Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Season 2 - Arbella Putri Andara


__ADS_3

Hari ini sudah tidak ada nama Senafa lagi, yang ada hanya Arbella Putri Andara. Nama baru yang diberikan oleh Abrian untu gadis cantik bertubuh mungil. Tepat pukul 7 pagi Bella sudah bersiap dengan penampilan barunya yaitu rambut pendek sedikit bergembang, bibir merah muda dan kacamata bertengger di hidung mancungnya. Penampilannya terlihat lebih modis sehingga Bella terlihat lebih anggun dan berkelas.


“Bagus juga penampilan barumu hari ini.” Puji Abrian setelah sarapan bersama Bella.


“Terimakasih.” Ucap Bella terlihat bahagia, karena baru kali ini ada seorang pria yang memujinya cantik.


“Kau seperti berlian yang baru dibersihkan dari lumpur. Awal terlihat jelek dan kumal tapi ternyata sekarang cantik dan anggun. Baiklah ini awal perjalanan hidupmu yang baru, manfaatkan sumber daya yang kau miliki untuk menopang dirimu.” Ucap Abrian lalu pergi untuk berangkat ke kantor.


Bella terharu dengan ucapan Abrian, dia merasa seperti memiliki keluarga sangat menyayanginya.


“Baiklah aku harus menjadi wanita kuat, hebat dan tentunya bisa membalaskan dendam ibu.” Kata Bella menyemangati dirinya sendiri.


***


Bella keluar dari mobil mewah yang diberikan Abrian untuknya berpergian, dia menatap gedung tinggi di hadapannya. Impiannya untuk bisa melanjutkan pendidikan akhirnya terkabul dengan bantuan orang lain. Tanpa dia sadari beberapa orang menatap dirinya dengan berbagai macam pendapat.


“Lihatlah sepertinya dia mahasiswi baru di kampus kita.”


“Dia sangat cantik.”


“Pasti dia berasal dari kalangan atas, lihat saja mobilnya. Alexa saja kalah jika diadu gaya dengan gadis itu.”


Bella yang masih menatap kagum bangunan di depannya terkejut karena tepukan Refa di pundaknya.


“Bella ayo masuk, jika tidak kau pasti akan terus menjadi pusat perhatian.” Ucap Refa melihat sekitarnya.


“Iya lihatlah mereka mentap kita dengan tatapan sulit diartikan.” Tambah Nia yang sudah tidak nyaman.


Refa dan Nia sudah di perintah Abrian untuk bersikap pada Bella seperti temannya sendiri. Supaya Bella bisa nyaman berada di dekat pengawal wanitanya itu.


“Baik kak, ayo kita masuk.” Bella berjalan di tengan diapit oleh Nia dan Refa.


Di lororng gedung terlihat seorang wanita menatap sinis Bella. Dia adalah Alexa, gadis poluler di kampus ini dan anak dari seorang pejabat kota. Sifatnya yang pemarah dan suka seenaknya sendiri membuat banyak orang tidak menyukai keberadaanya kecuali tiga orang temannya yang mau berteman dengan Alexa demi kepuleran.

__ADS_1


“Siapa gadis itu? berani sekali membuat banyak orang menatap kagum dirinya.” Tanya Alexa pada temannya dan hanya di jawab dengan gelengan saja.


“Seperti mahasiswi baru.” Kata Miska menduga-duga.


“Apa perlu kita datangi Lexa?” tanya Kalina dengan gaya tomboynya.


“Dilihat dari penampilannya dia seperti bukan berasal dari kalangan bawah.” Ucap Tania yang terus memperhatikan penampilan Bella dari atas sampai bawah.


“Sepertinya memang kita harus mendatanginya. Jika memang dari kalangan atas kita bisa menawarkan dia bergabung dengan kita. Tapi jika bersal dari kalangan bawah pastinya cocok untuk kita bully.” Alexa memang tidak suka berteman dengan orang yang berasal dari kalangan bawah karena dia merasa hanya orang yang memiliki latar belakang bagus yang cocok berteman dengannya.


Refa dan Nia sudah masuk ke ruang kelas mereka dan Bella masih mencari ruang kelasnya sendiri. Mereka bertiga memang berbeda kelas sesuai keinginan dari Bella sendiri.


“Hei anak baru berhenti.” Ucap Miska menghentikan langkah Bella.


Bella menatap Miska yang mencekal lengannya.


“Lepaskan tanganku.” Ucap Bella datar, dirinya sudah belajar bersikap datar dan dingin dari Abrian supaya orang lain tidak menganggap remeh.


“Ada apa menghentikan diriku?” tanya Bella sambil melepaskan tangannya dari cengkraman Miska.


“Siapa namamu?” tanya Kalina ingin tahu.


“Bella.”


“Apa kau berasal dari kalangan atas?” tanya Alexa berjalan mengelilingi Bella sambil memperhatikan penampilan Bella. Tidak dipungkiri penampilan Bella memang tidak main-main. Semua yang melekat ditubuh Bella bukan barang murahan. Alexa saja merasa tersaingi karena barang yang ada dituhnya tidak sebanding dengan apa yang melekat di tubuh Bella.


“Menurutmu apakah aku pantas berasal dari kalangan bawah?” ucap Bella dengan berani. Sebenarnya Bella tidak ingin beriskap seperti ini tapi Abrian semalam sudah mengajari dan menegskan jika dirinya tidak boleh bersikap rendah hati dan harus tegas. Kita tidak boleh bersikap kasar tapi bukan berarti kita harus bersikap lemah, kalimat itu tertanam di pikiran Bella.


“Oh tentu saja tidak. Tapi siapa tahu kau hanya berpura-pura kaya supaya dianggap mampu.” Miska yang memang suka menilai orang lain buruk langsung berkata meremehkan Bella.


“Untuk apa aku berpura-pura kaya jika memang dari lahir aku sudah kaya. Sudah aku tidak ada urusan dengan kalian semua. Minggir.” Bella menerobos Miska dan Kalina yang menutupi jalannya.


Merasa tidak terima Miska menarik lengan Bella tapi dengan sigap Bella menghempaskan tangan Miska. Hal itu membuat sang pembuat onar berteriak kesakitan.

__ADS_1


“Ahh sakit..”


Tas Bella yang terjatuh kelantai langsung diambil oleh Tania yang penasaran dengan identitas Bella. Bella membiarkan saja mereka membuka tasnya tanpa izin, karena Abrianmemang sudah memberikan kepercayaan padanya untuk bertindak sesuai keinginannya tanpa ada rasa takut dan selama tidak merugikan Abrian.


“Arbella Putri Andara. Apa kau bagian dari keluarga terkenal dinegara ini?” Tania menatap Bella dengan sedikit takut. Pasalnya sang ayah sudah memberitahu pada Tania jangan pernah membuat masalah dengan orang-orang penting, salah satunya dengan Keluarga Andara yang memiliki hubungan dengan Anggara.


“Ya…” Bella hanya menjawab datar padahal sebenarnya dia ingin tertawa melihat wajah Tania yang terlihat ketakutan.


Alexa yang sedang fokus melihat deretan kartu berharga milik Bella kini ikut terkejut saat mendnegar nama belakang Bella. Berbeda dengan Miska dan Kalina yang merupakan orang baru di negara ini, mereka hanya menatap penuh tanya pada teman-temannya.


“Kembalikan tasku beserta isinya, aku akan terlambat masuk kelas jika terus meladeni kalian.” Mendengar ucapan Bella, Tania langsung memasukkan barang-barang yang tadi dia keluarkan dan langsung menyerahkan pada Bella. Bella mengibaskan tasnya seperti terkena kotoran dan setelah itu pergi meninggalkan Alexa dkk.


“Sepertinya kita salah mencari lawan.” Ucap Alexa di angguki Tania.


“Benar sekali, aku berharap masalah ini tidak membuat kita mendapat masalah lain.” Alexa takut jika Bella mngadukan pada orang tuanya dan membuat keluarga itu murka. Bisa jatuh reputasi ayahnya dan membuat keluarganya bangkrut.


“Memang siapa dia sebenarnya?” Kalina yang dari tadi masih tidak mengetahui memberanikan diri untuk bertanya.


“Cari saja tentang Keluarga Andara, dia merupakan bagian dari keluarga itu.” Ucap Tania malas menjelaskan.


Miska langsung membuka ponselnya dan mengetik di laman pencarian tentang keluarga Andara. Awalnya raut wajah Miska biasa saja tapi setelah beberapa detik dirinya menampilkan wajah raut terkejut.


“Ada apa Mis?” tanya Kalina merebut ponsel Miska.


“Jadi keluarganya masuk dalam jajaran orang terkaya di negara ini.” Kalina menutup mulut tidak percaya, pantas saja penampilan gadis itu tidak murahan. Harta keluarganya saja sangat banyak.


***


Di kantor Abrian tersenyu melihat video yang dikirimkan Refa. Video menampilakn Bella yang secara terang-terangan berani pada senior-seniornya yang semena-mena. Tidak sia-sia semalam dia mengajari Bella menjdi gadis bar-bar


“Bos apa sudah selesai melihat videonya? Jika sudah ayo kita rapat.” Ucap Haidar yang dari tadi sudah menunggu bosnya untuk melakukan rapat bulanan.


“Ya sudah, ayo kita segera ke ruang rapat.” Abrian merapikan penampilannya dan kembali ke mode dingin.

__ADS_1


__ADS_2