam resort itu???
"Selamat datang tuan?" sapa seseorang, membuat Arya sedikit terkesiap. Dia menoleh ke belakang dan ternyata seorang karyawan resort yang datang menghampirinya. Tapi.... kenapa dia membawa satu tangkai bunga mawar???
"Ada yang menunggu anda di belakang resort tuan" ucap pemuda itu seraya menyerahkan satu tangkai bunga itu pada Arya.
"Siapa? Aku kemari untuk mencari istriku" tanya Arya
"Istri yang mana?" tanya pemuda itu. Dan sungguh menyebalkan.
"Kau kira istriku ada berapa ha? Satu saja sudah membuat ku jantungan setiap hari" gerutu Arya, yang entah kenapa dia malah melampiaskan kekesalannya pada pemuda ini.
"Saya tidak tahu istri yang tuan maksud itu. Tapi di belakang sana, ada seorang gadis bergaun merah yang menunggu anda. Sangat cantik, seperti si cantik jembatan Ancol. Saya sampai takut melihatnya " ungkap Pemuda itu.
Mata Arya langsung memicing memandang pemuda ini. Kenapa perkataan nya menyebalkan sekali?
"Kau bilang dia cantik, tapi kenapa kau malah takut. Dasar bodoh" maki Arya.
"Karena dia berdiri sendirian disana. Sangat cantik dan indah. Bibirnya merah, rambutnya hitam dan mengkilat, kulitnya putih dan dia memegang mawar merah sejak tadi. Saya takut... Takut karena tidak lama lagi dia pasti akan di culik oleh tuan berambut panjang yang akan datang menjemputnya " ucap pemuda itu lagi.
Arya mendengus gerah. Kenapa pula pemuda ini malah berkata kata. Dan sialnya Arya malah mendengarkan setiap perkataan nya yang aneh itu.
"Saya hanya melihat nona bergaun merah di belakang resort" jawab pemuda itu.
"Hanya itu saja yang kau bicarakan sejak tadi. Awas saja jika itu bukan istriku. Akan aku hancurkan resort ini beserta kau juga" ancam Arya. Dan setelah mengatakan itu dia langsung melengos pergi meninggalkan pemuda itu yang memandang nya dengan bingung.
'kenapa pemarah sekali, apa dia tidak bisa mengartikan apa yang aku bilang' batin pemuda itu.
Arya berjalan menuju kebelakang resort. Dan lagi lagi semua lampu di sini malah mati hingga penerangan cukup gelap. Mata Arya kembali memicing.
Dimana wanita bergaun merah itu?
Apa pemuda tadi sudah gila dan hanya mengerjai nya???
Arya berjalan sedikit ke tepi. Dan benar saja, dia bisa melihat bayang bayang seseorang yang berdiri di tepi pantai dengan gaun merah panjang yang terbuka di bagian bahu. Memandang jauh ke lautan lepas yang ada didepan nya.
Kenapa sekarang Arya jadi merinding begini????
Apalagi suasana yang gelap, bayangan bayangan entah benda apa saja membuat suasana semakin terlihat menyeramkan.
Mata Arya memicing, memandang wanita itu yang membelakangi nya. Tidak dapat Arya tebak siapa wanita itu.
Karena jika itu Pelangi, kenapa dia memakai gaun itu??? Kenapa juga gelap gelapan seperti ini??
Dan kenapa juga Arya mau ke tempat ini dan mendatanginya???
Astaga...
"Hei.... Nona!!!" seru Arya memanggil wanita itu.
Namun wanita itu hanya diam dan masih berdiri dengan tegak. Helaian rambutnya melambai tertiup angin.
"Hei... Apa kau melihat istriku???" tanya Arya dengan bodohnya. Apa wanita itu tahu siapa istri Arya.
"Astaga, mana dia tahu Pelangi kan" gerutu Arya seorang diri. Membuat wanita bergaun merah itu tersenyum tipis.
"Ah nona, apa kau melihat seorang gadis yang sedang hamil di sekitar sini?" tanya Arya lagi
Wanita itu menggeleng pelan. Meski tidak nampak jelas, tapi gerakan kepalanya membuat Arya mengerti.
Arya menghela nafas berat. Dia memandang bunga mawar yang sejak tadi di genggam. Namun ketika melihat ke atas pasir tempat dia berpijak, Arya langsung mengernyit heran.
__ADS_1
Kenapa ada lampu lampu kecil disini.
Dan tiba tiba, Arya kembali terkesiap saat suara melodi romantis mulai terdengar di telinganya. Awalnya pelan dan tidak jelas membuat Arya merinding. Namun lama kelamaan suara itu mulai jelas terdengar.
Dan seiring dengan terdengarnya musik romantis itu,seluruh lampu yang ada di sana juga mulai hidup. Bahkan Arya langsung menoleh ke bawah saat lampu di sekitar kakinya mulai hidup dan berkelap kelip dan terus menjalar kearah wanita bergaun merah itu.
Klap klap klap
Seluruh lampu hidup hingga membuat suasana yang tadinya mencekam kini terasa begitu indah.
Bagaimana tidak indah, jika Arya bisa melihat wanita bergaun merah itu berdiri di tengah tengah lampu yang berbentuk seperti sebuah love.
Dan yang membuat Arya terperangah adalah, saat wanita itu membalikkan tubuhnya dan tersenyum memandang Arya.
"Pelangi" gumam Arya begitu tidak percaya. Bahkan wajahnya terperangah memandang Pelangi di depan sana.
Sangat cantik, sangat indah dan benar benar hidup.
"Selamat datang suami Pelangi dan..... Selamat ulang tahun sayang" ucap Pelangi yang langsung membuka lengan nya menunggu Arya datang padanya.
Arya menggeleng tidak percaya melihat ini. Dia tersenyum lepas, namun dengan mata yang berkaca kaca.
Itu Pelanginya. Pelangi nya membuat kejutan ini???
Ya Tuhan...
Arya langsung berlari ke arah Pelangi, mendekap tubuh Pelangi dengan erat. Sangat erat bahkan sampai Pelangi merasa tubuh Arya sedikit bergetar.
"Kenapa selalu membuat aku sakit jantung sayang?" tanya Arya
"Kejutan untuk mas Arya " jawab Pelangi dengan tawa kecilnya.
"Aku takut kamu pergi" ucap Arya
"Pelangi kan sudah janji gak akan pergi" jawab Pelangi
"Aku benar benar takut" kata Arya lagi.
"Jangan takut, Pelangi disini" jawab Pelangi
Arya melepaskan pelukan nya. Menangkup kedua wajah Pelangi dan mengusap nya dengan lembut.
Bibirnya yang merah, rambutnya yang hitam mengkilat, gaun merah yang sangat pas ditubuhnya benar benar membuat penampilan Pelangi sangat berbeda.
"Kamu cantik sekali sayang" ucap Arya.
"Pelangi cantik untuk mas Arya" jawab Pelangi
"Selamat ulang tahun, semoga suami Pelangi selalu bahagia" ucap Pelangi seraya menyerahkan satu tangkai bunga yang sejak tadi dia pegang.
Arya meraih bunga itu dan mencium nya dengan lembut.
"Terimakasih sayang. Terimakasih. Aku sangat bahagia. Aku mencintaimu " ucap Arya
"Pelangi juga cinta mas Arya." jawab Pelangi
Dan tanpa mengatakan apapun lagi. Arya langsung meraih wajah Pelangi dan mencium bibir istrinya itu dengan cepat. Membuat Pelangi langsung melebarkan matanya.
Suasana yang romantis di tambah dengan musik romantis yang juga mengalun merdu membuat mereka sama sama terbuai.
Arya benar benar tidak menyangka jika Pelangi akan mempersiapkan kejutan ini untuknya. Dan Arya bahkan sudah tidak lagi ingat jika hari ini adalah hari ulang tahun nya.
Sungguh, Arya benar benar tidak menyangka jika Pelangi akan berbuat seperti ini.
Dan Arya benar benar beruntung memiliki Pelangi. Pelangi yang hadir didalam kehidupan nya.
Mereka berciuman dengan begitu mesra, sangat mesra hingga tiba tiba suara musik romantis tadi berubah menjadi lagu ulang tahun.
Membuat Arya dan Pelangi langsung melepaskan ciuman mereka.
"Selamat ulang tahun gondrong!!!"
Suara teriakan beberapa orang membuat Arya terkesiap. Dia langsung menoleh ke arah resort, yang ternyata seluruh anggota keluarga nya sudah berkumpul disana.
"Jangan lama lama berciuman nya. Kau tidak lihat banyak orang tua disini!!!" seru Bimantara yang ada disana.
Pelangi tertawa kecil dan langsung bersembunyi disebalik punggung Arya.
Arya terperangah tidak percaya melihat mereka semua ada disini.
"Kejutan yang luar biasa" gumam nya.
__ADS_1