
“Apa maksud paman?” Tanya Cila tidak percaya.
“Asal kamu tahu Cila, Vely memang keponakan paman. Dia anak dari adik perempuan paman yaitu Fan.” Ucap Paman Gery menatap Cila terkekeh.
Cila terkejut mengetahui jika Vely adalah anak Bibi Fan, yang berarti saudara satu ayah dengan ayahnya.
“Bagaimana bisa Vely anak Bibi Fan? Lalu dimana Bibi Fan? Aku ingin bertemu dengannya?” Tanya Cila masih meragukan.
“Tentu saja bisa, kamu pasti ingin bertanya pada Fan bagaimana bisa kamu menjadi anak Keluarga Andara bukan? Itu tidak penting. Yang terpenting sekarang adalah kamu harus leyap ditangan paman.” Paman Gerry mengkode anak buahnya memegangi Cila.
Anak buah Paman Gerry mendekati Cila namun sayangnya sebelum meeka mendekat Cila sudah menembak mereka.
Dor..
Dor..
Dor..
Dor..
Cile menembak mereka dengan Gerakan sangat cepat, 4 orang anakbuah Paman Gerry tumbang seketika karena Cila menembak tepat di jantungnya.
Prok…
Prok..
Prok..
“Wah paman tidak menyangka kamu pintar dalam hal menembak Cila.” Puji Paman Gerry bertepuk tangan.
“Terimakasih paman atas pujiannya.” Jawab Cila datar, tentu saja dia pinter menembak karena Bibi Hana yang mengajarinya.
“Tapi jangan senang dulu karena ini baru pemanasan.” Ucap Paman Gerry bersamaan dengan itu dari belakang Paman Gerry keluar 10 orang berpakaian hitam dan langsung menyerang Cila.
Terjadi perkelahian antara Cila dan anak buah paman Gerry. Cila menggunakan 2 buah pistol yang dia bawa dari rumah dengan diselipkan di sepatunya. Terlihat 7 orang sudah terkapar di lantai akibat tembakan yang di lakukan oleh Cila.
“Kenapa paman tidak langsung tembak mati saja dia?” Vely mendekati pamannya yang hanya menatap perkelahian Cila dengan anak buahnya.
“Sabar Vely jangan terburu-buru, paman ingin melihat sejauh mana dia bisa mengalahkan anak buah paman.” Jawab Paman Gerry tersenyum menatap perkelahian di depannya.
“Bagaimana jika suaminya datang untuk menolongnya paman? Bukankah kita bisa gagal melenyakan Cila.” Kata Vely mengingat suami Cila, Alfi yang tidak bisa diremehkan.
“Tenang saja, anak buah paman sudah menjaga tempat ini jadi tidak mungkin dia dengan mudah bisa masuk. Terlebih anak buah paman adalah orang terlatih di Black star berbeda dengan mereka yang hanya pengawal biasa.” Jawab Paman Gerry yakin dengan kekuatan yang dia miliki.
“Sudah lebih baik kamu duduk santai saja, jangan sampai terjadi sesuatu dengan kandunganmu karena nanti dai yang akan menjadi Ketua Black star selanjutnya.” Tambah Paman Gerry mengelus perut buncit Vely.
Brugg…
__ADS_1
“Ini untuk kamu yang berusaha menyerangku, srakkkk…”
“Ini untu kamu yang ingin menendang perutku, srak…”
“Dan ini untuk kamu yang ingin menembak kepalaku, dorr…”
Cila melukai tubuh dan perut anak buah Paman Gerry dan dia juga menembak kepala anak buah Paman Gerry. Dia berubah menjadi seorang psikopat.
Paman Gerry terkejut melihat Cila yang sepertinya sudah dikuasi amarah, dia pikir Cila hanya wanita lemah yang gampang untuk dikalahkan anak buahnya.
Dor..
“Upss melesat ya paman,” Cila menghindar dari tembakan Paman Gerry.
Dor..
“Ahhhh…”
“Maaf tidak sengaja,” Cila tersenyum mengejek karena berhasil menembak lengan Paman Gerry.
“Bagaimana bisa kamu menembak secepat itu?” Paman Gerry terkejut karena gerekan Cila sangat cepat dan tidak terbaca olehnya. Dia yang biasanya denagn mudah membaca gerakan lawan kali ini kecolongan.
“Tentu saja bisa, tidak sia-sia aku berlatih menembak dengan Bibi Hana dan Paman Jack setiap hari.” Cila tersenyum bangga berhasil mempraktekkan langsung pada musuh apa yang sudah dia pelajari itu. Jika biasanya dia menembak pada apel sebagai bahan percobaan kali ini langsung pada Paman Gerry.
Cila berjalan mendekati Paman Gerry, “Apa paman mau bermain-main lagi denganku?” tanya Cila mengacungkan pistolnya pada Paman Gerry.
Dor…
“Ahhh…”
Sayangnya dugaannya salah, Cila bernani menembak kakinya dan senyum mengerikan menghiasi wajahnya.
“Apa paman pikir aku tidak berani? Tentu saja berani. Ini tidak sebanding denga napa yang sudah paman lakukan pada ayah dan ibuku.” Cila masih mengacungkan pistolnya pada Paman Gerry.
“Berhenti Cilaaa..” Vely berteriak menghentikn Cila dengan mengangkat Rilla ke atas.
“Berhenti disitu atau bayimu akan aku hempaskan kebawah.” Ucap Vely semakin mengangkat tinggi Rilla ke atas.
Cila menatap bayinya, emosinya tidak terbendung melihat putrinya dalam bahaya.
“Lepaskan pistolmu atau bayimu akan celaka.” Vely kembali mengamcam Cila berharap ancamannya berhasil.
Cila menurunkan pistolnya kebawah dan menatap Vely di belakang Paman Gerry. Vely tersenyum melihat Cila mulai menurunkan pistolnya. Namun ternyata dia salah Cila malah menembak Jeremy yng ada disampingnya.
Dorr..
“Ahhh…” Jeremy berteriak saat peluru menembus perutnya, dia menap Cila tidak percaya.
__ADS_1
“Kamu berani menmbakku?” Tanya Jeremy menunjuk Cila.
“Tentu saja berani, kamu saja berani menculik putriku, melukai adik iparku dan Alin. Jadi mengapa aku harus takut padamu. Sebenarnya sudah dari tadi aku mengincarmu tapi aku harus menghadapi anak buah pria tua ini.” Ucap Cila melirik Paman Gerry di depannya.
Disebut sebagai pria tua Paman Gerry tidak terima dan langsung menyerang Cila.
“Ternyata aku salah meremehkanmu,”
Walaupun lengan dan kaki sudah terkena tembakan Paman Gerry masih bisa menyerang Cila dengan brutal, sayangnya tidak satupun serangannya melukai tubuh Cila.
Cila kehabisan peluru dan itu membuat Paman Gerry tersenyum, dia mengeluarkan sebuah pistol yang ternyat dia sembunyikan dibalik bajunya.
“Ohh sungguh malang ternyata pelurumu habis keponakanku tersayang.” Ejek Paman Gerry lalu menembak Cila.
Dor…
Dor..
Dor…
Dor..
Empat peluru mengenai perut Cila dan itu membuat Paman Gerry dan Vely tersenyum senang. Jangan ditanya bagaimana dengan Jeremy, pria itu sudah tidak sadarkan diri akibat terlalu banayk darah yang keluar dari perutnya.
Cila menunduk memegangi perutnya namun tiba-tiba tangannya melemparkan sebuah pisau kecil ke arah Paman Gerry.
Srettt..
“Pamannn…” Teriak Vely pada pamannya
“Ahhhh…” Paman Gerry memegangi perutnya yang sudah tertancap pisau kecil milik Cila.
Dia melihat Cila yang berdiri mendekatinya tanpa ada rasa sakit akibat tembakannya tadi.
“Apa paman pikir aku tidak mempunyai persiapan sama sekali hah? Aku sudah memakai pelindung anti peluru sebelum pergi ke kendang musuh jadi mana mungkin peuru bisa menembus perutku.” Jawab Cila mengelus perutnya.
Walaupun dia sudah mulai lelah dan perutnya mulai terasa nyari akibat operasi dia tidak ingin terlihat lemah. Untung saja setelah operasi Bibi Hana memberikan dia ramuan untuk mempercepat bekas operasi jik tidak pasti saat ini dia sudah mati ditangan paman tirnya yang laknat ini.
“Kurang ajar..” Paman Gerry berniat menembak Cila sayangnya gerakannya kalah cepat dengan kaki Cila yang sudah menendang pistol itu menjauh dari jangkauan Paman Gerry.
“Upss maaf paman ku tersayang, kaki ku tadi pegal jadi aku meluruskannya sebentar dengan cara menendang pistolmu.” Ejek Cila menatap wajah Paman Gerry yang menahan amarah.
“Vely hempaskan saja bayi itu sekarang.” Perintah Paman Gerry pada Vely.
“Jika kamu berani melakukan itu maka pisau ini akan menembus perutmu Vely.” Kata Cila memainkan pisau kecil ditangannya.
“Tidak apa yang terpenting kamu juga akan kehilangan putrimu ini.” Vely bersiap menghempaskan bayi kecil itu namun suara seseoarang menghentikannya.
__ADS_1
“Velyyyyy…”