
Saat ini di sebuah kamar hotel terdapat dua orang manusia saling menatap tajam. Kedua orang tersebut adalah Vely dan Jeremy.
Tadi setelah Kak Dinda pergi meninggalkan mereka, Jeremy menarik tangan Vely membawanya pergi dari Mall tersebut.
Mereka keluar dengan mendapat tatapan sinis dan hujatan dari para pengunjung Mall itu.
Jeremy membawa Vely ke hotel tempat biasa mereka bertemu.
"Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" Jeremy menatap tajam Vely.
"Semua rencana kita sudah terbongkar Jer. Aku juga sudah bukan lagi anak keluarga Andara karena identitas ku sudah diketahui mereka semua. Dika juga berencana untuk menceraikan aku secepatnya." Vely menjawab dengan suara gemetar.
"Bagaimana mungkin rahasia yang sudah kita tutup-tutupi terbongkar jika tidak ada yang menyelidikinya." Jeremy terlihat sangat frustasi mendengar jawaban Vely.
"Ini semua akibat ulah Cila. Dia sekarang sudah menikah dengan seorang pengusaha kaya bernama Alfian Anggara."
"Ahh mengapa kamu bisa kalah dengan Cila padahal Cila sudah diusir dari rumah?" Jeremy memarahi Vely yang mulia menangis.
"Aku juga tidak tahu tapi yang jelas suami Cila yang membuat rencana dan rahasia kita terbongkar."
"Ah ini tidak bisa dibiarkan. Jika seperti ini bisa-bisa perusahaan kita bermasalah. Kamu juga kenapa tadi malah mengacaukan pertemuan ku dengan Dinda. Padahal jika memang sudah tidak ada cara lain lagi untuk mendapatkan dana, aku bisa meminta bantuan Dinda."
"Kamu berselingkuh dibelakang ku Jer. Aku dari kemarin menelpon mu ingin memberi tahu apa yang sudah terjadi tapi kamu malah tidak bisa dihubungi. Dan ternyata kamu malah berkencan dengan wanita lain dibelakang ku."
Sekarang ganti Vely yang memarahi Jeremy. Dia memukul-mukul dada Jeremy sambil menangis keras.
Jeremy mendorong tubuh Vely dan menampar pipi Vely.
"Lepaskan aku."
Plak...
Vely memegangi pipinya yang ditampar Jeremy. Dia terkejut melihat Jeremy berani berbuat kasar kepadanya.
"Kamu menampar ku?" kata Vely menatap Jeremy.
"Iya, kenapa? Tidak terima?"
__ADS_1
"Mengapa kamu menampar ku Jer? Apa salah ku?" tanya Vely dengan suara lirih.
"Mengapa kamu tanya? Karena kamu tidak tahu diri. Aku saja mengizinkan kamu menikah dengan Dika dan aku tidak marah sama sekali. Sedangkan aku yang berhubungan dengan wanita lain, kamu datang mengacaukan semuanya. Padahal aku mendekati Dinda juga karena hanya ingin memanfaatkannya saja. Kesalahan mu adalah memiliki otak tapi tidak digunakan dengan benar. Seharusnya kamu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Dasar tidak berguna."
Jeremy mencaci Vely tanpa memikirkan perasaan wanita itu. Dia terlihat begitu kesal dan marah karena Vely bertindak gegabah.
Jika sudah begini bisa dipastikan semua rencana yang selama ini sudah mereka lakukan hanya sia-sia saja. Tambang emas didepan mata juga pergi akibat tindakan ceroboh Vely.
"Maafkan aku Jer. Aku tidak tahu jika kamu hanya bermain-main dengan wanita tadi. Aku cemburu melihat kedekatan kalian." Vely metaih tangan Jeremy dan meminta maaf.
"Maaf katamu, memangnya dengan mengucapkan kata maaf bisa membuat rencana kita berhasil? Tidak Vely. Bahkan bisa-bisa perusahaan kita ikut bangkrut." Jeremy benar-benar sangat marah kepada Vely.
"Aku akan berusaha membuat Dika percaya kepadaku lagi Jer. Dengan begitu kita bisa mengambil harta kekayaan keluarga Dika." Ucap Vely yakin.
"Cih, kamu pikir Dika akan semudah itu kembali percaya pada mu setelah apa yang kamu lakukan dibelakangnya?" Jeremy sangat yakin jika Dika sudah tidak akan percaya lagi dengan Vely.
"Aku akan tetap berusaha Jer. Aku yakin pasti ada cara yang bisa membuat Dika tidak menceraikan aku." jawab Vely.
"Sekarang lebih penting kembalilah ke rumah suami mu Vely. Aku yakin saat ini dia pasti sedang mengamuk mencari kamu." ucap Jeremy memijat pelipisnya.
"Baiklah tapi tolong jangan marah lagi padaku dan tolong jangan menghilang. Aku sangat mencintai kamu." kata Vely memeluk Jeremy.
Vely sangat sedih melihat Jeremy kecewa dan marah kepadanya. Jika Dika yang marah Vely biasa saja atau tidak bersedih tapi jika Jeremy yang marah dia merasa sangat sedih sekali. Mungkin karena pria yang dicintai Vely adalah Jeremy bukan Dika.
"Ini semua karena Cila. Jika saja dia tidak mengacau pasti rencana ku dan Jeremy berjalan mulus. Aku harus melenyapkan Cila." kata Vely emosi.
Vely memutuskan untuk kembali ke apartemen Dika karena pasti saat ini Dika sedang mengamuk. Video di Mall tadi sudah tersebar luas dan pasti Dika juga sudah melihatnya.
Vely menaiki taksi online menuju apartemen Dika. Diperjalanan dia memikirkan alasan apa yang bisa membuat Dika tidak marah-marah.
Sampai di apartemen Dika, Vely membuka pintu dengan pelan. Dia sebenarnya sedikit takut jika Dika benar-benar sudah lama di apartemen.
Vely tersenyum senang melihat partemen gelap tanpa peberangan karena di luar sedang hujan. Jadi tidak ada cahaya matahari masuk. Dia melangkah masuk dengan tenang menuju kamar yang ditempati. Sebelum itu Vely mencari saklar untuk menyalahkan lampu.
Clek..
Lampu sudah menyala tapi Vely malah terkejut melihat apartemen yang saat dia tinggalkan rapi sekarang sudah kembali berantakan. Hal lain yang membuat Vely terkejut adalah disofa ada Dika yang menatap Vely tajam. Penampilan Dika acak-acakan, kancing baju terbuka, rambut tidak rapi dan matanya merah. Vely sangat yakin jika Dika sedang dalam keadaan mabuk. Karena dimeja terdapat bekas kaleng minuman beralkohol.
__ADS_1
"Dika." Tubuh Vely bergetar melihat Dika mulai mendekatinya.
"Darimana saja kamu?" Dika berdiri dihadapan Vely dengan wajah datar.
Vely menundukkan kepala.
"Aku, aku dari.. "
"Bertemu dengan kekasih gelapmu?" kata Dika memotong ucapan Vely.
"Dika dengarkan penjelasanku dulu." Vely memberanikan diri menatap wajah Dika.
"Penjelasan apa hah? Penjelasan bahwa tadi kamu memergoki kekasih gelapmu sedang berkencan dengan wanita lain lalu kamu melabraknya. Kamu menuduh kekasih gelapmu berselingkuh dibelakangmu dan kamu menampakkan wajahmu di depan umum. Kamu telah mempermalukan aku Vely." Dika membentak Vely.
"Dika tidak seperti itu. Maafkan aku." Vely menangis dibentak oleh Dika.
"Apa kamu tahu Vely, akibat ulahmu itu rekan bisnisku banyak membicarakan aku bahkan ada yang membatalkan kontrak kerjasama karena mereka berpikir aku tidak bisa mendidik mu. Karena video itu juga harga saham perusahaan ku jadi turun. Kamu harus aku beri pelajaran Vely." Dika menarik tangan Vely membawanya masuk ke kamar.
Sampai dikamar Dika menghempaskan tubuh Vely dikasur. Dia mengambil ikat pinggang di lemari dan mulai memukul tubuh Vely menggunakan ikat pinggang itu.
Cletar..
Cletar..
Cletar..
"Ah sakit Dika. Ampun maafkan aku." Vely meringis kesakitan akibat ulah Dika.
Vely beringsut mundur menjauhi Dika.
"Maaf katamu. Kamu bukannya mencari suami mu dan berusaha membujuknya tapi malah mencari kekasih gelapmu. Seperti kamu harus diberi pelajaran lain.
**Hai Reader's
Terimakasih atas dukungan kalian 🙏
Jangan lupa like, komen dan tambah ke favorit yaa..
__ADS_1
Semoga sehat selalu**