Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Petuah Bunda


__ADS_3

Pelangi terlihat begitu nyenyak tidur disofa. Padahal hari sudah mulai sore, namun dia malah tidur setelah selesai makan bersama Arya tadi. Mungkin bawaan kehamilan yang membuat Pelangi jadi mudah tertidur sekarang. Atau mungkin karena dia yang kelelahan karena terus menjaga dan merawat Arya disini???


Entahlah..


Yang jelas Arya benar benar merasa bersalah jika melihat Pelangi.


Saat ini Arya baru selesai membersihkan dirinya. Dia sudah bisa melakukan nya sendiri. Bahkan besok pagi dokter juga sudah memperbolehkan Arya untuk pulang. Dan Arya sudah benar benar bosan berada disini terus, dia juga kasihan melihat Pelangi. Istrinya itu tidak ingin meninggalkan Arya sedetikpun, bahkan saat bunda mengajak Pelangi pulang pun, Pelangi tidak ingin.


"Udah selesai mandinya?" tanya bunda yang baru saja membenarkan selimut ditubuh Pelangi.


"Sudah bunda" jawab Arya. Dia duduk disisi ranjang seraya mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. Duduk memandangi Pelangi yang terlihat masih begitu nyenyak.


"Maafkan saya bunda, saya jadi merepotkan" ucap Arya saat melihat bunda yang kini membereskan sisa makanan mereka tadi.


"Enggak apa apa, kamu kan anak bunda. Mana ada ngerepotin" jawab bunda.


Arya langsung tersenyum getir mendengar itu.


Anak???


Ya ampun, kenapa perkataan bunda terasa menyentuh hati Arya. Dia sudah begitu jahat pada Pelangi namun orang tuanya masih saja baik pada Arya dan menganggapnya sebagai anak sendiri. Bahkan selama Arya dirawat dirumah sakit, ayah dan bunda Pelangi selalu datang menjenguk. Bunda juga setiap hari membawakan makanan dari rumah. Ya, mereka juga sudah kembali kerumah lama mereka, Yang ternyata tidak dijual, melainkan hanya ditinggal saja untuk beberapa waktu karena Pelangi ingin menenangkan diri.


Dan sekarang, rasanya Arya juga sudah seperti memiliki orang tua sendiri. Bahkan ayah ternyata juga mengenal orang tua Arya dulu, karena mereka yang memang satu kampung.


Dunia memang sempit.


Mungkin saja dulu Arya juga sering bertemu dengan Pelangi, hanya saja Pelangi pasti masih begitu kecil waktu itu. Mereka berbeda 12 tahun, sangat jauh dan begitu sulit untuk dibayangkan.


"Ayah kamu lagi masuk angin dirumah, bunda gak bisa sampai malam disini ya nak" ucapan bunda membuat Arya yang sedang melamun langsung terkesiap kaget.


"Oh iya bunda. Gak apa apa, lagipula besok pagi saya juga sudah boleh pulang" ucap Arya


"Iya, kamu mau pulang kemana? Kerumah bunda aja lah dulu, nanti kalau udah sehat baru pulang kerumah kalian" ujar bunda.


Arya langsung menoleh pada Pelangi yang masih tertidur.


"Dimana Pelangi mau saja bunda. Saya tidak masalah" jawab Arya


Bunda tersenyum dan mengangguk.


"Iya, besok kabari bunda aja. Kalau memang mau dirumah bunda biar bunda siapin kamar kalian. Kalau dirumah kamu takutnya Pelangi masih sering mual kalau harus masak. Kasihan kamu gak ada yang masakin nanti" kata bunda lagi.


"Enggak apa apa bunda. Kan bisa beli aja" jawab Arya. Kenapa juga bunda malah kasihan pada Arya? Kan seharusnya yang perlu dikasihani adalah Pelangi???


"Jangan lah, beli terus gak baik untuk kesehatan kamu yang baru pulih" ujar bunda


"Iya, besok saya dan Pelamgi pulang kerumah bunda dulu. Sekalian biar tetangga tetangga disana tahu kalau Pelangi masih ada suami" kata Arya


Bunda yang sedang memasukkan kotak makanan kedalam plastik, langsung terkekeh kecil mendengar itu.


"Kamu tahu dari siapa kalau tetangga pada heboh?" tanya bunda


Arya langsung menggaruk pelipisnya sejenak dengan senyum getir diwajahnya.


"Rangga bun. Dia bilang kalau tetangga pada bilang Pelangi hamil diluar nikah tanpa suami" ungkap Arya


Bunda menggeleng pelan.


"Enggak apa apa, tetangga mah memang biasa begitu. Yang penting kan sekarang kamu udah kembali lagi sama Pelangi" jawab bunda


"Maafkan saya ya bun. Saya bener bener jahat sama Pelangi" ucap Arya lagi.

__ADS_1


"Kamu minta maaf terus deh kalau ketemu bunda. Gak capek?" tanya bunda


Arya tertawa kecil dan menggeleng pelan.


"Rasanya kata maaf seribu kali pun belum cukup bun untuk nebus semua kesalahan saya yang udah buat Pelangi bersedih" jawab Arya


"Yaudahlah, yang udah ya udah. Bunda sama ayah juga udah maafin kamu. Pelangi juga gitu kan. Yang terpenting mulai dari sekarang kamu harus bisa menjadi suami yang baik. Suami yang bisa membimbing Pelangi. Pelangi itu masih anak anak, kadang kadang masih suka keras kepala" ungkap bunda


"Tapi nyatanya dia bisa lebih dewasa dari pada saya bun" sahut Arya


"Itu karena kamu belum menyadari semuanya nak" jawab bunda


Arya langsung mengangguk dan menghela nafas pelan.


"Sudah, jangan fikirkan apapun lagi. Fokus sama kesehatan kamu aja. Supaya bisa sehat lagi dan bisa memulai semuanya lagi dari awal" ujar bunda


"Iya bunda. Saya pasti akan mulai semua nya dengan yang lebih baik. Bunda bisa bimbing saya selalu kan? Nasehati saya kalau saya salah" pinta Arya


Bunda langsung tersenyum dan mengangguk. Rasanya terharu sekali mendengar permintaan Arya ini.


"Tentu saja, kamu anak bunda. Dan bunda pasti ingin yang terbaik untuk anak anak bunda. Yang terpenting kamu jangan tersinggung kalau bunda atau ayah negur kamu atau Pelangi. Kami udah anggap kamu sebagai anak sendiri, bukan lagi sebatas menantu" ujar bunda.


Dan kali ini Arya yang tersenyum haru.


"Terimakasih bunda. Saya benar benar beruntung bisa bertemu dengan Pelangi juga bunda dan ayah. Rasanya rasa rindu pada orang tua saya bisa sedikit terobati" ucap Arya


Bunda langsung mengusap bahu Arya dengan lembut, karena kini dia sudah berada didekat menantu tampan nya ini.


"Jangan sungkan jika ingin apapun nak" ucap bunda


"Tentu bunda" jawab Arya.


Jika mama Zelina juga baik padanya, tapi bunda Pelangi selalu bisa mengingatkan Arya pada ibunya. Dan itu yang membuat Arya benar benar terharu dan merasa senang.


Bertemu dengan Pelangi bukan hanya menemukan kembali dunianya yang hilang, namun juga bisa merasakan kembali kasih sayang dan perhatian dari orang tua yang sudah sangat lama tidak Arya dapatkan.


Sungguh ...


Tuhan benar benar begitu baik pada Arya. Dia membuat Arya kehilangan berkali kali, tapi Dia juga mengirimkan orang orang baik kedalam hidup Arya.


Dan sekarang, Arya benar benar bersyukur.


Setidaknya dia sudah punya alasan untuk tersenyum yang tanpa beban lagi.


"Kalau begitu bunda pulang dulu ya. Nanti kalau sudah mau malam, Pelangi di bangunkan" ujar bunda seraya meraih tas nya diatas meja.


"Iya bunda. Hati hati" ucap Arya


Bunda tersenyum dan mengangguk. Dia pulang bersama supir yang ditugaskan Arya untuk mengantar jemput bunda kerumah sakit ini.


Dan setelah bunda pergi, Arya beranjak turun dari tempat tidur. Dia berjalan mendekat kearah Pelangi.


Arya duduk didekat kaki Pelangi dengan hati hati. Dia memandangi wajah cantik itu yang terlihat tenang dalam tidurnya. Sudah cukup lama Pelangi tertidur, bahkan dia sama sekali tidak terganggu saat Arya dan bunda bercerita cukup lama tadi.


Arya tersenyum tipis seraya membenarkan selimut Pelangi yang sedikit merosot. Tangan nya terjulur dan mengusap perut Pelangi sejenak.


Perut yang sudah mulai membesar dan telah tumbuh anak nya didalam sana.


Sungguh, Arya masih tidak menyangka.


Dan karena usapan tangan Arya itu, Pelangi mulai terbangun. Dia menggeliat pelan dan merubah posisi tidur nya menjadi terlentang. Namun Pelangi langsung membuka mata saat dia merasa jika kakinya seperti menendang sesuatu.

__ADS_1


"Pak Arya" gumam Pelangi


"Enak banget tidur nya" ucap Arya


Pelangi tersenyum tipis sembari menarik selimutnya, apalagi saat melihat wajah Arya yang tersenyum manis padanya. Membuat senyum yang tadinya tipis kini malah semakin melebar.


"Ngantuk banget bawaan nya" ucap Pelangi. Suaranya masih terdengar begitu serak.


"Nanti malam lagi dilanjutin ya, sekarang udah mau senja. Bangun dulu" ujar Arya


Pelangi mengangguk, dan dia benar benar beranjak dengan sedikit kepayahan. Namun Arya langsung membantunya untuk duduk.


"Uuuhh bunda kemana?" tanya Pelangi seraya mengusap matanya


"Bunda baru aja pulang. Ayah masuk angin, jadi bunda gak bisa lama lama disini" jawab Arya


"Ayah pasti minum kopi lagi" gumam Pelangi


Arya tersenyum, dia mengusap rambut Pelangi yang berantakan.


"Pak Arya udah mandi?" tanya Pelangi, saat dia melihat rambut Arya yang masih lembab. Bahkan belum dia sisir.


"Sudah, gerah tidak mandi dari pagi" jawab Arya


"Saya kok malas mandi ya" ucap Pelangi


Arya terkekeh dan mengusap gemas kepala Pelangi.


"Yasudah gak usah mandi. Pagi tadi kan sudah" ujar Arya


"Nanti pak Arya risih" sahut Pelangi


"Enggak, saya suka. Kamu tetap wangi" jawab Arya


"Beneran?" tanya Pelangi


Arya menganguk, bahkan dia langsung mengecup dahi Pelangi dengan lembut


"Masih wangi kok" ucap Arya


Pelangi langsung tertawa kecil dengan wajah yang merona malu.


"Modus banget" gumam Pelangi


"Modus gimana. Saya serius." sahut Arya. Dia menarik dagu Pelangi, mendekatkan bibirnya pada bibir Pelangi. Membuat Pelangi langsung memejamkan mata karena dia fikir Arya akan mencium nya.


Dan memang, Arya memang akan mencium bibir ranum yang selalu menggoda nya itu. Namun saat akan menyentuh bibir itu, tiba tiba pintu terbuka dengan cepat, membuat Pelangi dan Arya lagi lagi terkesiap kaget dan langsung menjauh.


"Arya gawat"


Reynand masuk dengan wajah datar nya yang terlihat panik. Membuat Arya jadi bingung, antara kesal dan heran. Karena lagi lagi tuan angkuh ini datang dan mengganggu moment manis nya.


"Ada apa tuan?" tanya Arya


"Lelaki yang meneror kalian kabur dari penjara. Rangga baru saja mengabari ku. Kini dia dan polisi sedang mencari buronan itu" ungkap Reynand


deg


deg


deg

__ADS_1


__ADS_2