Pelangi Untuk Arya

Pelangi Untuk Arya
Arya Telah Kembali


__ADS_3

Pagi ini sangat cerah, bahkan begitu cerah sesuai dengan hati Pelangi dan Arya yang sedang dalam keadaan bahagia. Bagaimana tidak, meski masih berada dirumah sakit, namun ketika membuka mata, senyum indah langsung menyambut pagi Arya. Begitu pula dengan Pelangi. Hal yang benar benar tidak dia sangka akan bisa dia rasakan sekarang. Senyum Arya yang sudah bisa dia miliki.


Betapa bahagia nya Pelangi. Dan dia benar benar bersyukur untuk itu. Setelah kesakitan dan kesabaran nya selama tiga bulan untuk meraih hati Arya, akhirnya perjuangan nya tidak sia sia. Arya bisa merasakan kehadiran Pelangi didalam kehidupan nya. Meskipun harus melalui drama terlebih dahulu.


Saat ini, Pelangi sedang menyuapi Arya sarapan. Sarapan bubur yang disediakan oleh rumah sakit. Arya terlihat enggan, namun Pelangi terus memaksa nya.


"Sedikit lagi pak" ujar Pelangi


"Tidak enak pelangi, coba kamu rasa" sahut Arya pula


Pelangi memandang mangkuk bubur ditangan nya dan langsung tersenyum getir. Bubur nasi dengan toping hati ayam yang benar benar tidak menarik sama sekali. Bahkan hanya melihat nya saja sudah membuat perut Pelangi mual.


"Lihat, kamu sendiri saja sudah tidak suka melihat nya. Apalagi saya yang memakan nya" ucap Arya


Pelangi langsung tertawa kecil dan meletakkan mangkuk bubur itu diatas meja.


"Iya iya, sudah. Tapikan bapak lagi sakit. Jadi harus makan yang banyak" jawab Pelangi.


Arya menghela nafas dan menggeleng pelan seraya dia yang meminum air putih nya.


"Tidak akan bisa sembuh jika hanya memakan itu, yang ada saya malah bertambah pusing. Makanan tidak ada rasa" gerutu Arya


Pelangi langsung meringis mendengarnya


"Jadi mau makan apa dong" tanya Pelangi


"Nanti saja makan dengan kamu" jawab Arya


"Bunda lama lagi kemari, mungkin dia sedang masak sekarang" jawab Pelangi


"Yasudah, kamu juga menunggu kan. Tidak mungkin saya kenyang tapi anak dan istri saya kelaparan" ucap Arya


"Aaaahhh manis sekali" sahut Pelangi dengan senyum simpul nya. Bahkan hanya dengan ucapan itu saja sudah membuat wajah Pelangi merona merah.


"Manis apanya, saya kan berkata benar. Cukup sudah saya mengabaikan kamu selama tiga bulan, jangan lagi sekarang. Lagipula nanti juga kamu pasti mau nya juga makan sisa saya" ungkap Arya


Pelangi kembali tertawa mendengar itu. Yah, kebiasaan buruk nya itu masih ada sampai saat ini.


"Bukan mau saya, kan itu juga keinginan anak bapak ini" ucap Pelangi seraya meraba perutnya.


Arya tersenyum dan juga ikut mengusap perut Pelangi, bahkan dia menarik Pelangi agar bisa lebih mendekat kearah nya.


"Ya, saya benar benar merasa bersalah jika mengingat itu. Rasanya masih tidak menyangka jika saya akan mendapatkan dua hadiah sekaligus" jawab Arya


"Dua hadiah?" tanya Pelangi


Arya mengangguk dengan tangan yang terus mengusap perut buncit Pelangi yang memang sudah begitu nampak.


"Istri yang cantik dan juga calon anak yang sudah ada didalam sini" jawab Arya


Wajah Pelangi semakin merona


"Bisa banget merayu nya" jawab Pelangi yang langsung memalingkan wajahnya dari Arya.


Arya terkekeh kecil dan mengusap wajah Pelangi sekilas.


"Bukan merayu, saya kan berkata yang benar" jawab Arya.


"Iya iya, bapak kan memang selalu benar." sahut Pelangi


Arya hanya tersenyum saja dan kembali mengusap perut Pelangi dengan lembut. Rasanya sudah menjadi kebiasaan baru mengusap perut buncit ini.


Hal yang tak pernah terbayangkan oleh Arya sekalipun dalam hidupnya akan memiliki seorang anak. Apalagi setelah kepergian Zelina. Jangankan anak, untuk menikah lagi saja, Arya tidak pernah punya keinginan.


Tapi dengan kedatangan Pelangi, membuat kehidupan Arya benar benar berubah. Hal yang tak mungkin kini sudah menjadi mungkin. Bahkan sebentar lagi dia akan memiliki keluarga sendiri. Dimana sejak dulu, sejak kepergian orang tuanya, hanya Nara lah yang Arya punya. Tapi sekarang, dia sudah akan membentuk keluarga sendiri.


Memiliki istri dan akan memiliki anak.

__ADS_1


Ya Tuhan...


Entah perbuatan baik apa yang Arya lakukan dulu. Padahal dia selalu mengeluh dan selalu ingin cepat mati karena rasa sakit yang pernah dia rasakan. Tapi Tuhan masih begitu baik memberikan nya Pelangi disaat masa masa mendung dalam hidupnya.


"Pak"


Suara Pelangi membuat Arya terkesiap. Dia yang sedang melamun langsung memandang Pelangi dengan lekat. Wanita yang kini sudah menjadi penghuni hatinya, bersanding dengan nama Zelina didalam sana.


"Kalau sudah pulang nanti, kita tidur satu kamar kan?" tanya Pelangi


Arya langsung tertegun mendengar itu. Dia memandang Pelangi dengan pandangan penuh arti. Namun Pelangi yang dipandang malah salah tingkah dengan pertanyaannya sendiri.


"Kenapa hmm?" tanya Arya. Terdengar seperti menggoda.


"Enggak, bapak jangan mikir yang aneh aneh dulu. Saya cuma gak mau tidur sendiri lagi. Kadang kadang kalau malam suka takut, apalagi kalau sedang hujan" jawab Pelangi. Wajah polosnya itu membuat Arya merasa bersalah. Dia jadi mengingat tentang perbuatan nya waktu itu pada Pelangi.


Ya tuhan...


Benar benar kejam memang.


"Iya, saya tidak akan membiarkan kamu sendirian lagi mulai dari sekarang" jawab Arya dengan senyum yang terpaksa. Dia benar benar sedang menahan perasaan yang sulit untuk dijelaskan. Karena benar kata Reynand, penyesalan itu tidak akan bisa dihapus walau sepanjang apapun umur kita. Tetap ada, dan akan tetap bisa dirasakan sampai kapanpun.


"Jangan marah marah lagi" pinta Pelangi


"Saya janji" jawab Arya


"Jangan pulang larut malam lagi" pinta Pelangi kembali


"Tidak akan" jawab Arya yang kini memeluk tubuh Pelangi


"Dan jangan pelit senyum lagi ya" tambah Pelangi yang juga memeluk Arya


"Tidak, mulai hari ini saya akan terus tersenyum. Karena alasan saya untuk tersenyum sudah ada" jawab Arya


"Terimakasih pak suami" ucap Pelangi begitu bahagia


"Apapun yang kamu minta Pelangiku" jawab Arya. Dia mencium pucuk kepala Pelangi dengan gemas.


ceklek


Pintu yang terbuka membuat Arya dan Pelangi terkesiap. Mereka langsung melepaskan pelukan mereka dan memandang kearah pintu, melihat siapa yang masuk dan mengacaukan momen manis mereka pagi ini.


"Ck... tidak ingat jika masih dirumah sakit"  suara Reynand benar benar terlihat mengesalkan ditelinga Arya.


Kenapa juga dia selalu datang disaat yang tidak tepat seperti ini?


Ya, Reynand datang bersama Nara pagi itu. Nara hanya tersenyum simpul memandang Arya dan Pelangi yang terlihat canggung dan salah tingkah. Bahkan Pelangi langsung turun dari tempat tidur dan bergeser sedikit. Membiarkan Reynand dan Nara mendekat kearah mereka.


"Kenapa cepat sekali datang kemari?" tanya Arya


Reynand langsung mendengus senyum miring mendengar itu.


"Kenapa, kami mengganggu ya. Memang sengaja. Kau tidak boleh memanfaatkan waktu waktu seperti ini dirumah sakit. Nanti jika sudah dirumah" sahut Reynand


"Sirik sekali" dengus Arya


"Heh, bukan nya aku sirik. Hanya saja hidupmu itu terlalu mudah. Sudah mengabaikan istri dan anak sendiri, malah bisa cepat mendapatkan maaf lagi. Aku tidak terima" ucap Reynand begitu ketus.


"Kenapa tidak terima. Pelangi masih memberi saya kesempatan kedua. Lagi pula kesalahan yang saya lakukan tidak sefatal tuan dulu. Saya masih memiliki hati nurani, hanya terlambat menyadari saja" jawab Arya


"Dasar, sama saja. Tapi yah, wajar saja, baru juga di ancam dengan perkataan, tapi sudah hampir mati" sindir Reynand


"Seperti dirinya sendiri tidak saja" sahut Arya, dia mulai kesal.


Pelangi mengerjapkan matanya memandang heran pada Arya dan Reynand. Kenapa mereka jadi berdebat sekarang. Dan kenapa juga Arya sudah bisa banyak berdebat begitu??? Biasanya jika Reynand mengajak nya berdebat, Arya pasti menghindar. Kenapa sekarang berbeda????


"Sudahlah, aku memang merindukan kalian yang seperti ini. Tapi jika terus berdebat, kalian akan membuat Pelangi bingung nanti" ucap Nara pada Arya dan Reynand.

__ADS_1


"Biar saja, biar Pelangi tahu bagaimana mengesalkan suami nya ini. Dan aku jamin, setelah ini dia akan pusing melihat kelakuan Arya" jawab Reynand


Pelangi memandang Arya dengan bingung.


"Tidak usah didengarkan Pelangi" sahut Arya


Reynand langsung terbahak mendengar itu. Sedangkan Nara hanya tersenyum simpul seraya mengeluarkan makanan yang dia bawa.


Aryo nya, sudah kembali. Terimakasih Tuhan...


"Sudah, kalian pasti belum sarapan kan, tadi mama membuat sup ini. Kalian bisa makan dulu." ujar Nara seraya menyerahkan sebuah kotak makanan pada Pelangi.


"Seharusnya tidak perlu repot repot nona. Bunda juga tidak lama lagi kemari" jawab Pelangi


"Tidak apa apa, aku sekalian ke perusahaan. Jadi sekalian kemari. Masakan bunda kamu bisa untuk nanti. Lagi pula ini cuma sedikit" jawab Nara


Pelangi mengangguk dan tersenyum simpul.


"Cepatlah kau sembuh, sudah hampir sebulan kau membuat Naraku sibuk, jika kau tidak sembuh juga. Kau yang aku pecat nanti" ancam Reynand


"Iya, besok juga sudah bisa pulang" jawab Arya


"Jangan dipaksakan Yo. Tidak masalah. Reynand berlebihan. Padahal dia yang menghandle, aku cuma menghadiri rapat saja" jawab Nara


"Walaupun begitu kamu juga kelelahan sayang" sahut Reynand


"Tidak" jawab Nara


Arya langsung tersenyum smirk mendengar itu.


"Tidak akan ada yang bisa menggantikan kedudukan saya tuan" ucap Arya terdengar begitu angkuh. Membuat Reynand langsung mendengus kesal. Dan sepertinya Arya yang menyebalkan sudah mulai kembali lagi. Meski kesal, tapi Reynand bersyukur untuk itu.


"Yah... kau sudah mendapatkan dua orang yang membela mu sekarang" dengus Reynand


Nara langsung tertawa dan mengusap bahu Reynand dengan lembut.


"Sudah dimakan lah, nanti keburu dingin, tidak akan enak lagi" uajr Nara pada Pelangi yang sejak tadi hanya diam dan memandang makanan itu saja.


Arya menoleh pada Pelangi dan memandang gadis itu yang terlihat canggung.


"Tidak suka ya?" tanya Nara


"Suka nona, suka. Hanya saja" Pelangi terdengar ragu untuk mengatakan nya.


"Bawa kemari" pinta Arya tiba tiba


"Hei, ini punya mu Yo" ucap Nara seraya menyerahkan satu kotak makanan yang lain.


"Tidak, yang ini saja" jawab Arya. Dia membuka kotak makanan itu dan langsung memakan nya sesendok, dan setelah itu, dia menyerahkan nya pada Pelangi. Membuat Pelangi langsung tersenyum senang dan duduk tanpa malu menikmati sup sisa Arya.


"Heh... apa apaan itu?" tanya Reynand yang heran melihat Pelangi


Nara terkekeh lucu memandang Pelangi dan Arya.


"Bawaan bayi ya?" tanya Nara


Pelangi mengangguk dan tersenyum canggung


"Dia tidak akan mau makan jika tidak sisa ku" jawab Arya


"Astaga... ada ada saja" gumam Reynand


"Itu berarti Pelangi dan bayi mu begitu mencintaimu Yo" ucap Nara


Arya langsung tersenyum simpul dan memandang Pelangi yang merona malu.


"Ya, dan aku bersyukur dicintai oleh mereka" jawab Arya

__ADS_1


...


Dan tanpa mereka tahu, seseorang sejak tadi berdiri didepan pintu yang tidak tertutup rapat. Mematung dengan hati yang benar benar sedih dan perih melihat kebahagiaan mereka.


__ADS_2