Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 36 - Jeremy dan Vely dibuat Malu


__ADS_3

"Bukankah kamu itu Vely? Istri seorang pengusaha bernama Andika Johan Pratama." Kata Kak Dinda dengan suara keras.


Kak Dinda sengaja berkata keras supaya orang-orang yang sedang memperhatikan mereka ikut menyadari.


Benar saja mereka yang sedang memperhatikan menyadari jika wanita itu adalah istri Dika yang merupakan seorang pengusaha dan mantan anak keluarga Andara.


"Bukankah dia istri Tuan Dika?"


"Iya tapi mengapa dia berkata jika pria itu kekasihnya?"


"Ternyata benar jika dia memang wanita tidak benar."


"Sudah punya suami tampan dan mapan saja masih berselingkuh dia."


Vely yang menyadari dia melakukan kesalahan langsung memakai kembali masker dan topinya. Jeremy sendiri masih mematung terkejut berdiri diantara Kak Dinda dan Vely.


Vely berniat untuk kabur tapi dengan cepat Kak Dinda menarik tangan Vely dan mendorongnya hingga terjatuh ke lantai.


"Kamu sudah punya suami tapi berani mengatai aku merebut kekasihmu." Kata Kak Dinda mengejek Vely.


"Dan kamu Jeremy, apa benar jika dia kekasihmu?" Kak Dinda juga menatap tajam Jeremy.


"Tidak sayang, itu tidak benar. Dia itu berbohong." Kata Jeremy membantah pertanyaan Kak Dinda.


"Sayang mengapa kamu tidak mengakui hubungan kita?" Vely merasa kecewa dan tidak terima karena Jeremy tidak menjawab jujur.

__ADS_1


"Oh jadi kekasih gelap dari wanita jahat ini adalah kamu." Kak Dinda menatap Jeremy dengan jijik.


"Apa maksud kamu sayang aku tidak mengerti." Jeremy mencoba memegang tangan Kak Dinda tapi Kak Dinda menolaknya.


"Apakah kamu tidak melihat berita yang memuat kacaunya pesta pernikahan dia dengan suaminya?"


Jeremy menggelengkan kepala karena dia memang tidak mengetahui apapun tentang kacaunya pesta pernikahan Vely. Hal itu terjadi karena dia sedang mengunjungi Tuan Rian di luar kota. Tuan Rian adalah pria yang mengadopsi Jeremy menjadi anaknya dan Tuan Rian juga papa kandung Vely.


Jeremy juga sengaja mematikan handphone yang khusus digunakan untuk berkomunikasi dengan Vely sehingga dia tidak tahu jika Vely selalu menghubunginya.


Terkejut, itu yang sekarang sedang dirasakan Jeremy. Dia menatap Vely seperti meminta jawaban apakah yang dikatakan Kak Dinda benar atau tidak. Dan Vely menganggukan kepala tanda iya.


"Karena kamu tidak tahu maka akan aku ceritakan sedikit kekacauan yang terjadi dipesta pernikahan wanita itu. Dipesta waktu itu terbongkar jika Vely memiliki kekasih gelap dibelakang Tuan Dika dan dia bersama kekasihnya bersama-sama berniat buruk merebut harta keluarga suami Vely. Dan ternyata kamu kekasih gelap wanita jahat ini. Itu baru salah satu kekacauan yang terjadi belum yang lainnya." Kak Dinda senang bisa membuat Jeremy dan Vely dipermalukan seperti ini dimuka umum.


Jeremy menggelengkan kepada menatap Kak Dinda.


"Jangan panggil aku sayang. Aku sangat jijik mendengarnya. Untung saja kebohongannu cepat terbongkar Jer, jika tidak pasti kamu juga berniat menguasai harta kekayaan keluarga ku. Dan mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi."


Plak...


Kak Dinda menampar pipi Jeremy dengan sangat keras. Dia tersenyum senang bisa melupakan emosinya.


Jeremy sendiri terkejut melihat Kak Dinda menampar pipinya depan umum. Sakitnya tidak seberapa tapi malunya itu yang sangat banyak.


Vely sendiri masih terduduk dilantai menahan rasa malu yang sama dengan Jeremy. Vely sedang mengingat siapa sebenarnya wanita itu yang sepertinya sangat mengetahui kekacauan yang terjadi saat pesta pernikahannya.

__ADS_1


Kak Dinda mentap sinis Vely lalu mendekatinya.


"Apakah kamu sedang mengingat siap sebenarnya diriku?"


Vely terkejut manatap wanita itu yang mengetahui isi pikirannya.


"Baiklah akan aku perkenalkan diriku. Namaku Adinda Nareta Andreas biasa dipanggil Dinda. Aku sesepu dari Alfian Anggara suami Fricilla Andini Windari dan aku kakak perempuan dari Anjar Narendra Andreas."


Ucapan Kak Dinda membuat Vely teringat dengan wanita yang ikut bersama Cila waktu itu. Ternyata wanita didepannya ini bukan orang sembarangan.


"Bagaimana? Sudah ingat dengaku yang juga menghadiri pesta pernikahanmu waktu itu? Oh iya aku juga buka perebut kekasihmu karena kekasihmu inilah yang mendekati aku. Mungkin karena dia tahu aku ini termasuk pengusaha muda yang cantik dan kaya." Kata Kak Dinda dengan menyombongkan diri.


"Ya sudah aku sangat muak melihat wajah kalian berdua. Aku ingin pulang dan membersihkan diri supaya tidak tertular virus dari kalian."


Kak Dinda menatap jijik Jeremy dan Vely lalu meninggalkan mereka berdua yang masih menjadi tontonan orang banyak. Tidak sedikit dari mereka juga merekam aksi Kak Dinda yang menarik lengan Vely hingga terjatuh ke lantai sampai aksi Kak Dinda menampar Jeremy.


Kak Dinda pergi dengan perasaan sangat senang menuju parkiran mobil.


"Sepertinya Kak Dinda sangat bahagia ya?"


Kak Dinda mentap Cila dan terkekeh.


"Tentu saja. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui."


"Kenapa bisa seperti itu kak?" tanya Cila tidak paham.

__ADS_1


"Rencana aku hanya mempermalukan mereka tapi sepertinya mereka juga akan bertengkar hebat. Tidak hanya itu perusahaan milik mereka juga berdampak buruk setelah tersebar video tadi dan Vely akan membuat keluarga Dika semakin membencinya." Ucap Kak Dinda tersenyum senang.


"Wah benar juga kak ini karena ulah kita berdua.Vely juga bergerak cepat setelah aku mengirimkan foto Kak Dinda dan Jeremy kepadanya. Hal itu membuat dia terjebak dalam banyak masalah."


__ADS_2