
Buggggg
Leo jatuh tersungkur kelantai setelah tonjokan sang papa mendarat kasar di pipi kirinya. Pria itu berusaha bangun namun lagi, papa nya menandang dirinya dengan kasar.
"Dasar anak tidak tau di untung, tidak bisa menghasilkan uang namun selalu menhamburkan uang. Dan sekarang namanya mencoreng nama besar keluarga." bentak Tuan Luis dengan nada tinggi.
Tepat pukul 7 malam saat Tuan Luis baru pulang bekerja, para pemburu berita dan pihak kepolisian sudah menyerbu rumahnya.
Leo, dicari oleh mereka terkait kasus pemakaaian barang haram yang melibatkan putri salah seoang petinggi polisi. Selain itu fotonya sedang berpelukan mesra bersama Renita di sebuah club ikut tersebar di internet, tidak hanya satu foto malaikan dua foto, yang satu saat dirinya sedang menikmati barang haram di sebuah kamar hotel. Tuan Luis yang tahu akan hal itu langsung meminta waktu sebentar untuk berbicara pada putranya yang sedang bersembuyi di kamar.
"Pa, maafkan aku. Aku sangat menyesal. Tolong aku, pa." ucap Leo memegangi kaki sang papa, dia sangat takut jika polisi membawanya pergi.
"Maaf katamu? Ulah mu yang sangat memalukan ini membuat keluarga kita dipandang buruk oleh orang di luaran sana. Dan pasti sebentar lagi perusahaan papa juga akan terkena imbasnya." kata Tuan Lusi mengusap wajahnya dengan kasar.
Leo hanya bisa meyesal saja, dia terlalu gampang di rayu oleh Renita. Perempuan yang dia kenal saat sdang mengunjungi club beberapa minggu lalu. Dia yang awalanya penasaran dengan Renita setelah menghabiskan waktu semalam menjadi ketagihan. Dari situ Renita menawarinya ke barang haram dan lagi-lagi barang tersebut membuat Leo kecanduan. Mereka sering mengabiskan waktu bersama sambil memakai barang haram tersebut.
"Pa, maafkan Leo. Tapi Leo juga korban, papa tolong selamatkan aku." pinta Leo dengan tatapan memohon.
"Memaafkan itu mudah Leo, namun mengembalikan nama baik keluarga dan membuat perusaahn baik-baik saja itu yang sulit. Tanpa itu semua bagaimana papa bisa memaafkan mu dan memnyelematkan mu? Kamu anak satu-satunya papa namun kamu malah mengecewakan papa. Andai kakak mu masih hidup pasti kejadian seperti ini bisa diatasi olehnya."
Leo heran kenapa foto itu bisa ada, padahal dia dan Renita selalu menggunakan kamar VIP yang terjamin keamanannya. Renita juga anak dari salah satu petinggi polisi, tidak mungkin papa gadis itu tidak melindungi mereka. Siapa yang berani melakukan hal ini, pikir Leo mengingat dia juga tidak pernah mencari masalah dengan orang.
Tiba-tiba dia teringan dengan Arbella, terakhir gadis itu yang secara terang-terangan berani padanya. Namun Leo tidak memiliki bukti yang kuat.
"Tidak ada cara lain, kamu harus bersedi di bawa oleh mereka. Ayo ikut papa." Tuan Luis menarik tangan Leo untuk turun kebawah. Dia harus bersikap profesional supaya tidak di cap melindungi anaknya.
"Pa, Leo tidak mau. Lepaskan Leo."
"Pak polisi, bwa saja anaknya, jika memang dia bersalah hukum sesuai proses yang berlaku. Sebagai orang tua Leo, saya meminta maaf karena gagal mendidik anak saya. Saya menghormati proses hukum yang berlaku." Jepretan kamera pemburu berita mengarah pada Tuan Luis dan Leo.
Setelah itu Tuan Lusi meminta pihak keamanan membubarkan para pemburu berita, dia tidak mau memberikan pernyataan apapun.
"Pa, tolong Leo, pa. bebaskan Leo, pa." Leo berteriak memohon pada sang papa saat polisi memborgol tangannya dan membawanya masuk ke mobil polisi.
Tuan Luis menahan tangis saat putra sematawayangnya di bawa pergi, walaupun Leo bersalah tetap saja sebagai orang tua dia mengkhawatirkan kondisi sang anak.
__ADS_1
"Tunggu papa menyelesaikan masalah ini Leo, setelah itu papa akan mengusahan apapun demi membebaskan mu." ucap Tuan Luis dalam hati.
Sebuah mobil putih berhenti di depan pintu masuk, turun seorang wanita berjas putih lari menghampiri Tuan Luis.
"Pa, mana Leo? Berita itu tidak benarkan? Anak kita tidak mungkin seperti itu kan?" Saly, mamanya Leo baru saja memberondong suaminya dengan pertanyaan tetang sang putra.
"Ma, tenang lah." pinta Tuan Luis memeluk istrinya.
"Tidak, aku tidak bisa tenang. Bagaimana nasib Leo jika dia dinyatakan bersalah?"
Tadi dari sore sampai siang Dokter Saly sedang melaksanakan operasi jadi tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Pukul 9 malam operasi baru saja selesai dilakukan dan saat keluar dari ruang operasi beberapa rekan dokter menanyai dirinya tentang berita yang beredar. Dokter Saly terkejut saat melihat foto anaknya dalam berita itu. Tanpa beristirahat dia langsung pulang untuk menemui putranya. Nanun dia datang terlambat, putranya sudah di bawa ke kantor polisi.
"Pa, kamu tahu perempuan yang ada di dalam foro itu bersama Leo adalah Renita. Anak dari Tuan Yanse. Kemarin dia baru saja keguguran dan itu ditangani oleh rekan kerjaku. Kita harus memberinya pelajaran pa, gara-gara dia Leo terseret kasusnya." Ujar Dokter Sely mengeingat perkataan rekannya tadi.
"Apa keguguran? Anak siapa itu? Bukan anak Leo kan?' tanya Tuan Luis kembali terkejut.
"Sepertinya bukan, dari kabar yang beredar perempuan ini menyukai Tuan Rico, anak pemilik rumah sakit tempat ku bekerja. Obsesinya membuat dia jatuh sendiri karena sudah melakuka penganiayaan terhadap saudara Tuan Rico." lanjut Dokter Sely bercerita.
"Apa kasus ini di laporkan oleh Tuan Rico?" tebak Tuan Luis.
"Jika memang iya, habislah kita. Perusahaan kita akan diambang kehancuran dan kamu bisa saja di pecat."
"Tidak, aku tidak mau di pecat. Susah payah aku masuk rumah sakit itu, apa kata keluarga dan teman-teman kita yang lain jika perusahaan hancur dan karier ku pun ikut hancur."
"Tapi bagaimana dengan Leo?" tanya Tuan Luis memikirkan nasib anaknya.
"Biarkan saja, toh dia bukan anak kandung kita. Cukup kita jenguk saja sesekali jika memang nanti dia dinyatakan bersalah."
"Tapi dia anak almarhum adikku, Sel. Aku diminta menjaganya, tidak mungkin aku membiarkannya begitu saja." ucap Tuan Luis tidak setuju.
"Kita tidak akan membiarkannya begitu saja, kita akan tetap merawatnya dan membantu sebisa kita. Tapi jangan membuat kehidupan kita semakin hancur. Aku sangat menyayangi Leo tapi untuk membelanya dan berhdapan denga Keluarga Anggara, aku rasa tidak mampu. Mereka bukan keluarga biasa, semua orang tahu akan hal itu."
Sedangkan di tempat lain, Alexa dkk sedang berkumpul, mereka membicarakan berita yang beradar.
"Untung saja kita tidak jadi membully Arbella, jika tidak habis lah kita." ucap Alexa diangguki oleh teman-temannya.
__ADS_1
"Renita terlalu gegabah mengambil tindakan, sehingga membuat dirinya masuk ke kandang singa." tambah Tania tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Renita saat ini.
"Yang aku tidak mengaka lagi, Leo dan renita ternyata memiliki hubungan. Bahkan mereka menggunakan barang haram itu bersama." Miska yang sedikit menaruh rasa pada Leo kini merasa jijik saat tahu bagaimana tingkah Leo sebenarnya. Untung saja tia tidak terlanjur mencintai terllau dalam, jika tidak sudah potek hatinya.
"Yang lebih membuatku terkejut, salah satu pria yang ditangkap adalah mantan kekasihku. Dia ternyata masuk dalam jajaran pria yang sudah di icip-icip oleh Renita. Sangat menjijikan bukan." sambung Alexa saat melihat wajam mantannya beredar di internet.
***
"Bagaimana rasanya duduk di dalam jerujii besi ini, Tuan Yanse?" tanya Rico datang melihat pria tua yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Tuan Yanse tidak bisa menjawab pertanyaan Rico karena suaranya tidak keluar, selain itu tubuhnya terasa lemah sekali.
"Maafkan anak buah ku karena dia sudah menyuntikkan cairan pelemah saraf. Itu balasan atas segala kejahatan mu selama ini." Rico tersenyum puas melihat Tuan Yanse dalam keadaan seperti itu.
Lanjut Rico mengunjungi sel lain yang berisi Leo. Pria itu mulai melukai dirinya sendiri karena lama tidak mengonsumsi barang haram. Wajahnya seperti mayat hidup. Sejak penangkapannya minggu lalu, dia hanya di jenguk sekali oleh orang tuanya.
"Jika saja kamu tidak mengganggu Senafa mungkin hidup mu bahagia di luar sana. Sayangnya kamu suka mengancam dan kamu kekasih dari Renita, sudah tidur bersama mengonsumsi barang haram pula."
Leo hanya duduk ketakutan di pojokan, tidak menaggapi apapun perkataan Rico. Leo sudah tidak bisa di rehabilitasi, dia sudah masuk ke pendu berat. Besok pagi dia akan di pindah ke temapt khusus pencandu barang haram setelah di nyatakan tidak terlibat dengan bisnis pr*stitusi yang dilakukan oleh Renita.
***
Sedangkan di rumah, kondisi Senafa sudah pulih. Tinggal menghilangakn bekas luka saja dan kini setiap hari di selalu mengkonsumsi ramuan yang di racik oleh Oma Qin. Dengan obat-obatan herbal berharap bakas luka itu akan menghilang. Oma Qin tidak menyerankan Senafa menggunakan pengobatan dokter karena bekas luka gadis itu cukup parah. Hanya obat-obatan herbal yang baik dikonsumsi Senafa.
"Besok kita berangkat ke Cina. Berkas kepindahan sudah selesai di urus oleh Rico." kata Opa Maxim diangguki oleh Senafa.
"Tumbuhlah menjadi gadis kuat dan cerdas, agar nanti mampu membawa perusahaan milik opa mu melambung tinggi."
"Baik bu, aku akan berusaha lebih keras lagi." jawab gadis itu.
"Se, apakah kamu tidak ada niatan menjenguk ayahmu di rumah sakit?" tanya Alfi membuat gadis itu terdiam.
"Sebanyak apapun kesalahannya di masa lalu dia tetap ayah mu. Jangan sampai kamu menyesal di kemudia hari. Pergilah nanti bersama Kak Rico, pamit padanya jika kamu akan tinggal sementara di tempat kelahiran oma mu." Cila memberi nasehat agar Senafa tidak menaruh dendam terlalu dalam pada pria yang sudah sekarat itu.
"Ya, nanti aku akan datang mengunjunginya."
__ADS_1