
Suara bayi terdengar keras di telinga Alfi dan lainnya. Sudah pasti itu anak Alfi dan Cila tapi suara bayi terdengar sangat ramai sekali.
“Apa itu suara anakku? Anakku sudah lahir, anakku sudah lahir.” Terlihat raut wajah bahagia menyelamuti Alfi setelah mendengar suara bayi. Alfi yang tadinya hanya diam kini loncat kegirangan tanpa ada rasa malu sedikitpun.
“Alfi selamat kamu sekrang sudah resmi menjadi ayah dan mami menjadi oma.” Ucap Mami Ara pada anaknya.
“Selamat ya nak, semoga kamu bisa menjadi ayah yang baik untuk anakmu nanti.” Kata Mama Rena pada menantunya.
“Selamat ya fi udah jadi babeh lo, ahh gue ngak sabar liat muka keponakan gue.” Zay ikut mengucapkan selamat pada Alfi.
“Terimakasih semuanya,” Balas Alfi dengan senang.
Tidak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi bersama rekannya.
“Selamat Tuan Alfi atas kelahiran putra putri anda, mereka lahir dengan selamat. Untuk kondisi istri anda saat ini sudah mulai stabil dan akan dipindahkan ke ruang perawatan.” Ucap dokter tersebut menyalami Alfi.
“Terimakasih dok.” Ucap Alfi tulus.
“Putra putri? Apa cucu saya kemabr dok?” Tanya Mami Ara menyadari ucapan dokter tadi.
“Iya betul nyonya,” Jawab rekan dokter tadi.
“Wah jadi cucu kami ada 2 dok, mbak cucu kita 2.” Kata Mama Rena memeluk Mami Ara.
“Bukan 2 nyonya, tapi 3. Nyonya Cila melahirkan 2 putra dan 1 putri.” Ujar dokter meralat perkataan Mama Rena.
“Apa? 3 dok? Keponakan saya 3?” Kali ini Zay yang terkejut sambil menujukkan 3 jari pada dokter untuk memastikan.
__ADS_1
“Benar tuan, apa sebelumnya Nyonya Cila tidak melakukan USG? Tanya dokter heran dengan keuarga ini.
Alfi yang dari tadi diam akhirnya membuka suara.
“Istri saya selalu meakukan pemeriksaan rutin dok tapi memang kami sengaja tidak mengecek jenis kalamin dan jumlah bayi kami karena ingin sebagai kejutan. Tapi sekarang bukannya mereka saja yang terkejut tapi saya juga ikut terkejut.”
“Oh begitu, yang terpenting mereka lahir dengan selamat tapi nanti saya minta Tuan Alfin anti menemui saya karena ada yang harus saya bicarakan pada anda.” Kata dokter menatap Alfi dan diangguki oleh Alfi.
Saat ini mereka berkumpul dirungan yang sudah disiapkan oleh pihak rumah sakit sesuai permintaan Alfi, Cila dan anak-anaknya ditempatkan disatu ruangan. Tujuannya supaya mudah mengawasi mereka.
Cila sendiri sudah sadar beberapa jam setelah oprasi dan saat ini sedang menggendong salah satu putranya.
“Aduh cucu oma cantik sekali.” Mami Ara menimang cucu perempuannya terlihat sangat senang.
“Lihat mbak cucu kita satu ini mirip banget sama Alfi.” Ucap Mama Rena yang juga menimang salah satu anak Alfi dan Cila.
“Aduh ngak sabar mau pamer sama ibu-ibu arisan Ren, pasti mereka iri liat kita udah punya cucu langsung 3 lagi.” Kata Mami Ara terlihat antusias.
“Iya boleh ma,” Jawab Cila tersenyum melihat 2 orang nenek itu.
“Ini cucu-cucu mami Namanya siapa aja Cila?” Tanya Mami Ara.
“Nanti tunggu papanya dulu mi,” Kata Cila tertawa.
Sedangkan Alfi saat ini sedang bertemu dengan dokter dan mendengarka penjelasan dokter tersebut.
“Jadi putriku sempat terkena racun ditubuhnya?” Tanya Alfi setelah mendengar penjelasan dokter tersebut.
__ADS_1
“Benar tuan, walupun sudah bisa dikeluarkan namun sebenarnya kondisi putri anda masih sangat lemah dan itu bisa berdampak buruk dengan daya ketahanan tubuh putri anda. Jadi putri anda tidak bisa dibawa pulang terlebih dahulu karena perlu mendapatkan perawatan intensif dari pihak kami.” Ucap dokter tersebut.
Alfi tidak bisa memikirkan perasaan Cila jika tau putri mereka kondisinya berbeda dengan 2 putra mereka. Dia sendiri sangat sedih apalagi istrinya, pasti bisa mempengaruhi Kesehatan istrinya juga.
Setelah bertemu dengan dokter Alfi kembali ke ruangan tempat istri dan ketiga anaknya dirawat.
“Mas apa yang dibicarakan dengan dokter tadi?” Tanya Cila melihat kedatangan suaminya.
Dengan berat hati Alfi memberanikan diri menjawab jujur pertanyaan istriny mengenai kondisi putri mereka. Cila sempat menangis mengetahui hal tersebut, dia menyalahkan dirinya sendiri.
“Andai saja aku tidak menuruti ego ku untuk pergi ke Mall pasti putri kita tidak akan mengalami hal seperti ini.” Kata Cila menatap bayi perempuan cantik yang sudah dimasukkan kembali ke incubator.
“Tidak sayang ini bukan salahmu, ini salahku yang lalai mengecek setiap makanan yang masuk dalam perutmu.” Jawab Alfi menenangkan Cila.
Mami Ara dan Mama Rena ikut bersedih mendnegar kondisi cucu perempuan mereka, pantas saja bayi perempuan itu menangis terus rupanya kondisi tubuhnya tidak sebaik saudara kembarnya. Tidak ingin membuat Cila banyak pikiran, Mami Ara mengalihkan pembicaraan.
“Oh iya siapa nama anak-anak kalian ini? Kata Cila kamu sudah memili nama untuk mereka Fi.” Ucap Mami Ara.
“Kasih tau sekarang mas, mami dan mama sudah penasaran dari tadi.” Pinta Cila pada Alfi.
“Baiklah untuk putra pertama kami yang memakai gelang berwarna biru bernama Abrian Anggara, putra kedua kami yang memakai gelang berwarna putih bernama Abrico Anggara dan putri cantik kami bernama Abrilla Anggara.” Kata Alfi menatap 3 bayinya yang tertidur lelap.
“Namanya bagus, terus panggilan mereka apa?” Tanya Mami Ara ikut menatap 3 bayi itu.
“Rian, Rico dan Rilla.” Kata Cila tersenyum menatap Alfi.
"Hello Baby 3 R" Ucap 2 nenek itu bersamaan.
__ADS_1
***
Yuhuu Baby udah lahir nihhh Om & Onty Online😁😁😁