
Beberapa hari berlalu dari kejadian itu. Dan sudah beberapa hari ini pula Arya sudah lebih lunak pada Pelangi. Meski wajahnya masih saja datar, namun Arya sudah tidak lagi mau membentak atau memarahi nya. Dan Pelangi bersyukur untuk itu.
Pagi ini Pelangi baru saja selesai membuat sarapan. Sarapan hari ini hanya nasi goreng seafood. Dan Pelangi juga sudah bersih dan rapi untuk menyambut Arya seperti biasa.
Saat ini dia sedang mengganti bunga bunga tulip yang ada dirumah mereka. Malam tadi Arya membawa bunga tulip segar untuk menggantikan tulip yang telah layu.
Pelangi menghela nafas, entah kapan Arya akan menyelipkan satu saja mawar merah disini?? Setidaknya kan bisa lebih bewarna sedikit.
Suara langkah kaki Arya yang menuruni anak tangga membuat Pelangi menoleh. Dia langsung tersenyum memandang Arya yang berjalan mendekat kearahnya.
Pagi ini lelaki itu begitu tampan dengan setelan kemeja bewarna merahnya yang dipadukan dengan jas hitam.
Tapi.... setiap hari Arya kan memang selalu tampan dimata Pelangi.
"Selamat pagi pak" sapa Pelangi dengan senyum secerah mentari
"Pagi" jawab Arya yang hanya sekedarnya saja. Namun itu sudah cukup hebat. Karena selama ini Arya tidak akan pernah menjawab sapaan Pelangi.
"Pagi ini sarapan nasi goreng ya pak" ucap Pelangi yang mulai mengambilkan sepiring nasi goreng untuk Arya. Dia tersenyum menyerahkan nasi goreng itu kehadapan Arya.
Namun Arya yang mengernyit bingung dan menghela nafas memandang Pelangi.
"Kamu selalu memberi saya porsi lebih. Mubazir jika nasi ini tidak habis. Setiap hari selalu seperti itu. Apa kamu fikir saya ini orang yang rakus" gerutu Arya
Pelangi tertawa canggung dan menggeleng pelan.
"Tidak akan mubazir kok pak, nanti kan saya yang ngabisin" jawab Pelangi
"Kamu bisa makan sendiri" sahut Arya
Pelangi menggeleng pelan.
"Gak selera" jawab Pelangi.
Arya mengernyit memandang Pelangi.
"Yaudah, makan dulu pak. Ini tehnya. Nanti kalau marahin saya terus bapak bisa telat loh" ujar Pelangi yang mendekatkan gelas teh pada Arya.
Arya hanya mendengus dan mulai memakan sarapan nya. Meski sebenarnya dia juga bingung kenapa Pelangi suka sekali memakan bekas makanan nya. Seperti tidak ada piring lain saja dirumah ini. Atau jangan jangan dia yang malas untuk mencuci banyak cucian piring????
"Pak"
Suara Pelangi membuat Arya menoleh. Gadis ini memang tidak pernah bisa diam.
"Siang nanti saya ke taman bunga lagi ya, saya mau nyelesain lukisan saya. Sekalian mau dijual sama kak Rangga" ucap Pelangi
Arya memandang Pelangi dengan pandangan tidak menentu.
"Sudah hampir setiap hari kamu kesana. Kamu itu niat untuk melukis atau untuk bertemu dia?" tanya Arya, terdengar kesal.
Pelangi mengerucutkan bibirnya sekilas.
__ADS_1
Kenapa Arya bertanya seperti itu??
Apa dia cemburu???
Hah... tidak mungkin!
"Enggak kok, saya emang mau melukis. Bapak kan lihat sendiri yang saya lukis. Dikit lagi selesai. Tinggal sentuhan akhir aja pak" ungkap Pelangi.
"Tidak usah dijual, untuk apa dijual. Kamu tidak kurang uang" dengus Arya
Pelangi memandang Arya dengan bingung.
"Kenapa... lumayan uang nya pak. Lukisan saya dihargai tinggi lo" jawab Pelangi.
"Saya juga bisa ngasih uang lebih banyak sama kamu kan. Bahkan lebih dari harga lukisan itu. Jangan dijual, apalagi dengan lekaki itu. Simpan saja dirumah" ujar Arya yang kembali menikmati makanan nya.
"Tapi saya udah janji sama dia pak" ucap Pelangi
"Apa perduli saya. Saya suka bunga tulip yang kamu lukis. Jadi dari pada dijual pada orang lain, mending untuk pajangan dirumah ini. Belum ada yang membuat lukisan taman bunga saya selama ini" jawab Arya
Pelangi terdiam.
Namun beberapa detik kemudian dia langsung tersenyum senang.
"Beneran pak, boleh dipajang dirumah ini???" tanya Pelangi
"Hmmm" gumam Arya seraya mengangguk pelan karena dia sembari menikmati sarapan nya.
"Kenapa?" tanya Arya
"Saya senang pak. Jika bapak bilang untuk dipajang dirumah ini, maka berapapun yang ditawar orang, tidak akan saya jual" jawab Pelangi dengan cepat. Bahkan wajahnya yang penuh senyum itu semakin terlihat berbinar.
"Karena akhirnya, ada jejak saya yang boleh tertinggal disini. Setidak nya bisa menjadi kenang kenangan jika bapak sudah mengusir saya nanti" tambah Pelangi lagi. Dan kali ini nada bicaranya terdengar sedih dan murung. Membuat Arya yang sedang mengunyah nasi gorengnya memandang Pelangi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
"Seharusnya kamu senang kan lepas dari saya. Tidak akan ada yang memarahi kamu lagi, ataupun membuat kamu bersedih" ucap Arya
Pelangi menggeleng pelan.
"Sejak dulu, keinginan saya hanya satu. Menikah sekali untuk seumur hidup saya. Dan jikapun bapak tidak ingin menghabiskan sisa waktu bapak bersama saya, saya tidak apa apa. Kenang kenangan yang saya dapatkan dari bapak sudah membuat saya bahagia" ungkap Pelangi terdengar begitu ambigu.
Arya hanya diam. Dia tidak tahu harus menjawab apa. Ada perasaan tidak nyaman mendengar perkataan Pelangi barusan.
Ya,bagaimana jika perjanjian pernikahan mereka habis nanti???
Pelangi akan pergi, dan Arya akan sendirian lagi. Bersama bayang bayang Zelina atau mungkin bertambah dengan bayang bayang Pelangi?????
Menyedihkan!
Arya meletakkan sendok makannya diatas piring, dan segera meneguk air teh nya beberapa teguk.
"Sudah selesai pak?" tanya Pelangi
__ADS_1
Arya mengangguk, dia malas membahas hal hal yang terlalu sensitif seperti itu.
"Jangan kamu makan. Kamu tidak takut jika ketularan penyakit saya" ujar Arya seraya beranjak dari kursi, begitu pula dengan Pelangi.
"Enggak kok, penyakit bapak kan cuma penyakit galau aja" jawab Pelangi
"Kamu" Arya memandang Pelangi dengan kesal, namun Pelangi hanya tertawa dan mendekat kearah Arya.
"Jangan marah marah, nanti bapak cepat tua. Ini dasi nya miring, saya benerin dulu" ucap Pelangi yang langsung meraih dasi Arya dan merapikan nya.
Arya hanya diam, dan memandang Pelangi saja. Gadis asing yang tidak bisa disandingkan dengan Zelina nya. Tapi dia bisa melakukan apapun yang tidak bisa Zelina lakukan.
"Nah selesai.. hati hati bekerja nya pak. Jangan sering lembur" ujar Pelangi
"Saya memang tidak lembur malam ini. Dan kamu juga persiapkan dirimu. Malam nanti Nara mengundang kita makan malam disana" ucap Arya
Pelangi terdiam, dia langsung memandang Arya dengan ragu.
"Makan malam" gumam Pelangi, terdengar begitu ragu. Karena demi apapun dia benar benar malas jika harus bergabung dengan keluarga itu. Untuk mengajari Vanno melukis saja Pelangi terpaksa, apalagi jika harus kumpul keluarga dan makan malam bersama. Pelangi benar benar merasa kecil ditengah tengah mereka. Dan bukan hanya itu saja, tapi bayangan kekasih Arya juga membuat hatinya terasa begitu sesak.
"Saya juga malas membawa kamu kesana. Tapi ini permintaan mereka, dan saya tidak bisa menolak" ucap Arya lagi. Dan kali ini, kata katanya kembali terasa seperti pisau yang menyayat hati. Perih, tapi tidak berdarah.
"Ya, saya memang merasa tidak pantas berada disana pak. Mereka terlalu tinggi dan saya terlalu rendah. Saya lebih suka diminta untuk mengajari Vanno melukis daripada diundang sebagai tamu" sahut Pelangi.
Dan kali ini Arya yang terdiam.
"Sudahlah, jam tujuh saya akan menjemput kamu" ujar Arya
Pelangi mengangguk pelan.
"Bapak tidak pulang dulu?" tanya Pelangi.
"Tidak, ada rapat diluar kota, dan saya baru bisa pulang sore hari." jawab Arya, dan setelah mengatakan itu dia langsung pergi keluar meninggalkan Pelangi.
Namun Pelangi juga mengikuti Arya keluar untuk mengantar kepergian suami nya itu.
"Hati hati ya pak. Jangan lupa makan siang" ucap Pelangi.
Arya memandang Pelangi sejenak, dan setelah itu dia langsung masuk kedalam mobil tanpa ingin menjawab.
Pelangi tersenyum dan melambaikan tangan nya pada Arya. Memandangi kepergian lelaki itu dengan senyuman yang begitu getir.
Huh.... kapan dia akan melihat senyum Arya??? Sudah dua bulan lebih. Dan waktu perjanjian itu sudah semakin dekat. Jika mengigat itu, Pelangi benar benar tidak tenang.
Pelangi menghela nafasnya dengan berat seraya mengusap perutnya dengan lembut. Dia memutar tubuhnya untuk kembali masuk kedalam. Namun tiba tiba... pandangan mata Pelangi tanpa sengaja melihat sesuatu yang mencurigakan.
Pelangi langsung menoleh dan melihat ke ujung jalan, tepatnya dibawah pohon didekat pagar rumah tetangga nya. Ada seseorang yang berdiri dengan jaket hitam dan masker yang menutupi wajahnya.
Seorang lelaki....
Siapa dia???
__ADS_1
Kenapa memandang kearah rumah ini terus????