Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Arya Kritis


__ADS_3

Kehilangan bagi sebagian orang adalah hal yang wajar. Karena itu merupakan takdir dari yang Maha Kuasa. Tapi jika harus kehilangan berkali kali, merasakan sakit yang sama, dan terluka lagi ditempat yang sama, apa hati masih bisa bertahan???


Bahkan jika boleh memilih rasanya nyawa pun ingin ikut pergi dan menghilang. Bukan karena lemah, tapi karena sudah lelah dihantam oleh takdir yang begitu menyakitkan.


Kehilangan disaat masih membutuhkan penopang hidup, kehilangan disaat ingin merengkuh kebahagiaan bersama, dan sekarang, harus kehilangan disaat menyadari jika ada kebahagiaan lain setelah masa masa terpuruk itu. Rasanya benar benar tidak berdaya dan ingin mati.


Itulah yang dirasakan oleh Arya.


Dia lelaki, kenapa dia lemah sekali???


Arya pun tidak tahu harus menjawab apa. Adakah yang bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Arya sekarang???


Dia pernah mencintai begitu dalam, tak pernah ada rasa sakit dan rasa sedih saat dia menjalin hubungan waktu itu. Bahkan semua terlihat berjalan dengan lancar, hingga disaat dia yakin dia akan memiliki kebahagiaan itu, semua malah hilang dan terenggut dari genggaman Arya.


Sakit, sakit sekali. Bahkan Arya sampai tenggelam bertahun tahun dalam rasa sakit itu. Dia tenggelam dalam kesedihan dan mendung yang tidak berkesudahan. Hingga di satu waktu seseorang datang sebagai Pelangi dalam kehidupan nya, seseorang yang membuat dia bisa sedikit melupakan kesedihan nya. Dan disaat dia sadar pelangi itu adalah sumber cahaya untuk kehidupan Arya yang kelam, tapi cahaya itu malah memilih pergi hanya karena Arya yang terlalu lama menyadari.


Lalu bisakah kalian mengerti rasa sakit itu??


Kehilangan untuk yang kesekian kalinya. Dan terluka lagi untuk yang kedua kali. Bagaimana mungkin Arya sanggup untuk tetap berdiri.


Kepergian Zelina untuk selama lamanya membuat Arya kehilangan separuh nyawanya. Dan Pelangi yang memutuskan untuk pergi, membuat Arya kehilangan separuh nyawanya yang lain.


Lalu, bagaimana Arya bisa tetap hidup??


Tidak Tuhan...


Dia tidak akan sanggup lagi.


Rasa sakit itu begitu besar, rasa cinta itu begitu dalam. Dan harapan yang selalu Arya panjatkan nyatanya tidak pernah bisa dia rengkuh.


Hingga kini Arya sudah terkulai lemah dan tidak lagi berdaya.


Dia sudah kehilangan semuanya. Bahkan hanya untuk sekedar bernafas lagi pun Arya sudah tidak sanggup. Dan tanpa alat bantu pernafasan, mungkin Arya sudah pergi dari dunia yang begitu kejam ini.

__ADS_1


Pelangi masih duduk didepan ruang icu bersama dengan kedua orang tuanya dan juga Rangga. Ketika Arya pingsan dan tubuhnya sudah tidak berdaya, bahkan sangat pucat dan dingin, mereka segera membawa Arya kerumah sakit yang terdekat dari rumah Pelangi.


Yang terdekat, namun harus menempuh waktu hampir dua jam juga. Dan saat ini keadaan Arya benar benar genting. Membuat Pelangi benar benar khawatir.


Masih dia ingat jelas bagaimana pucat nya wajah Arya, bahkan tubuh lelaki itu begitu dingin. Nafasnya yang tidak beraturan dan darah yang terus keluar dari hidung nya.


Pelangi benar benar cemas.


"Bunda,,, pak Arya. Pelangi takut" ucap Pelangi yang sudah tidak bisa lagi menahan perasaan khawatirnya.


"Tenanglah nak, Arya pasti baik baik saja. Berdoa ya" ujar bunda.


Pelangi tertunduk dan kembali meneteskan air matanya. Dia benar benar tidak tahu kenapa Arya bisa seperti itu. Pelangi juga menyesal karena sudah membuat Arya bersedih. Apa Arya trauma dengan kehilangan???


ceklek


Pintu yang terbuka membuat ayah dan Rangga langsung beranjak. Mereka semakin cemas saat melihat wajah dokter yang menangani Arya terlihat tegang dan sedikit panik. Apalagi saat seorang suster berlari dengan cepat keluar, benar benar membuat Pelangi takut.


"Dokter bagaimana?" tanya ayah dengan cepat.


Pelangi langsung terkulai lemas dan menangis begitu pilu dalam dekapan bunda. Bahkan Rangga dan ayah tidak menyangka jika Arya akan seperti ini.


"Sepertinya dia mengalami syok hebat atau tekanan fikiran yang membuat dia tidak memikirkan kesehatan nya sendiri. Ini benar benar bahaya pak" ungkap dokter itu lagi.


"Tolong lakukan yang terbaik dokter" pinta Ayah


Dokter itu mengangguk dan kembali masuk saat suster yang berlari keluar tadi sudah datang dengan membawa sekantung darah untuk Arya.


Mereka semua langsung terdiam dengan wajah panik. Bahkan pelangi sudah tidak bisa menahan kesedihan nya mendengar ungkapan dokter itu tadi.


"Ini salah Pelangi bunda. Ini salah Pelangi yang gak mau ngasih pak Arya kesempatan" ucap Pelangi, dia kembali menangis tidak berdaya.


Apalagi ketika mengingat tentang perkataan Arya yang berkata jika dia sudah mencintai Pelangi tadi. Tapi Pelangi malah meragukan nya.

__ADS_1


Seharusnya Pelangi tahu, bahkan memang harus tahu jika Arya pernah kehilangan yang membuat dia hancur. Dan sekarang, malah Pelangi tambah dengan dia yang meminta untuk berpisah. Dan sudah jelas, Arya mencintai dia maka Arya bisa seperti ini.


Sekarang, Pelangi benar benar menyesal.


"Jangan menyalahkan diri sendiri nak. Arya memang sudah lemah, mungkin dia lelah. Jangan begitu, tenanglah" ujar bunda yang terus memeluk Pelangi. Meski dia sendiri pun takut mendengar keadaan Arya yang seperti ini.


Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan Arya???


Ah, mereka tidak bisa membayangkan jika hal itu sampai terjadi..


"Seharusnya Pelangi tahu, seharusnya Pelangi ingat kalau pak Arya memang punya trauma. Tapi Pelangi malah nambahi beban dia. Bunda,,, Pelangi takut pak Arya kenapa kenapa. Pelangi gak mau pak Arya pergi" kata Pelangi yang masih tidak bisa berhenti untuk menangis.


"Nak.. tenang. Arya gak akan kenapa kenapa. Tenanglah, kita berdoa ya" ucap bunda


"Pelangi... pak Arya gak akan pergi. Dia pasti sehat lagi. Dia cuma lagi terpukul aja. Kamu harus kuat kalau kamu mau dia sembuh lagi" sahut Rangga pula


Pelangi hanya diam, dia tidak bisa menjawab apapun. Mau kuat bagaimana jika saat ini dia benar benar takut dengan keadaan Arya didalam sana.


Rasa kecewa Pelangi dan rasa sakit yang dia alami selama ini nyatanya tidak sebanding dengan perasaan takut yang dia rasakan sekarang.


Pelangi takut Arya pergi, Pelangi takut Arya tidak selamat. Pelangi benar benat takut jika harus membayangkan hal itu.


Ya tuhan...


tolong ... tolong selamatkan Arya.


Bukan karena ucapan cinta dari Arya yang Pelangi dengar tadi, tapi ini karena perasaan cinta Pelangi sendiri yang tidak mau kehilangan Arya.


Mungkin dia sanggup jika harus berpisah dengan Arya didunia, tapi jika melihat Arya pergi selama lamanya. Sungguh, Pelangi tidak akan sanggup.


"Tolong selamatin dia bunda" ucap Pelangi begitu lirih, bahkan setelah mengatakan itu, Pelangi langsung terkulai lemah dalam dekapan bunda.


"Astaga Pelangi !! ayah !!... Pelangi ayah" seru bunda yang panik melihat Pelangi yang sudah pingsan. Dan bukan hanya bunda, tapi juga Rangga dan ayah.

__ADS_1


Kenapa semua jadi rumit begini????


__ADS_2