Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 50 - Bertemu


__ADS_3

Pagi ini publik dikejutkan oleh berita "Tuan Reza pemilik Perusahaan Andara terlibat dalam kasus penipuan. Perusahaan Andara sebenarnya milik mantan istri Tuan Reza yaitu Nyonya Rena Andara, putri tunggal dari Tuan dan Nyonya Andara sebelumnya. Namun karena keserakahan Tuan Reza, perusahaan jatuh kepada Tuan Reza dengan cara mengubah kepemilikan perusahaan secara ilegal bahkan aset-aset milik keluarga Andara juga diubah tanpa persetujuan dari Nyonya Rena Andara."


Sejak berita itu mencuat Perusahaan Andara mengalami penurunan saham secara drastis bahkan beberapa perusahaan membatalkan kontrak kerjasama mereka dengan Perusahaan Andara.


Para pemegang saham juga meminta pertanggungjawaban dari Tuan Reza namun sampai siang hari berita itu muncul, Tuan Reza tidak ada kabar sama sekali. Mereka menduga jika Tuan Reza sudah kabur membawa uang hasil penipuan.


Benar saja saat ini Tuan Reza sedang menunggu pesawat penerbangan ke Amerika. Dia menggunakan kemeja putih polos dan celana jeans berwarna coklat. Tidak lupa topi dan kacamata bertengger diatas hidungnya.


Tidak lama menunggu Tuan Reza mulai berjalan masuk ke dalam pesawat dengan berjalan santai diantara kerumunan penumpang lain.


Tuan Reza duduk dikursi tengah bersebelahan dengan seorang pria muda yang memakai hoodie berwarna hitam serta kacamata hitamnya.


"Sepertinya anda sangat tenang sekali Tuan Reza. Apakah anda ingin berlibur dengan meninggalkan kekacauan yang luar biasa." ucap pria itu sambil membuka kacamatanya.


Tuan Reza terkejut dan menoleh kesamping. Dia mengenali pria di sampingnya itu.


"Tuan Zay, bagaimana bisa anda disini?" tanya Tuan Reza spontan.


"Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Zay, sangat mudah menangkap tikus pengecut seperti anda." jawab Zay tersenyum sinis memandang Tuan Reza.


Tuan Reza melangkah ingin kabur tapi ternyata beberapa penumpang yang ada didalam pesawat itu adalah anak buah Zay. Taun Reza seketika panik. melihat tidak ada celah yang bisa membuatnya lolos dari Zay.


"Bukankah sudah aku katakan sangat mudah menangkap tikus pengecut seperti anda. Setelah anda membuat keributan dirumah Alfi anda pikir bisa lolos begitu saja? Apalagi saat ini banyak orang menunggu anda diluar sana. Bawa dia keluar." ucap Zay kepada anak buahnya.


"Lepaskan aku, kalian ingin membawaku kemana?" Tuan Reza berteriak meronta-ronta ingin dilepaskan akan tetapi anak buah Zay malah semakin erat memegang Tuan Reza untuk dibawa keluar dari pesawat.


Zay menghampiri seorang pria yang berdiri didekat pintu masuk pesawat dan tersenyum.


"Terimakasih sudah membantuku menangkap tikus pengecut itu Rik."

__ADS_1


"Sama-sama, aku juga senang bisa membantumu dan Alfi. Semoga lain waktu kita bisa berkumpul seperti dulu." ucap Erik yang tak lain adalah sahabat Zay dan Alfi yang sekarang bekerja di dunia penerbangan.


"Ya semoga saja, ya sudah aku akan membawa orang itu kedepan supaya dia merasakan sanksi sosial terlebih dahulu sebelum masuk ke jeruji besi." ucap Zay berpamitan.


Zay beserta anak buahnya membawa Tuan Reza keluar dari dalam bandara. Ternyata sudah banyak wartawan yang ingin meliput berita kaburnya Tuan Reza, pihak dari kepolisian juga sudah menunggu dekat pintu keluar bandara.


Tuan Reza sendiri terkejut melihat wartawan memberikan banyak pertanyaan kepadanya bahkan tidak sedikit orang ikut menghinanya sebagai orang yang tidak tahu terimakasih.


Ternyata ini hadiah yang waktu itu dikatakan oleh Alfi, pikir Tuan Reza.


"Tuan Reza benarkah anda berniat untuk kabur?"


"Tuan Reza benarkah anda saat menjadi suami Nyonya Rena Andara berselingkuh dibelakangnya?"


"Tuan Reza apakah Nona Vely anak dari hasil selingkuhan anda?"


"Air susu dibalas dengan air tuba."


"Sangat menjijikkan sekali."


Berbagai macam pertanyaan dan hinaan terdengar oleh Tuan Reza tapi dia tidak menanggapinya. Dulu saat masalah pernikahan Vely dan Dika wartawan tidak berani meliput berita seperti ini karena dia sudah menyuap orang-orang yang tau persis kekacauan pernikahan Vely dan Dika. Tapi sekarang dia sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena dia sudah diserahkan kepada pihak berwajib dan tentunya dengan campur tangan Alfi.


"Tuan Zay terimakasih sudah membantu kami menangkap Tuan Reza." ucap salah satu polisi.


"Sama-sama pak, jika butuh keterangan lain tentang orang ini saya siap membantu." kata. Zay melirik sinis Tuan Reza.


Setelah itu Zay dan anak buahnya pergi dari bandara melewati jalur khusus supaya tidak di dekati oleh wartawan.


Zay tidak langsung pergi ke kantor melainkan pergi ke sebuah cafe tempat dia membuat janji dengan seseorang. Mengendarai mobil dengan kecepatan rata-rata dan rasa gugup mulai menyelimutinya.

__ADS_1


Sampai di cafe Zay langsung masuk dan matanya tertuju dengan seorang gadis cantik yang duduk dipojok dekat jendela. Zay tersenyum menatap gadis itu dan berjalan menghampiri.


"Sudah lama menunggu gadis kecil?" ucap Zay duduk dihadapan gadis kecilnya itu.


Ayunda meyebikan bibirnya mendengar ucapan Zay.


"Bisa tidak hapus panggilan gadis kecil untukku? Aku bosan mendengarnya dan aku bukan gadis kecil lagi."


"Tidak bisa, kau tetap gadis kecil dimataku." ujar Zay terkekeh.


"Ck tidak lucu, ada keperluan apa. kau memintaku bertemu denganmu disini?" tanya Ayunda menatap Zay.


Zay yang ditatap seperti itu oleh Ayunda menjadi salah tingkah. Dia sendiri bingung kenapa semalam berani mengajak Ayunda bertemu.


"Hanya ingin mengobrol saja." jawab Zay asal.


"Jika hanya mengobrol mengapa tidak lewat handphone saja, jadi tidak usah bertemu seperti ini."


"Apa kau tidak suka bertemu denganku? Padahal dulu kau selalu mengikuti kemanapun aku pergi." ucap Zay mengingat kenangan mereka dulu.


"Wajar saja dulu aku masih kecil dan belum memilih teman saat pindah sekolah ke luar negeri. Kau yang sama asalnya dengan diriku seharusnya memaklumi hal itu." jawab Ayunda.


Ya dulu Zay dan Ayunda berada di satu lingkungan pendidikan yang sama. Pada saat itu usia Ayunda masih 15 tahun dan masih kelas 1 SMA sedangkan Zay sudah mahasiswa semester akhir di kampus tersebut. Ayunda dulu belum memiliki teman sehingga saat bertemu dengan Zay, dia selalu mengikuti kemana pun Zay pergi. Hal itu membuat Zay bosan melihatnya.


"Apa sekarang kau sudah memiliki kekasih?" tanya Zay spontan.


"Belum, aku ingin langsung menikah saja." kata Ayunda tersenyum senang seperti memikirkan sesuatu.


Zay memandang Ayunda yang sedang tersenyum sendiri. Dia curiga jika Ayunda sedang memikirkan pria lain.

__ADS_1


__ADS_2