Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Ziarah Ke Makam Zelina


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, kesehatan Pelangi sudah mulai membaik. Begitu pula dengan Arya yang sudah bisa mengklarifikasi tentang masalah dan kejadian yang terjadi saat malam festival lampion itu pada awak media.


Cukup rumit sebenarnya, tapi setelah melalui beberapa proses, akhirnya semua sudah mulai terkendali. Dia sudah bisa keluar dengan aman dan nyaman tanpa di buru lagi.


Bahkan sekarang, Arya dan Pelangi juga sudah pindah kerumah mereka sendiri. Kerumah yang penuh dengan kenangan pahit bagi Arya.


Bagaimana tidak pahit, jika di rumah ini dia memperlakukan Pelangi dengan tidak adil. Selalu mengabaikan kehadiran gadis ini. Tentu saja itu selalu membekas di ingatan Arya.


Tapi mau bagaimana lagi, jika menginap di rumah bunda, Arya sulit untuk bekerja. Jarak perusahaan Polie cukup jauh dari sana. Hingga akhirnya mereka memilih untuk tinggal di rumah ini.


Arya tersenyum saat turun dari mobil, bahkan dia sedikit berlari untuk masuk ke dalam rumah. Sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Pelanginya. Yah, hal yang selalu Arya nantikan saat pulang kerja. Adalah dengan memandang wajah dan senyum Pelangi yang bisa menjadi penghibur hatinya.


ceklek


Benar saja, belum lagi Arya membuka pintu, Pelangi sudah lebih dulu membuka pintu rumah itu untuk Arya.


"Selamat datang suami Pelangi" sapa Pelangi dengan senyum yang secerah mentari, dia meraih tangan Arya dan mencium nya dengan hangat.


"Cantik banget istri aku" puji Arya seraya mencium dahi Pelangi dengan lembut.


"Cantik dong, kan mau menyambut suami pulang" jawab Pelangi.


Arya tersenyum dan merangkul pinggang Pelangi untuk masuk ke dalam rumah. Rumah yang sekarang terasa lebih hidup.


Suasana rumah ini juga sudah berbeda, rumah yang sudah di penuhi oleh hiasan mawar merah di beberapa sisi. Namun..... Tak lupa dengan bunga tulip yang juga ada disana.


Entahlah, meski cemburu tapi Pelangi sama sekali tidak ingin mengabaikan bunga yang sudah menjadi pemilik pertama rumah dan hati Arya. Sejak dulu, sebelum Arya menerima nya Pelangi hanya meminta untuk berada di tempat yang sama dengan Zelina, maka sekarang akan begitu egois jika Pelangi mengabaikan tulip yang pernah menghiasi hidup Arya dulunya.


Ya, Pelangi tidak sejahat itu. Meski Arya sudah berkata jika tidak apa apa kalau tulip tulip di rumah ini di ganti dengan mawar, tapi Pelangi tahu jika dia masih begitu berat untuk menggantinya. Pelangi tahu, jika Arya hanya ingin menghormati Pelangi sebagai istrinya.


Tidak apa apa, Pelangi sudah cukup bahagia. Meskipun di hapus. Kenangan Zelina tidak akan pernah hilang dalam hati Arya.


Dan biarlah... Mawar miliknya, tetap bersanding dengan tulip milik Zelina.


"Jadi kita ziarah ke makam nona Zelina mas?" tanya Pelangi sembari dia yang menyerahkan segelas teh untuk Arya.


Arya meriah gelas teh itu dan memandang Pelangi dengan pandangan yang tidak bisa di artikan.


"Kamu.... Benar tidak apa apa?" tanya Arya. Dia cukup ragu, karena mau bagaimanapun meski Zelina sudah tidak ada, tapi Arya sangat tidak ingin lagi membuat hati istrinya bersedih.


"Enggak apa apa lah. Kenapa memang nya. Mas malu mau ngenalin Pelangi sama dia. Mentang mentang Pelangi jelek" gerutu Pelangi dengan wajah yang pura pura cemberut.


Arya tersenyum dan menarik Pelangi untuk duduk di sampingnya.


Dia mencium dahi Pelangi dan mengusap wajah Pelangi dengan lembut.


"Bukan malu sayang, cuma bertanya aja. Walau bagaimanapun aku pernah buat kamu kecewa karena terus memikirkan Zelina" ucap Arya

__ADS_1


"Itu kan dulu. Sekarang udah gak lagi. Gak apa apa kita kesana. Supaya mas lebih tenang lagi, dan lebih lapang untuk menerima Pelangi" ujar Pelangi


"Kan memang aku udah mau sama kamu. Takut malah kamu tinggal" jawab Arya


Pelangi mendengus senyum dan mengangguk pelan.


"Iya iya, yauda Pelangi siap siap dulu. Nanti kesorean " ucap Pelangi yang langsung beranjak dan masuk kedalam kamar. Kamar Pelangi dulu yang mereka tempati sekarang. Karena Arya takut Pelangi terjatuh saat harus naik turun tangga.


Arya tersenyum memandang Pelangi yang masuk kedalam kamar. Dia menghela nafasnya dengan panjang dan menikmati teh nya dengan pelan.


Rasa hangat teh buatan Pelangi sama dengan rasa hangat pelukan Pelangi yang mampu membuat hatinya merasa tenang dan damai kembali.


Pelangi..... Dia benar benar telah menjadi Pelangi di dalam kehidupan Arya.


...


Dan beberapa saat kemudian, setelah Pelangi selesai bersiap siap, akhirnya mereka pergi ke pemakaman.


Tidak sampai satu jam, mereka sudah turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam area pemakaman itu.


Di tangan Pelangi menggenggam beberapa tangkai mawar merah, sedangkan Arya membawa keranjang bunga tabur.


Mereka berjalan menuju makam Zelina dengan tangan yang saling bergandengan.


Wajah mereka datar, namun hati mereka yang sudah tidak menentu sekarang.


Sedih, kehilangan, dan juga duka. Semua bercampur di hati mereka masing masing. Ya, itu karena mereka yang sama sama pernah merasakan kehilangan orang yang begitu mereka cintai.


Arya tersenyum tipis saat melihat makam Zelina yang sudah terlihat.


Makam gadis yang pernah sangat dia cintai dulunya. Makam gadis yang pernah membuat Arya merasakan jatuh cinta untuk pertama kali, dan juga gadis yang pernah membuat hati Arya porak poranda setelah kehilangan nya.


Arya dan Pelangi langsung berlutut disisi makam yang ditumbuhi oleh rumput hijau yang menghiasi di atasnya.


Dengan tenang Pelangi meletakkan bunga mawar yang dia bawa ke dekat nisan yang bertuliskan nama Zelina Adiputra.


"Hai Ze.... Aku datang, tapi kedatangan ku kali bersama dengan seseorang. Kamu pasti sudah tahu siapa dia kan" ucap Arya, dia mulai menaburkan bunga di atas makam itu.


"Iya, dia Pelangi. Dia istriku Ze. Dia yang bisa menyembuhkan luka ku karena kehilangan kamu" ungkap Arya. Dia meraih tangan Pelangi dan menggenggamnya dengan lembut. Saling pandang dan saling tersenyum sejenak, hingga kembali fokus melihat makam Zelina di depan mereka.


"Tenang lah disana. Aku yakin kamu pasti sudah bahagia. Dan aku memang ingin kamu bahagia disana, karena aku juga sudah bahagia disini, bersama Pelangi" ungkap Arya lagi.


Pelangi tersenyum dan ikut menabur bunga di atas makam itu.


"Semoga nona tenang disana. Jangan khawatir, saya pasti akan membuat mas Arya bahagia disini. Restui kami ya nona, saya berjanji akan selalu menjadi istri yang baik untuk mas Arya. Agar nona tidak kecewa karena telah menyerahkan mas Arya untuk saya" ucap Pelangi pula.


Arya langsung merangkul pundak Pelangi dan mengusapnya dengan lembut. Perkataan Pelangi benar benar membuatnya tersentuh.

__ADS_1


Pelangi berjanji di hadapan makam Zelina. Meski terlihat biasa, tapi bagi Arya, ini adalah hal yang tidak pernah dia bayangkan.


Setelah puas berbicara pada Zelina, Arya dan Pelangi sama sama tertunduk. Menangkup kedua tangan untuk mengirimkan sebait doa pada Zelina. Berharap gadis itu tenang dan bahagia di atas sana, seperti mereka yang sudah menemukan kebahagiaan disini.


'Ze.... Aku sudah menemukan Pelangiku. Aku mencintai dia. Maafkan aku, aku tidak mengkhianati mu kan?


Izinkan aku bahagia bersamanya ya. Tapi kamu tenang saja Ze, namamu tidak akan pernah hilang dari hatiku. Bukan egois, hanya saja perasaan yang pernah tertanam itu cukup dalam dulunya. Hingga meskipun sekarang sudah ada Pelangi, tapi kamu masih punya tempat tersendiri di sini. Di hatiku..


Tenang disana ya. Kamu akan selalu menjadi kenangan terindah yang pernah hadir dalam hidupku.' Batin Arya dalam hati. Memandang lekat makam Zelina.


Jika dulu dia datang dengan membawa kesedihan dan kerinduan, maka sekarang Arya datang dan memperkenalkan Pelangi sebagai istri dan kebahagiaan nya yang baru.


Arya tersenyum memandang nisan itu. Hatinya tidak lagi perih. Sekarang, dia sudah lebih bisa menerima. Dia yakin, Tuhan pasti sudah membuat Zelina nya bahagia disana. Jika tidak, tidak mungkin kan jika Arya di beri kebahagiaan juga disini.


Setelah selesai berdoa, mereka kembali beranjak. Bersama sama berdiri memandang makam Zelina untuk beberapa saat.


"Kita pulang" ajak Arya


Pelangi tersenyum dan mengangguk pelan. Arya meraih kembali tangan Pelangi, menggenggam nya dengan lembut.


"Kami pergi Ze... " pamit Arya untuk yang terakhir kali.


Arya tersenyum tipis memandang makam itu, dan bergantian memandang Pelangi. Ah rasanya tidak pernah terbayangkan akan seperti ini kisah cintanya.


Zelina hanya untuk di kenang, namun Pelangi adalah sang pemenang.


Selamat tinggal Ze....


Wushhh


Angin dingin terasa menerpa tubuh Arya seperti biasa saat dia meninggalkan makam Zelina. Arya tersenyum tipis. Rasanya seperti ada kehadiran Zelina disini. Terasa tenang namun sudah penuh dengan kerelaan.


Sekali lagi, Arya menoleh kebelakang, memberikan senyuman nya yang terakhir kali pada makam itu. Seolah ada Zelina disana yang mengantar kepergian mereka.


..


...Namamu tak pernah pergi,...


...Meski kebahagiaan lain datang silih berganti....


...Tapi sekarang semua bukan lagi untuk diratapi,...


...Melainkan hanya untuk di terima dan di mengerti....


...Semoga kita sama sama bahagia Ze......


...Terimakasih sudah menjadi kenangan terindah yang akan selalu tersimpan di hati......

__ADS_1


__ADS_2