Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Saudara Kembar


__ADS_3

“Jadi dia adalah suadara kembarku?” Cila menatap Azkio yang dari tadi juga memperhatikan Cila.


“Iya benar, Azkio Sharga adalah Jiazhen Chen nak. Dia adalah kakak kembarmu.” Ucap Tuan Maxim tersenyum.


Azkio berdiri dan perlahan melepas topeng di wajahnya untuk pertama kalinya didepan banyak orang. Wajahnya sangat tampan dengan mata dan hidung sama dengan Cila. Dia tersenyum menatap Cila yang masih terbengong mentap dirinya.


“Apa adikku tidak ingin memeluk kakaknya?” Azkio merentangkan tangan pada Cila dengan senyum dibibirnya.


Alfi memberi kode pada Cila untuk memeluk kakaknya, walaupun sempat tadi ada rasa cemburu Ketika Azkio terus memperhatikan istrinya tapi sekarang dia lega karena ternyata Azkio adalah saudara kembar Cila dan sekarang menjadi kakak iparnya.


Cila berdiri dan berjalan menghampiri Azkio lalu memeluknya erat, sangat nyaman berada dipelukan kakaknya itu yang dirasakan Cila.

__ADS_1


“Aku sempat bersedih dan seperti kehilangan separuh tubuhku saat tahu kau tidak terselamatkan dari kejadian buruk itu. Ibu juga lebih banyak diam dan ayah juga sempat sakit-sakitan. Namun saat aku mendapatkan kabar jika kau masih hidup dan bersama Bibi Fen aku sangat bahagia dan bersemangat untuk menemukanmu. Ayah dan ibu juga keadanya bisa membaik secara perlahan.Kau seperti obat bagi meraka, oleh karena itu berbagai macam cara aku lakukan demi bisa menemukanmu, sayangnya itu tidak mudah karena kau hilang bak ditelan bumi. Saat aku menemukan Bibi Fen ternyata kau sudah dibuang olehnya dan untung saja anak buahku menemukan anak buah Bibi Fen yang tanpa paksan mau memberitahu kemana kau dibuang. Aku juga sudah mencari informasi di rumah sakit tempat ibu sambungmu melahirkan tapi tidak menemukan informasi apapun disana. Tidak lama kemudian anak buahku melaporkan jika Bibi Fen kembali ke Cina menemui seorang wanita yang tak lain adalah Vely. Aku sempat mengira Vely adalah kau tapi saat aku mencari informasi tentangnya ternyata Vely adalah anak Bibi fen dengan suaminya dan usianya juga terpaut 2 tahun denganmu. Aku hampir menyerah tapi Tuhan itu baik, dia memberikan jalan kepadaku untuk menemukanmu lewat Alin dan suamimu.” Cerita Azkio memeluk Cila dengan mata merah menahan tangis.


Sedangkan yang lain sudah banyak yang menitihkan air mata mendengar perjuangan Azkio menemukan saudara kembarnya.


“Terimkasih, terimakasih sudah berusaha keras mencariku kak. Kau tahu, aku juga sangat sedih mendengar orang tua kandungku serta saudara kembarku meninggal dunia akibat ulah Paman Gerry dan kecelakaan yang kalian alami. Tapi sekarang aku sangat bahagia saat tahu ayah,ibu dan kakak selamat dari bahaya itu. Dan sekarang kebahagianku terasa sangat lengkap.” Balas Cila yang sudah menangis sesegukan.


“Sudah jangan bersedih lagi, semuanya telah berakhir dan keluarga kita bisa berkumpul kembali.” Ucap Azkio mengelus rambut Cila.


“Lihatlah keponakanku sepertinya tahu jika ibunya sedang menangis. Berikan Rian kepadaku, aku ingin menggendongnya dan untuk Rico bersabar nanti paman juga pasti akan menggendongmu.” Azkio mengambil Rian dari gendongan Nyonya Xin Qian.


“Apa kakak tidak ingin menggendong Rilla?” tanya Cila menatap Rilla yang sedang digendong oleh Alfi.

__ADS_1


“Rilla sudah aku gendong terlebih dahulu setelah dia di culik oleh kekasih Vely. Bayi cantikmu itu sangat tenang dan tidak menangis sama sekali walaupun mendengar keributan, dia terlihat sangat dingin. Aku yakin jika dia besar pasti sangat sulit para pria mendekati Rilla.” Jawab Azkio terkekeh menatap Rilla.


“Iya memang, dia dingin sama seperti ayahnya saat bayi. Kulkas juga kalah dingin.” Saut Mami Ara mengingat Alfi saat bayi dulu.


Mereka terkekeh mendengar ucapan Mami Ara. Cila tersenyum bahagia melihat suasana ramai dengan keluarga besarnya.


“Cila saat usia si kembar sudah bisa dibawa bepergian jauh datanglah ke tempat kakak. Karena kakek juga ingin bertemu dengan anak-anakmu.” Kata Azkio sambil menimang Rian.


“Tentu saja kak, kami akan berkunjung kesana secepatnya. Bukan begitu mas?” tanya Cila melihat Alfi.


“Tentu saja dan itu akan menjadi perjalanan jauh pertama bagi si kembar.” Jawab Alfi setuju.

__ADS_1


__ADS_2