
Di rumah kediaman Alfi terlihat seorang wanita dengan perut buncit sedang duduk di depan kandang kelinci.
"Cila perut kamu gede banget ya udah kya hamil 9 bulan padahal masih 6 bulan."
Ya perempuan itu adalah Cila dan yang bertanya adalah Dinda. Cila tersenyum mengelus perutnya yang memang sudah terlihat sangat besar. Bahkan beberapa teman Mami Ara yang datang ke rumah juga sering berkata jika dia mengandung anak kembar.
"Iya mungkin karena aku doyan makan kak," jawab Cila terkekeh.
Dinda ikut mengelus perut Cila, "Apa anak kamu sama Alfi kembar?" tanya Dinda lagi.
"Ngak tau kak, bisa iya bisa ngak." ujar Cila tersenyum.
"Lah emang kalian ngak pernah periksa kandungan?" ucap Dinda heran.
"Periksa kak, tapi aku dan Mas Alfi hanya memastikan keadaan bayi kami baik-baik saja tidak lebih. Mau kembar atau tidak yang penting lahir dengan sehat serta selamat." Cila terlihat bahagia mengingat setiap pemeriksaan kandung keadaan bayi dalam perutnya baik-baik saja, padahal dia sering memakan aneh-aneh seperti mangga muda yang rasanya sangat asam.
Dinda mengangguk paham dengan perkataan Cila, mereka terus melanjutkan mengobrol bertukar cerita.
__ADS_1
Sedangkan Alfi saat ini sedang di ruang kerja yang letaknya berdekatan dengan kamar tidur. Saat ini dia sedang melakukan panggilan video dengan Anjar dan tentunya bersama wanita yang bernama Alin.
"Jadi besar kemungkinan Cila adalah putri dari ketua organisasi Black Star yang dinyatakan meninggal dunia 23 tahun yang lalu?" tanya Alfi serius.
"Iya, menurut orang tuaku yang merupakan mantan anggota organisasi Black Star peristiwa 23 tahun lalu merupakan pembantaian keji yang dilakukan saudara tiri dari orang tua kandung Cila. Karena pembantaian itu istri ketua mengalami pendarahan hebat dan hal itu membuat istri ketua melahirkan sebelum waktunya. Istri ketua melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Sayangnya bayi perempuan itu di ambil oleh orang tak bertanggungjawab, hanya bayi laki-laki yang berhasil dilindungi." Alin menjawab sebisa yang dia tahu.
"Pembantaian? Bisa kamu ceritakan peristiwa pembantaian itu?" Pinta Alfi begitu penasaran.
"Aku tidak tahu jelas tapi jika memang kalian ingin tahu kalian bisa bertanya langsung kepada orang tuaku. Karena mereka juga saksi pembantaian 23 tahun yang lalu."
"Lalu sekarang dimana orang tua Cila dan saudara kembarnya?" Anjar yang dari tadi hanya menyimak akhirnya ikut bertanya karena penasaran.
"Lalu jika mereka tidak diketahui keberadaannya, sekarang siapa pemimpin oraganisasi Black Star? Jangan bilang para pembatai itu yang menjadi ketua." Alfi terlihat semakin bingung dengan latar belakang keluarga kandung Cila.
"Ya, para pembantai itu yang menjadi ketua organisasi Black Star." Sontak jawaban yang diberikan Alin membuat Anjar berdiri dan waspada.
"Heii dengarkan penjelasanku dulu. Kalian pasti bertanya kenapa aku bekerja dengan para penjahat itu? Tenang saja aku berada di pihak kalian walaupun aku bekerja dengan orang jahat seperti mereka."
__ADS_1
Anjar masih berdiri sedikit menjauh dari Alin, terlihat lebih waspada dengan wanita yang baru beberapa jam dia kenal. Alfi sendiri hanya menatap Alin dengan tatapan yang sulit diartiin namun terlihat mengintimidasi.
Alin menghembuskan nafas lalu berkata, "Aku bekerja dengan mereka memiliki tujuan khusus yaitu menjalankan permintaan orang tuaku untuk mencari keberadaan keluarga ketua dan membalaskan kematian seseorang."
***
Jeng... jeng... jeng..
Makin penasaran atau makin pusing mikir jalan ceritanya?
LIKE
KOMEN
VOTE
FAVORIT
__ADS_1
❤❤❤