
Arya menghela nafas dengan berat saat melihat Rangga yang berdiri didepan rumah. Ditangan nya memegang sebuah berkas, mungkin berkas perkebunan. Tapi kenapa pagi pagi sekali dia sudah datang, bukan kah dia bisa menunggu ditaman bunga saja. Jika dihubungi mungkin Arya yang akan datang kesana.
"Jadi saya turun atau tidak pak???" tanya Pelangi.
Arya belum tahu jika Rangga sudah mengetahui hubungan pernikahan mereka. Dan jika Arya tahu, entah bagaimana respon nya. Mudah mudahan saja Rangga tidak mencari masalah, karena jika dia berkata sesuatu yang membuat Arya curiga, maka habislah sudah.
"Turun lah, kenapa pula kamu didalam sini" ujar Arya
"Tapi bagaimana jika kak Rangga tahu?" tanya Pelangi
"Kamu bisa bilang jika kamu bekerja dirumah saya" jawab Arya.
Pelangi langsung tertegun mendengar itu. Dia tertunduk dan menghela nafas getir. Kenapa tega sekali, lagi lagi Pelangi hanya di anggap sebagai pembantu.
Setidak ingin itukah Arya menganggap dia sebagai istri???
brak
Suara pintu mobil yang tertutup membuat Pelangi terkesiap. Ternyata Arya sudah keluar duluan. Pelangi menghela nafas kembali dan juga ikut turun dari mobil.
Dapat dia lihat jika Arya sudah berjalan mendekat kearah Rangga yang nampak menyapa nya dengan begitu sopan.
"Selamat pagi pak" sapa Rangga
"Ngapain kamu disini?" tanya Arya
"Saya mau minta tanda tangan bapak untuk proses pembelian lahan baru itu pak" jawab Rangga.
Namun matanya langsung menoleh pada Pelangi yang baru turun dari mobil dan berjalan mendekat kearah mereka.
Rangga pura pura terkejut, padahal dia sudah tahu.
"Loh Pelangi, kamu disini?" tanya Rangga
Pelangi mendengus kesal dibelakang Arya, namun ketika Arya menoleh kearah nya, buru buru dia mendatarkan wajahnya lagi.
"Iya kak" jawab Pelangi
"Kok bapak kenal Pelangi? Apa saudara?" tanya Rangga.
Pelangi menghela nafas jengah. Sepertinya Rangga memang pantas menjadi artis. Seperti Rangga Azof yang ada di tv itu, wajah Rangga juga mirip dengan nya.
"Saya cuma...."
"Dia istri saya"
deg
Pelangi langsung terperangah kaget mendengar perkataan Arya. Dia bahkan sampai memandang Arya dengan pandangan tidak percaya nya.
Apa tadi???
Arya bilang apa???
Istrinya???
Benarkah itu???
Pelangi tidak salah dengar kan??
"Istri bapak?" tanya Rangga sekali lagi. Dia juga tidak percaya jika Arya akan mengakui Pelangi sebagai istrinya. Padahal ketika bertemu direstauran beberapa waktu lalu Arya bilang jika dia tidak punya istri. Kenapa plin plan sekali!
__ADS_1
"Iyalah, kenapa kamu memandang saya begitu?" tanya Arya yang langsung berjalan dan membuka pintu rumahnya.
"Tapi beberapa waktu lalu bapak bilang kalau bapak tidak punya istri?" tanya Rangga lagi.
"Kapan? Saya hanya bilang saya tidak punya kekasih, bukan tidak punya istri" jawab Arya begitu santai.
Rangga yang berjalan dibelakang nya langsung mendengus gerah. Kenapa Arya jadi lupa ingatan begini???
Tidak ... tidak bisa dibiarkan. Jika Arya sudah mengakui Pelangi sebagai istrinya ada kemungkinan pernikahan mereka akan semakin lama. Lalu bagaimana niat Rangga yang ingin menjadi pebinor dan merebut Pelangi dari Arya???
Astaga... benar benar memalukan.
Sedangkan Pelangi nampak mengulum senyum memandang Arya. Ya ampun rasanya senang sekali mendengar pengakuan dari Arya. Bolehkan Pelangi berharap jika Arya sudah mulai ada perubahan.
Rangga mendengus memandang Pelangi yang nampak bahagia.
"Diam" bisik Pelangi memberi ancaman pada Rangga.
Rangga hanya melengos saja memandang Pelangi. Membuat Pelangi tidak bisa untuk menahan senyum melihat wajah kesal itu.
Mereka masuk kedalam rumah mengikuti Arya yang sudah duluan.
"Duduklah" ujar Arya pada Rangga.
Rangga mengangguk dan langsung duduk di depan Arya.
"Kamu masuk kamar" ujar Arya pada Pelangi
"Biar saya buat minum dulu pak" jawab Pelangi
"Masuk saja, Rangga juga tidak lama. Pekerjaan nya banyak dikebun" sahut Arya dengan cepat. Lagi lagi Rangga hanya bisa menahan perasaan kesal. Niat hati ingin bertamu karena ingin melihat Pelangi, malah sudah langsung di usir secara tidak langsung.
"Tunggu apa lagi, masuk" sergah Arya lagi saat Pelangi hanya diam dan memandang Rangga dengan perasaan tidak enak.
"Masuk lah Pel, aku memang akan pergi setelah ini. Kamu terlihat pucat, tidak enak badan ya?" tanya Rangga
"Ya, Pelangi sedang tidak sehat. Maka dari itu dia harus cepat beristirahat" jawab Arya, bukan Pelangi.
"Yasudah istirahatlah" ucap Rangga lagi. Sepertinya dia tidak memperdulikan wajah kesal Arya saat ini. Dan memang itulah yang sedang Rangga lakukan. Membuat Arya kesal. Bahkan tanpa ragu dia memberikan senyum nya pada Pelangi, membuat wajah Arya semakin memerah menahan kesal.
Pelangi tersenyum canggung dan langsung masuk kedalam kamar. Habislah nanti, Rangga benar benar keterlaluan. Bisa bisa nya dia tersenyum seperti itu pada Pelangi di depan Arya.
Apa Rangga tidak tahu jika Arya adalah singa yang baru bangun dari tidur panjang nya???
"Kemarikan berkas itu" pinta Arya pada Rangga.
Rangga yang sedang memandang kepergian Pelangi langsung terkesiap kaget. Dengan cepat Rangga langsung menyerahkan berkas yang dia bawa pada Arya.
"Lain kali tidak perlu datang kerumah. Kamu bisa menunggu saja ditaman" ujar Arya seraya dia yang menandatangani berkas itu dengan cepat. Bahkan terkesan kasar, membuat Rangga langsung tersenyum miring.
"Saya sekalian lewat pak. Lagipula saya juga sedang mencari Pelangi. Tidak tahu nya dia memang tinggal disini bersama bapak. Bapak belum lama menikah dengan dia? Kenapa tidak ada kabarnya?" tanya Rangga
Plak
Arya mencampakkan berkas yang sudah dia tanda tangani didepan Rangga, hingga membuat lelaki itu langsung terkesiap kaget.
Rangga memandang Arya dengan ragu.
"Kamu itu pengawas perkebunan saya kan. Kenapa kamu begitu ingin tahu tentang kehidupan pribadi saya dan Pelangi?" tanya Arya. Nada bicaranya terdengar menggeram. Dan itu membuat Rangga sedikit gentar.
"Pelangi teman saya sejak saya di SMA pak. Dan wajar kan jika saya bertanya" jawab Rangga.
__ADS_1
Arya langsung tersenyum sinis memandang Rangga.
"Hanya teman kan. Sedangkan dia sekarang istri saya. Jadi kamu tidak berhak untuk tahu apapun tentang Pelangi. Termasuk untuk tidak selalu mendekatinya" tegas Arya
Rangga tersenyum tipis dan mengangguk. Tangan nya meraih berkas diatas meja dan mulai beranjak.
"Saya tidak akan berani mendekati istri bapak, apalagi jika bapak mencintai istri bapak itu. Tapi jika tidak, maka saya akan terus mendekatinya" ucap Rangga dengan begitu berani.
Arya langsung berdiri dari atas sofa.
"Kau"
"Saya permisi dulu pak. Tolong jaga dia dengan baik. Jangan sampai mawar itu layu dan mati baru bapak akan menyesal" ucap Rangga. Dan setelah mengatakan itu dia langsung pergi keluar meninggalkan Arya yang mematung dengan wajahnya yang memerah.
Kenapa dia bisa sekesal ini??
Dan kenapa lelaki itu juga begitu kurang ajar memperingati nya tentang hal itu. Tahu apa dia dengan kehidupan Arya dan Pelangi???
Kurang ajar sekali.
Arya mendengus dan kembali jatuh terduduk diatas sofa. Fikiran nya benar benar tidak tenang. Dan kenapa dia bisa sekesal ini. Apa dia cemburu dan tidak suka Pelangi didekati lelaki itu???
Tidak ... tidak mungkin.
Aaaaa sial...
Arya menggeram, dia langsung beranjak dan berjalan menuju kamar Pelangi. Membuka pintu kamar itu dengan paksa. Namun tiba tiba dia langsung terkesiap kaget saat melihat Pelangi yang sedang.....
Tidak berbaju????
"Aaaahhh pak Arya!!!" teriakan Pelangi langsung membuat Arya terkesiap. Dengan cepat dia langsung menutup pintu kembali.
Sial....
Kenapa dia bisa melihat pemandangan itu. Pemandangan yang membuat darahnya berdesir hebat.
Arya menggelengkan kepalanya dan langsung berlalu menuju kamarnya.
Niat hati mau marah dan memperingati Pelangi agar tidak lagi bertemu dengan Rangga, malah hancur seketika.
..
Sedangkan dikamar nya, Pelangi dengan cepat meraih handuk yang tertinggal. Ya, Pelangi lupa membawa handuk saat mandi tadi. Siapa yang menyangka jika Arya masuk dengan tiba tiba. Membuat jantung Pelangi sudah seperti akan mau copot saja.
Tapi....
Sepertinya Arya memang mau marah tadi. Wajahnya nampak merah dan kesal. Sudah jelas, entah apa yang dikatakan oleh Rangga padanya.
Dan ada untung nya juga Pelangi melupakan handuk nya, karena dengan begini Arya tidak jadi marah kan??
Ya, meskipun dia juga malu.
Tapi sudahlah, Arya kan suami nya. Sudah pernah juga Arya menggantikan Pelangi pakaian.
Tapi tiba tiba Pelangi terkesiap. Dia langsung meraba perutnya yang sudah mulai membuncit. Apa Arya melihat perut Pelangi yang membesar ini?????
Sudah mau tiga bulan, sudah jelas perut Pelangi memang sudah berbentuk.
Astaga..
Semoga saja dia tidak menyadari nya!
__ADS_1