
Dihadapan Alfi dan cila sudah ada pria dan wanita yang tertunduk tidak berani menatap orang dihadapan mereka. Pelayan baru saja mengidangkan minuman untuk mereka berdua dan Alfi langsung membuka pembicaraan.
“Ada apa gerangan Tuan Dion Aditama serta Nyonya Laras Aditama datang berkunjung ke rumah ku? Padahal baru tadi siang saya berbincang seru dengan Nyonya Laras.” Alfi menatap dua orang di depannya dengan datar. Tidak ada raut wajah bersahabat dari Alfi untuk kedua orang itu.
Tuan Dion memberanikan diri menatap Alfi. “Sebelumya saya minta maaf sudah mengganggu waktu Tuan dan Nyonya Anggara. Kedatangan saya disini untuk meminta maaf atas kesalahan yang sudah di perbuat istri saya tadi. Sungguh istri saya tidak bermaksud merendahkan anda Tuan Alfi. Istri saya tadi hanya terbawa emosi karena hanya mendengarkan cerita sepihak dari anak kami saja. Jadi saya mewakili istri saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan tidak baik yang sdah dilakukan istri saya.” Terlihat raut wajah Tuan Dion memerah menahan malu yang sudah di perbuat istrinya.
Alfi tersenyum mendengar permintaan maaf dari Tuan Dion. “Tenang saja Tuan Dion, saya sudah memaafkan tindakan istri anda tadi.” Jawab Alfi singkat.
“Terimakasih Tuan Alfi atas kebaikan hati anda. Lalu apakah Tuan Alfi bisa menghapus rekaman CCTV yang menampilkan perbuatan anak saya dan istri saya tadi di internet ? Karena itu mempengaruhi citra perusahaan saya di mata rekan bisnis dan publik.” Pinta Taun Dion berhati-hati.
Sekitar dua jam yang lalu saham perusahaan Tuan Dion mengalami penurunan secara bertahap. Beberapa wartawan juga mendatangi kantornya untuk mendapatkan infoermasi terkait video yang sudah tersebar luas internet. Tuan Dion yang belum tahu tentang video yang di maksud wartawan kebingungan, dia kemudia membuka internet dan melihat video yang sudah menjadi trending topik.
Video yang memperlihatkan tindakan anaknya mengganggu seorang anak perempuan dan kemudian anaknya terbentur meja sampai video yang menampilkan istrinya memarahi dan menghina anak yang di ganggu oleh putrinya sendiri. Hingga video dimana Alfi datang sampai selesainya masalah itu dengan diakhiri istrinya meminta uang ganti rugi.
Beragam komentar negative tentu menjerumus pada putrid an istri Tuan Dion. Walaupun putri Tuan Dion terluka tapi tetap saja itu salahnya sendiri yang suka mengganggu temannya. Ditambah mulut istri Tuan Dion yang seenaknya mempertanyakan cara mendidik anak yang baik, padahal istrinya sendiri tidak bisa mendidik anaknya dengan baik. Hal itu terlihat dari sifat istrinya yang sombong dan seenaknya sendiri.
“Wajar saja anak Tuan Alfi mendorong anak Tuan Dion, itu karena anak Tuan Dion mengganggu lebih dulu.”
__ADS_1
“Wajar anaknya seperti itu, ibunya saja seenaknya sendiri.”
“Sudah salah minta ganti rugi lagi.”
Komentar netizen terus mengalir deras bagaikan air yang mengalir dari pengunungan. Beberapa tender yang baru berhasil di dapatkan juga diputuskan sepihak oleh rekan bisnisnya karena mereka takut berita itu akan berombas buruk pada perusahaan mereka. Terlebih yang istri Tuan Dion singgung adalah Tuan Alfian Anggara, yang bisa membuat perusahaan mereka kapan saja bisa bangkrut. Hal itu membuat citra Tuan Dion sebagai pengusaha yang baru menduduki peringkat 8 sebagai pengusaha sukses turun menjadi peringkat 35.
Tuan Dion tidak memperdulikan wartawan lagi, dia menerobos barisan wartawan yang sudah menghadangnya di depan kantor untuk cepat sampai di rumah bertemu istrinya. Tidak sampai 30 menit dia sampai di rumah, terlihat istrinya sudah berdiri di depan pintu dengan wajah ketakutan.
“Kau tahu apa kesalahanmu?” tanya Tuan Dion menatap tajam istrinya.
Dengan wajah ketakutan istri Tuan Dion berlutut memohon ampun pada suaminya. “Maafkan aku pa, aku tidak menyangka jika berakhir seperti ini.”
“Maafkan aku, aku pikir karena Tuan Alfi terlihat marah biasa dia tidak akan berbuat seperti ini tapi ternyata aku salah.” Ucap Nyonya Laras mengerutuki kebodohannya.
“Kau itu bodoh sekali, ayam saja yang anaknya diganggu akan marah. Sama seperti Tuan Alfi yang sifatnya seperti singa pasti akan marah jika anaknya di ganggu. Kau juga kenapa mendidik anak menjadi baik tidak bisa? Seperti ini merengkek meminta memimpin perusahaan cabang. Apa jadinay perusahaan cabang milikku jika dipimpin oleh wanita bodoh sepertimu.” Tuan Dion terus memarahi istrinya sampai akhirnya dia memutuskan mendatangi rumah Alfi.
Dan disinilah mereka duduk berhadapan di depan singa yang anaknya diganggu. Terlihat datar, dingin dan seram dimata mereka.
__ADS_1
“Bagaimana Tuan Alfi apakah video di internet tentang anak dan istri saya bisa di hapus? Walaupun wajah anak saya tidak di perlihatkan tetap saja orang tahu jika itu anak saya.” Ucap Tuan Dion memanfaatkan anaknya.
“Maaf Tuan Dion, sepertinya anda tidak mengenal jelas sifat saya. Saya tidak bisa memaafkan orang dengan mudah apalagi jika sudah menyangkut keluarga saya. Soal video anak anda tenang saja, akan saya hapus tapi untuk video yang menampilkan istri anda tidak akan saya hapus. Saya rasa pembicaraan kita sudah cukup karena banyak hal yang harus saya kerjakan.”Alfi menggandeng istrinya pergi dari ruang tamu meninggalkan Tuan Dion dan istrinya yang terlihat putus asa.
“Percuma saja hanya video Fani yang di hapus karena video mu itu terlihat lebih buruk, berani membentak anak kecil yang sudah meminta maaf. Jika seperti ini hanya emnunggu kebangkrutanku saja.” Tuan Dion memutuskan untu pergi dari sini mengabaikan Nyonya Laras yang hanya bisa pasrah mengikuti suaminya.
Dari ruangan atas terlihat Alfi dan Cila menyaksikan kepergian Tuan Dion dan Nyonya Laras.
“Sepertinya ucapan Tuan Dion benar adanya.” Ucap Cila tersenyum puas melihat berita di televise yang menampilkan bukti suap yang di lakukan Perusahaan Aditama dalam memenangkan proyek. Dan Nyonya Laras terancam di penjara akibat kasus arisan bodong. Lengkap sudah penderitaan mereka akibat kesombongan dan keserakahan diri mereka sendiri.
Alfi tersenyum menatap istrinya. “Sudah puas istriku?” tanya Alfi mengedipkan mata.
“Sangat puas sekali, ini ganjaran untuk mereka yang sudah menyenggol putri kesayangan kita.”
Hal baik akan berkahir baik.
Hal jahat akan berakhir jahat.
__ADS_1
Menanam satu kebaikan akan menghasilan bnayak cabang keberuntungan.
Menanam satu kejahatan akan melahirkan banyak bencana kerugian.