
Arya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Matanya memandang fokus kedepan, dimana jalanan masih nampak lengang. Cuaca juga sedikit mendung membuat ingatan Arya malah mengingat Zelina nya. Ya hanya itu saja yang dia ingat, tidak ada yang lain. Zelina, dan bunga tulip nya.
Arya sudah pulang dari rumah Pelangi. Dia pulang disaat sudah selesai makan siang bersama Pelangi dan orang tua nya. Perutnya kenyang dan hatinya juga sedikit tenang. Masakan bunda Pelangi sangat enak dan pas dilidahnya. Jika selama ini dia menyukai masakan mama Zelina yang selalu menyediakan ayam bakar madu saat Arya mengunjungi mereka. Maka sekarang sepertinya Arya juga menyukai bebek bakar bunda Pelangi. Bumbu dan rempah khas Indonesia, berbeda dengan mama Zelina yang memasak dengan sedikit ala western. Sama sama enak namun berbeda rasa.
Seperti mawar dan tulip. Sama sama cantik namun berbeda tempat.
Ah... apa yang Arya fikirkan. Padahal tadi dia hanya memikirkan Zelina, kenapa malah menjadi Pelangi dan orang tuanya?
Ada ada saja.
Tapi mau bagaimana jika tidak mengingat nya, jika disaat pulang Arya malah dibawakan bekal bebek bakar oleh bunda Pelangi dan juga beberapa masakan kue lain nya. Dia bilang dia takut Arya kelaparan karena Pelangi yang tidak ada.
Padahal mereka tidak tahu saja jika selama ini Arya sangat jarang memakan masakan Pelangi. Dia lebih memlilih makan mie instan saja.
Cukup lama Arya berada dirumah Pelangi, hingga sore ini Arya baru bisa pulang kerumah. Tidak tahu kenapa, Arya merasa nyaman berada dirumah itu. Dia ingat dengan kenangan masa kecilnya bersama kedua orang tuanya. Dan ketika melihat orang tua Pelangi, Arya merasa dia berada didekat orang tua nya juga.
Arya rindu. Sudah lama dia tidak mengunjungi makam orang tua nya. Mungkin nanti jika ada waktu Arya akan kesana.
...
Sementara dirumah Pelangi. Mereka baru saja mengunjungi makam saudara kembar Pelangi. Dan saat ini baru saja tiba kembali dirumah.
Pelangi langsung merebahkan dirinya disofa. Kepala nya pusing, dan dia juga merasa lelah. Demam nya semalam belum sembuh dan hari ini sudah harus kesana kemari tidak ada beristirahat sama sekali.
Rasanya sedih harus berpisah dari Arya. Meski dirumah sikap Arya dingin dan selalu mengabaikan nya, tapi dengan melihat wajah Arya saja, Pelangi sudah cukup bahagia. Apalagi tadi, rasa sakit ditubuh dan kepalanya benar benar tidak terasa saat menghabiskan waktu bersama Arya dikebun bunga.
Meski Arya hanya diam, tapi Pelangi tidak melihat wajah dingin dan benci seperti biasanya. Arya juga mudah berbaur dengan ayah dan bunda nya. bahkan dia mau memakan dengan lahap masakan bunda. Dan itu benar benar membuat Pelangi sangat bahagia.
Pelangi rasa, sikap Arya dulu tidak sedingin sekarang. Arya yang dulu pasti Arya yang menyenangkan. Ya, pasti. Mungkin saja karena luka sebab ditinggal Zelina lah yang membuat dia berubah menjadi seperti ini.
Nanti Pelangi akan bertanya pada Nara.
Ah.... rencana ingin menginap dirumah bunda beberapa hari saja sudah membuat Pelangi bersedih. Apalagi jika harus berpisah selama nya setelah tiga bulan nanti.
Pelangi tidak yakin bisa mengambil hati Arya secepat itu.
"Hei... malah melamun. Baru juga beberapa jam ditinggal" ucap bunda yang langsung mengejutkan Pelangi.
Pelangi tersenyum dan memandang bunda yang datang dengan segelas teh lemon ditangan nya.
"Udah kebiasaan sama sama bunda" jawab Pelangi. Seraya dia yang beranjak dan duduk untuk meminum teh nya.
"Kamu bahagia sayang?" tanya bunda. Dan pertanyaan bunda itu membuat Pelangi tertegun, dia memandang teh yang ada ditangan nya dengan pandangan nanar. Namun sedetik kemudian dia tersenyum tipis dan mengangguk.
"Bahagialah, bunda kan tahu kalau dari dulu pak Arya yang selalu Pelangi ceritain" jawab Pelangi.
__ADS_1
Bunda tersenyum dan mengusap kepala Pelangi dengan lembut.
"Bunda tahu kamu bohong"
deg
Pelangi langsung mematung mendengar itu. Dia menoleh pada bunda nya dengan pandangan yang canggung.
"Kamu bisa bohongin siapapun kalau kamu bahagia. Tapi enggak dengan bunda nak" kata bunda lagi.
Pelangi tersenyum getir dan langsung meletakkan gelas yang dia pegang keatas meja.
"Kalian menikah karena terpaksa. Dan Arya juga pasti belum bisa menerima kamu kan" tuding bunda.
"Bagaimana bunda tahu?" tanya Pelangi. Sejak dulu dia memang tidak pernah membohongi bunda nya.
"Pandangan matanya gak bisa bohong nak. Dia lelaki yang baik, tapi dia masih terpaksa jalani pernikahan ini" kata bunda lagi.
Pelangi langsung tertunduk dengan mata yang berkaca kaca. Kenapa harus di ungkit? Pelangi sudah mati matian menahan perasaan nya selama ini. Tapi ketika ditanya seperti ini, Pelangi jadi tidak bisa menyembunyikan apapun.
"Dengan kamu yang tidak mengizinkan kami untuk datang saja sudah bisa ditebak, jika rumah tangga kalian memang tidak baik baik saja. Apalagi Arya yang sampai saat ini belum juga meresmikan pernikahan kalian. Jangan dipaksakan nak, jika memang sakit lepaskan. Bunda ingin anak bunda bahagia" ujar bunda seraya meraih Pelangi dan memeluk nya dengan hangat.
Pelangi tidak bisa lagi menahan air mata nya. Dia langsung menumpahkan semua rasa sedihnya dalam pelukan hangat itu. Rasa sakit, sesak dan semua yang dia rasakan selama ini. Hingga membuat Pelangi menangis sesunggukan.
Pelangi menggeleng
"Dia mempunyai kekasih?" tanya bunda lagi
Namun Pelangi tetap menggeleng.
"Lalu kenapa, coba cerita sama bunda. Supaya beban kamu sedikit berkurang sayang" ujar bunda seraya menangkup wajah pelangi dan mengusap air mata itu dengan lembut.
"Pak Arya gak pernah kasar bunda. Dia baik sama Pelangi. Dia kasih Pelangi uang banyak, dia juga mau ngerawat Pelangi waktu sakit. Dia baik bunda" ungkap Pelangi namun dengan isak tangis yang masih dia tahan.
"Iya Arya baik. Bunda tahu. Dia masih menghargai kami sebagai orang tua kamu. Lalu kenapa. Apa yang membuat kamu sedih seperti ini? Apa keluarga nya yang tidak suka kamu?" tanya bunda yang sebenarnya cukup khawatir. Sebulan lebih Pelangi menikah dengan Arya dan selama sebulan mereka menahan hati untuk tidak mendatangi Pelangi meski ingin. Tapi Pelangi sudah menikah, dan tanggung jawab Pelangi sudah ada pada Arya.
"Pak Arya yatim piatu bunda, dia tidak punya siapa siapa selain saudara angkat" ungkap Pelangi.
Bunda mengangguk pelan. Seraya terus mengusap kepala Pelangi
"Tapi..... dia masih trauma untuk menikah bunda. Dia ditinggal mati calon istrinya saat dua minggu lagi mereka akan menikah" ucap Pelangi.
Bunda langsung tertegun mendengar itu.
"Jadi itu yang membuat dia masih berat untuk menerima kamu. Begitu?" tanya bunda.
__ADS_1
Pelangi mengangguk dengan wajah sedih nya.
Bunda tersenyum dan mengusap wajah Pelangi dengan lembut.
"Bunda... apa Pelangi bisa mengambil hati pak Arya. Pelangi ingin dia bahagia lagi. Pelangi mau dia senyum lagi dan menerima Pelangi sebagai istrinya" tanya Pelangi
"Luka nya pasti berat nak, maka sampai sekarang dia belum bisa menerima kepergian calon istrinya itu" sahut bunda.
Pelangi mengangguk pelan.
"Bahkan dia begitu cinta sama calon istrinya bun. Dan kebun bunga tulip yang sering Pelangi datangi juga punya pak Arya. Kebun bunga yang akan menjadi mahar pernikahan nya untuk calon istri dia" ungkap Pelangi.
Bunda langsung terperangah mendengar itu.
"Kebun bunga tulip terbesar itu?" tanya bunda.
Pelangi langsung mengangguk dengan pelan.
"Berarti bunda punya menantu yang super kaya dong" ucap bunda
"Bundaaaaa...." rengek Pelangi.
Bunda tertawa dan memeluk Pelangi dengan gemas.
"Walaupun kaya, tapi bunda juga gak mau lihat anak bunda yang cantik ini sedih setiap hari sayang" ucap bunda dengan suara yang lirih.
Pelangi langsung memandang bunda nya dengan sendu.
"Jika tidak kuat, lepaskan nak. Sesuatu yang dipaksa itu tidak akan baik. Apalagi jika pun Arya menerima kamu, tapi masih hidup dalam bayang bayang calon istrinya, itu juga tidak akan membuat kamu bahagia" ungkap bunda.
"Tapi Pelangi cinta sama pak Arya" gumam Pelangi.
"Kamu masih ingin bertahan?" tanya bunda
"Bunda dukung Pelangi kan?" tanya Pelangi pula.
"Bunda dukung apapun yang akan buat anak bunda bahagia. Tapi berjanjilah, kalau sudah tidak kuat, jangan dipaksakan nak. Pulang lah kemari, bunda dan ayah selalu ada untuk kamu" ucap bunda. Membuat Pelangi langsung memeluk bunda nya dengan erat.
"Bunda.... Maafin Pelangi yang udah buat bunda sedih. Tapi hanya untuk dua bulan ini aja bunda. Kalau Pelangi gak bisa ambil hati pak Arya, Pelangi bakal pulang" ungkap Pelangi seraya menenggelamkan wajah nya dalam dekapan bunda.
Sakit sekali... hanya membayangkan nya saja sudah membuat hati Pelangi bersedih. Bagaimana jika sampai waktunya nanti itu akan terjadi?? Entah lah... Pelangi hanya berharap semoga semua bisa seperti keinginan dan harapan nya.
Bukan hanya bisa hidup bersama Arya. Tapi Pelangi juga ingin Arya merasakan kebahagiaan lagi. Pelangi ingin Arya tersenyum lagi. Dan tahu, jika didunia ini, bukan hanya satu orang saja yang bisa membuat dia bahagia, melainkan masih ada yang lain nya.
"Bunda selalu berdoa untuk kebaikan dan kebahagiaan kamu sayang" ucap bunda begitu dalam.
__ADS_1