
...Hai Kak Nana mau promosi novel baru, jangan lupa tekan favorit dan likenya ya....
...Konflik ringan, cerita tentang anak Leon dan Lily...
...Yuk Mampir...
...****************...
Sinopsis
Kisah tentang seorang pemuda, berparas tampan nan rupawan yang bernama Romeo Andersean, usahanya untuk menghilangkan kutukan "BELALAI TUNDUK."
Belalai yang bersemayam di bawah perutnya, tidak bisa berfungsi dengan baik. Tertunduk lesu bagaikan bunga putri malu.
Konon katanya, kutukan itu ia dapatkan, ketika kecebong Daddynya belum bertemu telur Mommynya. Kala itu, mereka melakukan satu kesalahan di pulau antah berantah.
Kutukan dapat musnah, jika Romeo menikahi seorang wanita yang memiliki tanda kupu-kupu di belakang leher. Tak di sangka, Juliet Aguilera, musuh buyut Romeo sedari dulu, ternyata memiliki tanda tersebut. Desas-desus yang beredar Juliet adalah wanita malam.
Bagaimana kah perjuangan Romeo dalam menghilangkan kutukan? Dan apakah benar Juliet yang dapat memusnahkan kutukan tersebut?
® Yuk ikuti kisahnya
***
__ADS_1
Cuplikan Bab.
Di lain tempat.
"Baby, ayo lah. Aku sudah tidak tahan!"
"Tunggu sebentar, Baby. Kita matikan lampu dulu."
"Haaa Baby, cepatlah. Aku sudah basah."
"Nah, sudah aku matikan, ayo cepat buka bajumu! Atau mau aku yang membukanya?"
"Tawaran yang menarik, aku mau kau buka pelan-pelan ya, ssshh hh aa a...a ....h, oh my... Kau sangat agresif. I like it!"
"Wow, Baby, punyamu besar sekali. Seperti labu air, ayo cepat masukkan Baby!"
"Oke, mau gaya apa? Gaya kupu-kupu? Atau gaya kangguru?"
Kedua mata Romeo enggan berkedip menyaksikan film layar lebar 21+++ di layar monitor, sembari satu tangannya mengelus-elus belalainya di bawah sana.
"Arghhh, damn!" Romeo mendongakkan kepala ke atas, memejamkan matanya. Ia dapat merasakan sesuatu akan keluar.
"Haa h.." Romeo mendes ah lega.
"Romeo!" panggil seseorang dari luar kamar.
"Seperti suara Mommy," gumam Romeo pelan.
__ADS_1
"Romeo! Mommy datang!"
Detik kemudian Romeo segera tersadar. Dengan cepat membuka mata.
"Damn! Aku lupa kunci pintu!" Romeo di landa kepanikan, ia mematikan komputer dan menyambar tisu di atas meja, membersihkan kecebong-kecebongnya secepat kilat. Lalu hendak berjalan cepat menuju pintu.
Brug..
Belum sempat sampai ke daun pintu. Romeo terjatuh tertelungkup, ia meringis kesakitan sejenak sebab belalainya mencium lantai.
"Nak Mommy datang. Buka pintu slotnya!" Lily memicingkan mata di celah pintu kamar Romeo. Begitu pula dengan Leon mengintip di sela-sela. Sebab slot pintu kamar Romeo ada kaitan besi jadi tidak bisa di buka dari luar.
Romeo mengangkat wajahnya, ia melihat ke ambang pintu dan tanpa sengaja bersitatap dengan kedua orangtuanya.
Empat pasang mata itu melebar dengan sempurna, saat melihat pemandangan di dalam kamar anaknya. "Romeo! Apa yang kau lakukan?!" pekik keduanya bersamaan.
"Aku sedang push up Mom!" kilah Romeo berbohong, ia masih tak bergeming dari posisi semula.
"Push up!? Tapi kenapa celanamu kau buka ha!?" tanya Leon dan Lily serempak.
Lantas Romeo menoleh ke belakang. Terpampang bokong padat Romeo menyembul keluar. Ia menepuk jidatnya sendiri, jika lupa menarik celananya kembali. Pantas saja dia sampai terjatuh barusan.
"Romeo Andersean! Keluar kau!" pekik Leon berapi-api.
.
.
__ADS_1
.
Dukung Karya author ya kakak-kakak sayang 😘❤️