
Abrian menatap gadis di depannya dengan teliti. Hidungnya mancung, bola matanya biru, bulu matanya lentik dan rambutnya hitam legam. Sedikit goresan di keningnya serta sudut bibir lebam tapi tidak. mengurangi kecantikan gadis didepannya.
"Kau seorang putri yang terbuang." ucap Abrian to the point.
Nafa terkejut mengetahui Abrian tahu tentangnya. Dia menatap waspada Abrian, takut jika orang di hadapannya memiliki niat buruk yang bisa merugikan dirinya.
Abrian terkekeh melihat Nafa selalu waspada padanya. "Sudah ku bilang aku bukan orang jahat."
"Siapa om sebenarnya? Kenapa bisa tahu jika aku seorang anak yang tidak diinginkan?" Ada rasa sakit di hati Nafa saat kalimat anak yang tidak diinginkan keluar dari mulutnya sendiri.
"Jangan panggil aku om, usiaku kita hanya terpaut 5 tahun saja. Aku sudah mengetahui identitas mu. Seorang putri dari keluarga terhormat yang tidak diinginkan keluarganya, termasuk ayahmu sendiri. Aku benar bukan Nona Senafa Gu?" ucap Abrian menekankan nama gadis di depannya.
"Tidak ada marga Gu dalam namaku." Nafa berkata dingin dan matanya terlihat memerah.
"Kenapa? Bukankah Keluarga Gu sangat terhormat dan memiliki harta berlimpah. Seharusnya kau bangga bisa menjadi bagian dari mereka."
"Hanya orang haus akan kehormatan serta kekuasaan yang mau menjadi bagian dari mereka." ujar Nafa yang sudah menjalani hidup pahit saat menjadi bagian dari mereka.
Flasback On
__ADS_1
Seera seorang wanita yang bekerja sebagai pembantu di kediaman Gu harus menjalani hidup tersiksa setelah mengalami pelecehan yang dilakukan oleh anak tunggal tuan dan nyonya Gu.
Saat itu usia Seera baru 20 tahun dan dinyatakan hamil. Seera yang dipaksa oleh tuan dan nyonya Gu berkata jujur siapa ayah dari bayinya terpaksa berkata jujur.
Jonathan Gu adalah ayah bayi yang di kandung, putra majikannya. Pria yang memiliki hobi bergonta-ganti pasangan dan sulit untuk di atur itu yang membuat Seera mengandung. Tentu saja itu membuat tuan dan nyonya Gu marah besar pada putranya.
Demi menutupi aib dan menyelamatkan nasib calon cucu mereka, tuan dan nyonya Gu memaksa Jonathan untuk menikahi Seera. Jonathan menolak keras permintaan orang tuanya karena dia sudah memiliki kekasih yang menurutnya jauh lebih baik dari pada Seera.
Tapi karena ancaman orang tuanya Jonathan akhirnya mau menikah dengan Seera. Pernikahan hanya dilakukan secara sederhana atas kemauan dari Jonathan dan Seera.
Awalnya hidup Seera baik-baik saja karena orang tua Jonathan sangat menyanyangi dirinya dan bayi yang dia kandung. Bahkan sampai Seera melahirkan dan anaknya diberi nama Senafa Gu oleh ayah mertuanya, hidupnya aman dan damai.
Tapi sesuatu berubah saat ayah dan ibu mertuanya meninggal akibat kecelakaan. Nafa yang saat itu baru berusia 3 tahun harus kehilangan kasih sayang dari kakek serta neneknya. Ayahnya juga sudah tidak memperdulikan Nafa lagi.
Sampai usia Nafa menginjak 17 tahun, siksaan keji terus menimpa Nafa apalagi setelah ibunya meninggal karena dibunuh oleh Kinan, ibu tirinya. Nafa dari seorang nona muda Gu berubah menjadi pelayan rendahan. Nafa tidak diizinkan berkuliah padahal Nafa adalah gadis yang cerdas. Ayahnya sama sekali tidak memperdulikan dia. Bahkan secara terang-terangan mengusir Nafa dari rumah tapi selalu dilarang oleh Kinan, ibu tiri Nafa.
Kinan melarang Nafa pergi dari rumah karena seluruh harta kekayaan tuan dan nyonya Gu terdahulu sudah menjadi milik Nafa seluruhnya. Hanya apabila Nafa sudah berusia 20 tahun, Nafa berhak seutuhnya mengelola asset milik Gu tanpa campur tangan orang kepercayaan tuan dan nyonya Gu terdahulu.
Oleh karena itu Jonathan dan Kinan masih mempertahankan Nafa karena menunggu Nafa berusia 20 tahun dan memaksa Nafa mengalihkan seluruh asset pada Jonathan baru mereka melepaskan Nafa.
__ADS_1
Dan hari ini, Nafa berhasil kabur dari rumah yang berisi orang-orang keji berkat bantuan sahabat ibunya yang masih bekerja sebagai pelayan di rumah itu. Sahabat ibunya berkata jika Nafa akan dipaksa menikah dengan seorang pria pilihan ibu tirinya. Dengan begitu mereka semakin mudah untuk memperalat Nafa lewat suaminya nanti.
Nafa kabur lewat halaman belakang rumah yang sepi penjagaan dengan memanjat pohon lalu loncat keluar pagar. Sayangnya seseorang melihat dia kabur dan melaporkan pada ibu tirinya. Alhasil terjadi aksi kejar-kejaran antara Nafa dan anak buah ibu tirinya.
Untung saja dia bertemu dengan Abrian dan berhasil lolos dari kejaran ibu tirinya.
Flashback Off
"Jadi apa kau ingin membalas perbuatan mereka?" tanya Abrian setelah Nafa selesai bercerita.
"Tentu saja. Aku harus membalas semua perbuatan mereka. Karena mereka aku harus berpisah dan kehilangan ibu. Tidak akan aku biarkan mereka hidup bahagia." Amarah menguasai hati dan pikiran Nafa, tidak ada kata maaf lagi di hati Nafa untuk ayah dan ibu tirinya.
"Kau harus kuat dulu baru membalas semua perbuatan mereka. Jika tidak kau pasti akan kalah. Jika kau mau aku bisa melatih dirimu menjadi kuat." Kata Abrian menawarkan bantuan.
"Kenapa kau mau membantu ku?" tanya Nafa yang merasa kurang yakin dengan tawaran Abrian. Bagaimana bisa yakin, mereka baru bertemu tadi tapi Abrian memperlakukan dirinya dengan baik bahkan menawarkan bantuan.
"Pertanyaan yang bagus. Kau jangan salah paham, aku mau membantu mu karena nasib dirimu hampir sama dengan ibuku. Jika nanti bertemu ibuku kau boleh bertanya-tanya dengannya" Jelas Abrian tidak ingin menceritakan sekarang pada Nafa.
Nafa menimbang sebentar tawaran Abrian, tidak ada salahnya dia menerima tawaran pria di hadapannya. Toh jika buak Abrian siapa yang bisa membantunya.
__ADS_1
"Baik aku Terima tawaran mu." ucap Nafa yakin.
"Pilihan yang tepat. Baik bersiaplah besok pagi aku akan melatih mu dengan keras. Siapkan fisik mu dengan baik." kata Abrian lalu pergi meninggalkan Nafa.