Pelangi Untuk Lily

Pelangi Untuk Lily
Chapter 21. Lambe Ooh Aah On Fire


__ADS_3

Perusahaan Co. Marq


Jam menunjukkan pukul 12 siang beberapa karyawan Co. Marq mulai memadati kantin.


Mengisi perut mereka dengan makanan agar mendapatkan energi. Sembari menunggu pesanan di hidangkan, ada yang sedang bercengkarama, ada pula yang sedang bergosip ria bersama rekan kerjanya.


Tampak Lily dan Marimar sudah berada di meja, mereka sedang bercengkrama sambil menunggu makanan yang telah di pesan datang.


Sesekali beberapa mata lelaki memandang ke arah meja keduanya berada. Mereka penasaran dengan sosok wanita yang bersama pria gemulai itu.


"Cantik."


"Bodynya aduhai."


"Anak baru pasti ini."


Begitulah isi pikiran para lelaki buaya karatan.


Bahkan ada satu lelaki yang ingin duduk bersama keduanya, namun mata elang Marimar mengusirnya sembari melototkan mata. Marimar tentu saja tahu isi pikiran lelaki buaya itu!.


"Dasar modus! Ngak bisa deh, lihat yang bening sedikit. Huff!" gerutu Marimar sambil menggerakan gestur tubuh dengan gemulai.


Lily terkekeh pelan melihat tingkah Marimar yang lucu dan menghibur.


15 menit kemudian.


Akhirnya pesanan bakso rudal jumbo, Lily dan Marimar, sudah di hidangkan di atas meja. Seketika aroma bakso menyeruak ke hidung mereka, aroma bakso yang khas bercampur dengan daun seledri. Benar-benar mengunggah selera. Tanpa bersuara mereka segera menyantap bakso rudal tersebut hingga habis tak tersisa.


Lily mengelap mulut dengan tisu dan segera minum agar menetralisir rasa pedas pada bibirnya. Marimar pun melakukan hal yang sama.


Sambil menunggu makanan turun ke dalam lambung, mereka mengobrol sejenak.


"Eh eyke, baru tahu deh kalau you janda 3 anak," ucap Marimar terkekeh sambil meletakkan handphone Lily. Dia baru saja melihat foto Si Kembar.


"Memangnya Marimar, ngak lihat anak-anakku kemarin." Lily menatap Marimar.


"Lihat sih. Tapi eyke pikir itu adik you."


"Ada-ada saja."


Lily terkekeh pelan sambil menggelengkan kepala.


"Eyke kapan-kapan main ke apartment you ya," celetuk Marimar sembari berkaca dan memoles lipbalm bening pada bibirnya.


"Tentu saja."


Lily kembali terkekeh pelan melihat teman barunya ini.


Tak terasa kebersamaan Lily dan Marimar sudah 30 menit berlalu. Mereka pun segera kembali ke ruangan kantor.


Untuk hari pertama Lily masih di arahkan oleh Marimar. Walaupun Marimar pria gemulai, tetapi dia termasuk orang yang tekun dan serius terhadap perkerjaan.


"Mungkin aku harus mulai dari Marimar, siapa tahu ada informasi menarik yang akan ku dapatkan. Semoga saja dalang yang ku curigai memang benar adanya." batin Lily bermonolog.





Di lain tempat, ruang keluarga kediaman Marques.

__ADS_1


Tampak Belle sedang duduk bersantai di sofa empuk. Selagi Darla sedang tidur siang, Belle memanfaatkan waktu senggang dengan berselancar ria di sosial media.


10 menit yang lalu Belle baru saja mengirimkan pesan singkat melalui whatsapp kepada Lily. Tapi tak ada balasannya hingga sekarang.


Belle geram dengan kakaknya, jarang sekali membalas pesannya. Kebiasaan Lily sedari dulu tak pernah berubah, kalau tidak di telpon mungkin dia tidak akan memberi kabar.


"Huhhh, dasar kak Lily" batin Belle dengan raut wajah kesal.


Ketika sedang asik mengscroll laman instagram. Di akun Lambe Ooh Ahh ada satu video yang menarik perhatian Belle, baru saja di posting 15 menit yang lalu.


Di caption tertera.


"Tertangkap kamera seorang pelakor di labrak mantan istri di Restaurant Mint"


Belle mulai menonton video amatir yang berdurasi kurang lebih 2 menit itu. Terlihat dua orang wanita sedang berbicara serius, satu wanita membelakangi si perekam. Hanya bagian tubuh belakang saja yang terlihat.


Lalu satu wanita lagi berambut pirang seperti sedang menahan amarah, Belle menaikkan sebelah alis. Dia seperti mengenal sosok wanita yang tersebut.


"Eh, ini bukannya si nenek lampir itu ya. Syukurin deh!" batin Belle merasa senang melihat Rissa di labrak. Dia memberikan julukan "Nenek Lampir" kepada Rissa.


Deg


"Eh, tunggu dulu kalau yang di maksud nenek lampir adalah pelakor, berarti yang wanita satunya kak Lily donk!" Belle reflek menutup mulut. Pasalnya Lily tidak mungkin melabrak Rissa.


"Ah dasar jari lemes netizen. Selalu saja salah paham," ucap Belle sembari memanyunkan bibir.


"What, Astaga!" Saat melihat Rissa di dalam video mengatakan hal yang tak sebenarnya.


"Hufff, dasar muka ular!" gerutu Belle dengan mimik muka yang kesal.


Detik kemudian, tampak di video Rissa ingin menampar Lily namun di tangkis oleh Lily dengan sigap.


"Syukurin deh! Kakakku di lawan. Ih kalau aku di situ. Udah ku bejek-bejek si nenek lampir!" gerutunya lagi sambil terkekeh.


Belle amat penasaran.


Lantas Belle pun segera membuka kolom komentar yang berjumlah 20 ribu lebih, berbagai jenis komentar dari netizen yang budiman.


"Dasar pelakor! ngak ngaca! "


"Idih, sok cantik bgt. Palingan oplas tuh muka."


"Kasihan banget mantan istrinya. Semoga saja dipertemukan dengan yang lebih baik amin."


"Kalau gue jadi mantan istrinya, gue siram pake air keras. Sok kecakepan banget. Iyuhh jijah deh!"


Begitulah komentar netizen.


Belle menggelengkan kepala, untung saja wajah Lily tak terlihat pada video tersebut. Lalu dia segera mengirimkan video itu kepada Lily. Belle tak berani menelpon kakaknya, sudah pasti sekarang Lily sedang sibuk berkerja.


"Semoga kakak membuka pesanku."


•••


"Belle," panggil Jonathan sedari tadi dia melihat gelagat anaknya.


Belle terkejut sembari mengelus dada.


"Ayah, aku hampir saja spot jantung," gerutu Belle dengan muka kesal.


Jonathan terkekeh pelan seraya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Justru ayah yang harus bertanya pada mu. Apa yang kau lihat di handphone mu nak?" Jonathan menatap dalam Belle.


Belle ragu-ragu ingin mengatakan video viral di instagram tentang Lily yang di labrak.


"Nak!" tegur Jonathan mengelus kepala Belle.


"Eh, iii ya-ya-Dad!" Belle tergagap.


"Ada apa. Apakah ada yang ingin kau sampaikan?" tanya Jonathan menatap sendu.


"Begini, Dad. Di sosial media ada video yang viral tentang..."


Belle tampak bimbang.


"Nak, ayah sudah tahu," ujar Jonathan sembari tersenyum.


"Hah!" Raut muka Belle tampak terkejut.


Jonathan pun akhirnya mengajak Belle untuk duduk di sampingnya. Jonathan menghela napas beratnya.


Entahlah, dia berharap yang terbaik untuk ke 3 anaknya.


Terlebih lagi sekarang sudah ada 4 cucu yang dia miliki. Tapi terkadang Sang Pencipta memberikan ujian kepada umatnya.


Belle mengelus tangan Jonathan. Dia tahu beban yang di miliki oleh ayahnya sangatlah banyak. Di tambah lagi dengan keadaan di cabang perusahaan yang kurang baik.


"Nak, kita biarkan saja kakak mu menyelesaikan masalah. Daddy yakin Lily bisa menghadapi para manusia kotor itu."


Jonathan menatap lurus ke depan dengan mimik muka tampak sedih.


"Belle juga berharap seperti itu Daddy." Belle merangkul ayahnya




"Ya ampun cyin, ada video viral di Lambe Ooh Ahh. Oh My God. Dasar pelakor! masih cantikkan aku," celetuk Marimar saat melihat video viral di sosmed ssmbil meliuk-liukan jari.


Saat ini Lily dan Marimar sedang di sibukkan dengan tugas yang di berikan oleh Melisa. Marimar tampak jengah dengan "Si Bossy" itu julukan yang di berikan kepada sekretaris atasannya, siapa lagi kalau bukan Melisa.


Lily yang masih beradaptasi di kantor, membuka file dan menginput data, walaupun dia sedang menyamar. Lily akan tetap bersikap profesional dengan perkerjaan.


Mendengar celotehan Marimar Lily reflek menoleh ke samping.


"Video apa sih Mar. Serius amat?" tanya Lily sembari jari tangan sedang mengetik.


"Ini ada video viral bok. Ihh kasihan banget mantan istrinya. Eh you udah deh ngak usah dikerjain biarin aja Si Bossy ngerjain sendiri." gerutu Marimar sambil memperlihatkan video viral di handphone kepada Lily.


Lily terkekeh pelan. Lantas dia pun melihat video apa yang sedang viral. Lily membelalakan kedua mata.


"Astaga, itu kan aku dan Rissa" batin Lily.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2