
Hari ini Cila dan si kembar baby boy di perbolehkan pulang oleh dokter yang menangani mereka. Sedangkan baby girl belum di perbolehkan untuk pulang dikarenakan kondisinya masih lemah. Hal tersebut membuat Cila sangat sedih karena harus berpisah dengan putri kecilnya.
Cila takut terjadi sesuatu dengan putri kecilnya mengingat masih ada musuh yang mengincar dirinya dan anaknya.
"Jangan sedih, putri kita pasti baik-baik saja. Aku sudah menempatkan penjagaan ketat untuk Rilla dan ada Alin serta Anjar yang akan menemani." Ucap Alfi menghibur Cila yang masih berat meninggalkan Rilla.
"Benarkah Anjar dan Alin akan menjaga putri kita disini?" Tanya Cila memastikan.
"Iya sayang, Alin merasa bersalah tidak bisa melindungi kamu. Oleh karena itu dia mengajukan diri menemani Rilla disini bersama dengan Anjar." Ucap Alfi mengingat gadis bar-bar itu merasa sangat bersalah tidak bisa datang tepat waktu.
Alin sebenarnya sudah mendapatkan informasi jika anak buah Tuan Gerry akan melaksanakan misi khusus kepada Cila. Namun prediksinya salah, Alin sangka Cila akan di celakai saat dia akan melahirkan bukan saat bersama Alfi.
"Ah gadis itu walaupun dia tidak salah namun sangat bertanggungjawab." Alin sangat menyukai Alin, terlepas dari tingkahnya yang bar-bar tapi gadis itu pintar dalam banyak hal terutama dalam hal bela diri.
Entah mengapa dalam diri Cila tiba-tiba ingin menjadi wanita yang kuat dan pintar bela diri.
"Cila ayo pulang, semua barang-barang sudah mama bereskan." Ucap Mama Rena pada Cila.
"Mama keluar dulu, Cila ingin menemui Rilla lagi, sebentar saja." Pintar Cila pada mamanya.
Saat ini Rilla si bayi cantik itu ditempatkan di ruangan bayi yang sudah di jaga ketat oleh anak buah Alfi dan Dragon Gold. Ditambah Alin dan Anjar yang akan standby 24 jam dekat bayi mungil itu.
"Rilla sayang, ibu pulang dulu ya. Jangan nakal dan rewel disini. Tenang saja ada Paman Anjar dan Bibi Alin yang akan menemani putri cantik ibu disini. Lekas membaik ya nak, ibu dan ayah serta saudara kembarmu menantimu dirumah." Ucap Cila menimang putrinya yang baru berusia 3 hari.
"Putri ayah, ayah tau kamu anak kuat. Jangan buat ibumu khawatir dan lekas sembuh ya. Ayah sangat menyayangimu." Alfi mengecup kening putrinya yang masih tertidur lelap.
__ADS_1
"Alin, Anjar tolong jaga putriku. Jangan sampai dia lecet sedikitpun." Pinta Cila pada 2 orang itu.
"Pasti, tenang saja aku akan menjaga keponakan ku yang cantik ini dengan baik." Jawab Anjar tersenyum.
"Iya tenang saja, percayalah si cantik ini akan baik-baik saja." Alin tahu jika Cila sangat takut putrinya di celakai oleh anak buah Tuan Gerry tapi Alin janji dengan dirinya sendiri kali ini dia tidak akan kecolongan lagi.
Setelah berpamitan pada Rilla, Cila dan Alfi langsung pulang bersama Rian dan Rico. Mobil disupiri oleh Zay dan dikawal oleh 6 mobil yang mengapit depan, belakang, kanan dan kiri. Untung saja jalanan lenggang jadi.
Sampai dirumah mereka disambut oleh para pengawal, pelayanan, Mami Ara, Tante Hesti dan Dinda.
Melihat kedatangan Cila dan 2 cucu laki-lakinya, Mami Ara langsung menghampiri Rian yang digendong oleh Alfi sedangkan Tante Hesti mengambil Rico yang digendong oleh Mama Rena.
"Aduuh ganteng-ganteng semua yaa mbak, pasti kalo besar jadi rebutan banyak wanita." Celetuk Tante Hesti melihat 2 bayi laki-laki itu.
"Ya sudah ayo masuk, kasihan Cila harus banyak istirahat. Alfi kamu temenin Cila istirahat biar Rian sama Rico kita yang jaga." Perintah Tante Hesti pada Alfi.
Alfi langsung membawa Cila ke kamar untuk beristirahat sedang 2 baby boy langsung dikuasai oleh 3 nenek mereka. Belum lagi ada Dinda, para pelayan dan pengawal yang tidak sabar menoel-noel pipi 2 baby boy itu.
***
Malam hati di rumah sakit terlihat seorang dokter dan 2 orang suster berjalan dengan tenang menuju ruangan si bayi cantik Rilla berada.
"Maaf dok, bukannya nona muda baru di periksa 30 menit yang lalu, kenapa sekarang diperiksa lagi?" Tanya seorang pengawal mencurigai dokter dan suster tersebut.
"Oh ini karena kami tadi belum menyuntikkan vitamin pada nona muda jadi kami kembali lagi." Jawab dokter tersebut dengan tenang.
__ADS_1
"Periksa apa yang dibawa suster itu." Perintah pengawal itu pada temannya.
Beberapa cairan yang dibawa suster diperiksa oleh pengawal Dragon Gold dan hasilnya memang itu vitamin. Setelah dipastikan aman baru mereka dipersilahkan masuk.
"Baiklah silahkan masuk dok."
Dokter tersebut masuk bersama 2 susternya. Saat masuk terlihat Alin sedang menimang Rilla yang baru terbangun. Sedangkan Anjar duduk sambil mengecek email masuk dari manajer hotel tempatnya.
"Selamat malam tuan dan nyonya." Sapa dokter tersebut ramah.
"Malam dok, ada keperluan apa datang lagi kesini? Bukannya keponakan saya baru diperiksa sekitar 30 menit yang lalu?" Tanya Anjar menatap dokter itu heran.
"Saya tadi belum memberikan vitamin dengan nona muda tuan jadi saya kembali lagi untuk memberikan vitamin." Jawab dokter tersebut tersenyum.
"Boleh aku periksa obatnya?" Tanya Alin yang selalu waspada.
"Tentu saja boleh nyonya."
Alin memberikan Baby Rilla pada Anjar, dengan sigap Anjar menggendong keponakan cantiknya itu.
Alin memeriksa obat yang akan diberikan pada Rilla dan memang itu vitamin.
"Baiklah silahkan lakukan tugas anda dok."
Seorang suster mengambil Rilla dari gendongan Anjar dan dokter mulai memberikan vitamin.
__ADS_1