Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 70 - Hadiah dari Azkio Sharga


__ADS_3

Pukul 1 dini hari Cila terbangun mendengar tangisan Rian dan Rico. Kedua baby itu menangis sangat keras secara bersamaan. Cila langsung menghampiri Rian sambil menenangkan Rico namun tangis mereka semakin kencang. Alfi juga ikut terbangun mendengar suara tangisan anaknya.


"Tumben sekali mereka bangun tengah malam dan menangis bersamaan?" Tanya Alfi menggendong Rico.


"Entahlah mungkin mereka haus mas," Ucap Cila memberi ASI pada Rian namun bayi itu menolak.


"Kenapa Rian tidak mau? Coba ganti Rico biar Rian aku gendong." Kata Alfi pada Cila.


Sama seperti sang kakak, Rico juga menolak. Cila kemudian mengecek popok si kembar tapi kering. Hal itu membuat Cila dan Alfi kebingungan.


"Apa mereka sakit? Tapi badan mereka tidak panas." Ucap Alfi memeriksa tubuh anaknya.


"Sayang kalian kenapa ? Tidak biasanya kalian seperti ini." Cila mencoba menenangkan Rico yang masih terus menangis.


"Hei boy, apa yang membuatmu menangis?" Alfi juga ikut menenangkan Rian yang masih menangis di dekapannya.


"Apa mungkin mereka merindukan Rilla?" Ujar Cila mengingat si bungsu cantik.


"Ahh bisa jadi, baiklah jagoan-jagoan ayah. kita telpon Paman Anjar untuk menyapa adik cantik kalian." Alfi mengambil ponsel dimeja dan langsung menelpon Anjar.


Tuttttt...

__ADS_1


"Hallo... "


"Hallo Jar, bisa video call? Rian dan Rico tidak berhenti menangis, sepertinya mereka merindukan Rilla."


"Oh benarkah? Kebetulan Rilla juga terbangun dan menangis."


Anjar merubah panggilan menjadi video.


"Hai keponakan paman yang tampan dan menggemaskan. Apa kalian merindukan adik cantik kalian?" Anjar mengarahkan kamera pada Rilla, bayi cantik itu sedang menangis sedang ditenangkan oleh Alin.


Cila mendekati Alfi supaya bisa melihat putri kecilnya.


"Hai putri cantik ibu, mengapa menangis?" Sapa Cila pada Rilla.


"Sepertinya mereka tidak bisa berjauhan ya?" Kata Alin melihat 3 bayi kembar itu.


"Sepertinya iya, ternyata 2 jagoan ayah benar merindukan adik cantik mereka." Ucap Alfi pada baby boy.


"Dan putri cantik kita juga merindukan 2 kakaknya." Tambah Cila tersenyum.


"Bagaimana keadaan di sana?" Tanya Alfi pada Alin serta Anjar.

__ADS_1


"Aman, tadi sempat kami mencurigai dokter dan suster yang datang memberikan Rilla vitamin karena baru 30 menit mereka memeriksa tapi sudah kembali lagi. Tapi tenang saja mereka memang memberikan Rilla vitamin." Kata Anjar menjelaskan.


"Syukur lah, laporkan padaku jika ada hal mencurigakan lainnya." Pinta Alfi pada mereka.


Mereka melakukan panggilan video cukup lama hingga si kembar tertidur kembali. Hingga subuh si kembar sama-sama tertidur sangat lelap.


Pukul 7 pagi Mami Ara dan Mama Rena audah mengambil alih si kembar. Alfi dan Cila hanya ikut mengawasi saja.


"Tuan, Nyonya di depan ada mobil box yang katanya ditujukan untuk Tuan Alfi dan Nyonya Cila." Kata penjaga itu.


"Baiklah ayo kita lihat." Alfi menggandeng istry berjalan kedepan.


Sampai di depan Alfi meminta penjaga membuka isi mobil box tersebut karena pengirimannya adalah orang yang mereka kenal.


Ternyata isinya perlengkapan bayi dan berbagai jenis mainan bahkan boneka juga ada didalamnya.


"Mas siapa yang mengirimkan ini semua?" Tanya Cila terkejut dan belum mengetahui siapa pengirimannya.


"Nyonya ini ada suratnya."


"Ini dari ketua Dragon Gold sayang, mari kita baca suratnya." Ucap Alfi membuka surat tersebut.

__ADS_1


'*Aku ucapkan selamat atas kelahiran putra putri kalian. Aku sudah melihat wajah mereka dan terlihat menggemaskan. Aku pastikan secepatnya bisa menengok mereka. Itu hadiah dariku dan semoga tidak mengecewakan'


Azkio Sharga*


__ADS_2