Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Season 2 - Calon Suami


__ADS_3

Dibelahan bumi lain seorang gadis baru saja bangun dan tujuan utamanya adalah mendengar laporan dari anak buahnya.


“Cepat bacakan informasi tentang calon suamiku.” Pinta gadis itu terlihat antusias.


Disebrang telpon sana anak buah dari gadis itu mengusap telinganya akibat teriakan sang bos. “Baik bos, dengarkan baik-baik.”


Namanya Edrice Alzam, pria berusia 29 tahun bekerja sebagai CEO Alzam Group dan pemilik EA Group. Pewaris perusahaan raksasa di bidang pertambangan dan perkebunan di Indonesia milik kakek dari pihak ibu, pemilik Yayasan Alzam serta pemegang saham tertinggi di beberapa perusahaan lain. Selain itu dia memiliki banyak koneksi dalam di dunia hitam karena beberapa dana penyokong organisasi berasal darinya.


“Lalu orang tuanya?” tanya gadis itu tidak sabaran.


“Anak dari pasangan Tuan khumaid dan Nyonya Zenafa, memiliki seorang adik angkat perempuan berusia 24 tahun bekerja sebagai Direktur rumah sakit milik keluarga.”


“Wah rupanya pria incranku sangat kaya raya dan hartanya tidak akan habis 7 turunan.”


“Jangankan tujuh turunan bos, 20 turunan juga masih tersisa. Bahkan masih bisa di bagi-bagi dengan orang lain.”


“Ya sudah kalu begitu cari kegiatan apa saja akan dilakukan oleh calon suamiku setiap harinya, terimakasih.” Perintah gadis itu kemudian membersihkan diri.


***


“Ingin pergi kemana kau Bril?” tanya seorang pria paruh baya duduk di sofa.


“Ayah, aku ingin menemui calon suamiku.” Jawab gadis bernama Bril.

__ADS_1


Ayah gadis itu memjiat pelipisnya dan menghembuskan nafas kasar. “Pria mana lagi yang ingin kau ganggu dan kau paksa untuk jadi milikmu Bril?”


Bril bergelayut manja dilengan ayahnya. “Ayah kali ini aku benar-benar serius dan bukan untuk main-main. Aku sudah menetapkan pria ini untuk menjadi calon suamiku.” Bril menyerahkan foto dan identitas pria yang diakui sebagai calonnya.


Ayah Bril membaca saksama pria yang diincar oleh putrinya. “Yang benar saja Bril pria ini yang kau inginkan? Dia sangat dingin dan tidak ingin tersentuh dengan gadis manapun. Bagaimana kau bisa menyukai pria seperti ini hah?”


“Ck ayah ku tersayang tenang saja, apun bisa Bril dapatkan. Tugas ayah hanya merestui Bril. Sudahlah Bril akan mendatangi kantornya sekarang. Dadah ayah..” Bril berlari keluar dan langsung menuju garasi mobil.


Dia memilih menggunkan mobil berwarna putih yang sudah di desain oleh dirinya sendiri. Dengan wajah cerianya semua pengawal yang sedang bertugas di halaman rumah di sapa manis oleh gadis itu.


“Pagi menuju siang paman-paman, bibi-bibi, kakak-kakak…”


Mereka yang disapa melambaikan tangan pada Bril. Sudah biasa Bril melakukan hal seperti itu pada mereka.


“Honey tunggu kedatanganku sayang, aku sedang meluncur kesana.” Ucap Bril memandang foto Ed yang sudah dia cetak dan tempel di mobilnya.


Dengan penuh percaya diri Bril berjalan masuk ke dalam. Keberadaan Bril membuat seisi kantor riuh, pasalnya Bril terlihat sangat bersinar di mata para karyawan.


“Selamat siang, dimana letak ruangan CEO?” tanya Bril mendatangi resepsionis.


“Halo selamat siang..” sapa Bril karena 2 karyawan wanita ini hanya berdiri mematung menatap dirinya.


“Oh iya nona, ruangan CEO ada di lantai 45 sebelah kanan.” Jawab seorang wanita yang sudah tersadar akibat pesona Bril.

__ADS_1


“Terimakasih, semangat bekerja kakak.” Ucapan semangat Bril membuat mereka yang ada disitu tersenyum bahagia. Baru kali ini mereka disemangati gadis cantik dan ramah seperti Bril.


Saat Bril sudah masuk lift mereka berteriak histeris.


“Aaaa sungguh cantik sekali nona tadi.”


“Selain cantik dia sangat ramah sekali.”


“Bahkan dia menyemangati kita.”


“Ehh nona tadi siapa ya?”


“Entahlah, mungkin kekasih Tuan Edrice.”


“Jika benar itu kekasihnya maka dengan senang hati aku akan mendukung hubungan mereka.”


***


Dilantai paling atas seorang pria sedang focus membaca berkas namun kegiatannya harus berhenti karena pintu ruangannya di buka paksa oleh seseorang.


Brakkk…


Dengan sigap pria itu berdiri waspada.

__ADS_1


“Selamat siang calon suamiku…” sapa Bril menebar senyum manis pada Ed.


“Kau lagi? Apa maumu?” tanya Ed menatap tidak percaya gadis di depannya.


__ADS_2