
Hari ini Anjar pulang ke Indonesia bersama Alin dan kedua orang tua Alin. Tentu saja ke pulangan Anjar di kawal dengan ketat oleh anak buahnya. Di bandara berjejer orang berpaikan jas rapi dengan kacamata hitam bertengger di hidung, sudah pasti itu anak buah Zay.
“Selamat datang Tuan Anjar, mari ikut kami.” Salah seorang pria bejas mendekati Anjar dan menggiring ke sebuah Lorong. Lorong tersebut terhubung dengan parkir khusus kendaraan yang sudah di atur oleh Zay.
Hal ini menghindari kejadian yang tidak diinginkan karena Alin dan orang tuanya bukan orang biasa.
Berjejer 4 orang mobil yang mengawal ke pulangan Anjar ke rumah Alfi. Alin mengagumi keamanan yang oleh orang yang bernama Alfi, sesuai dengan janji. Perjalanan membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai ke tujuan, tidak ada pembicaraan apapun di antara mereka semua.
Sampailah mereka di depan sebuah rumah mewah dengan penjagaan terbilang ketat. Anjar memberikan kode pada Alin untuk ikut masuk ke rumah Alfi.
Disebuah ruangan yang sangat besar berkumpul Alfi, Cila, Zay, Mami Ara dan Mama Rena. Mama Rena sendiri baru pulang dari Paris di jemput oleh orang suruhan Alfi.
“Mas apa mereka masih lama datangnya?” Tanya Cila terlihat tidak sabaran.
Semalam Alfi sudah menceritakan semua kepada Cila, tidak ada yang ditutup-tutupi sedikit pun oleh Alfi. Cila sendiri terlihat sangat senang mengetahui jika dia ternyata tidak dibuang oleh orang tuanya.
“Yuhuuu… Anjar pulang.” Anjar berteriak kencang saat melihat beberapa orang menunggu kedatangannya.
“Anjar ini rumah ya bukan kebun binatang.” Mami Ara menggelengkan kepala melihat tingkah keponakannya yang suka berteriak-teriak.
“Hehe maaf, oh iya Alin, Tuan Jack dan Nyonya Hana silahkan duduk.” Anjar kembali ke mode serius dan mempersilahkan ketiga orang itu duduk.
Alfi sebagai tuan rumah mulai menyapa dan memperkenalkan orang-orang yang ada di ruangan itu. Terlihat Alin dan orang tuanya sangat ramah dan bisa berkomunikasi dengan baik. Mulailah mereka ke pembahasan.
“Bolehkah kami melihat tanda bintang itu?” Tanya Nyonya Hana meminta izin.
“Tentu saja boleh nyonya,” Jawab Alfi dengan meminta persetujuan Cila. Cila menunjukkan tanda bintang tersebut pada orang tua Alin.
“Astaga jadi benar anda putri kandung Ketua Chen. Senang bisa bertemu dengan anda Nona Annchi Chen.” Tuan Jack memberi salam dengan menundukkan kepala pada Cila di ikuti Nyonya Hana dan Alin.
__ADS_1
Cila dan yang lainnya terlihat bingung dengan ucapan Tuan Jack.
“Maaf bisa tolong ceritakan tentang orang tua Cila dan ceritakan kejadian pembantaian 23 tahun yang lalu.” Pinta Alfi mewakili pertanyaan yang ada di pikiran istrinya.
Tuan Jack menoleh pada istrinya dan diangguki oleh Nyonya Hana.
“Hem baiklah, karena kami sudah yakin jika Nona Cila adalah putri ketua maka kami berani menceritakan. Nama ketua adalah Maxim Chen dan istrinya bernama Xin Qian, mereka adalah pasangan yang sangat serasi yang bijaksana dalam memimpin Black Star. Saat usia Nyonya Xin menginjak usia 8 bulan, markas Black Star di serang oleh Tuan Gerry dan antek-anteknya. Tuan Gerry adalah anak dari ibu tiri Tuan Maxim dengan mantan suaminya, dengan kata lain mereka saudara tiri.”
Flash Back On
Seorang pria dengan perawakan tinggi tegap sedang duduk sambil mengelus perut istrinya. Mereka adalah Maxim Chen dan Xin Qian, pasangan suami istri yang tengah menunggu hari kelahiran anak mereka.
“Suamiku akhir-akhir aku bermimpi bertemu dengan seorang gadis kecil cantik tapi sedang menangis. Wajahnya mirip sekali denganmu saat masih muda. Aku takut sekali itu pertanda buruk untuk anak kita nanti.” Ucap Xin Qian menatap kosong kedepan.
“Itu hanya bunga tidur istriku, tidak akan terjadi apapun pada kita. AKu akan menjaga mereka dengan sekuat tenaga ku dan aku yakin mereka juga anak yang kuat.” Maxim Chen mencoba menenangkan istrinya supaya tidak memikirkan mimpi itu, karena tadi pagi pelayan yang mendampingi istrinya juga sudah menceritakan perihal mimpi yang dialami istrinya.
“Aku berharap semuanya akan baik-baik saja, aku tidak ingin terjadi sesuatu pada anak kita.” Ucap Xin Qian mengelus perutnya dengan penuh kasih sayang.
“Iya percayalah semua akan baik-baik saja.”
Malam hari setelah makan malam, Maxim Chen meminta Hana menemani istrinya istirahat di kamar karena dia akan pergi sebentar untuk menemui klien yang ingin meminta bantuan. Hana dengan senang hati menemani istri ketuanya yang sedang hamil besar.
Maxim Chen bersama orang kepercayaanya serta anak buahnya menuju tempat yang sering dijadikan tempat bertemu klien. Tempat itu letaknya tidak jauh dari rumahnya sekaligus markas organisasi Black Star. Dalam perjalanan Maxim berbincang dengan salah satu orang kepercayaanya bernama Jack.
Dia menceritakan mimpi yang terus menghampiri istrinya saat tidur. Maxim juga merasa mala mini sangat berat pergi meninggalkan istrinya, jika bukan karena permintaan klien yang ingin langsung bertemu dengannya dia tidak akan pergi. Jack sendir hanya bisa memberikan tanggapan positif supaya ketua tidak cemas.
Sampai ditempat tujuan Maxim beserta anak buahnya langsung masuk dan bertemu klien penting itu. Ternyata kliennya seorang wanita muda yang cukup cantik.
Wanita itu Bernama Yunma, anak dari pengusaha terkenal di negara itu. Dia ingin meminta perlindungan pada Black Star karena mantan kekasihnya terus mengejarnya. Terlihat sepele tapi ternya tidak, karena mantan kekasih Yunma seorang yang memiliki kekuasaan besar dan memiliki koneksi dengan kelompok bersenjata di negara itu.
__ADS_1
“Apa alasan mantan kekasihmu terus mengejar anda nona?” Tanya Maxim Chen.
“Karena aku tahu rahasianya Tuan Maxim dan dia juga yang sudah meretas data perusahaan ayahku hingga membuat perusahaan hampir bangkrut.” Jawab Yunma jujur.
“Oke baiklah nona, anak buahku siap melindungimu tapi tentu anda tahu jika biayanya terbilang cukup menguras kantong.” Ucap Maxim chen tanpa basa basi.
“Tenang saja Tuan Maxim Chen, selain harga transaksi aku lebihi anda juga mendapatkan saham di perusahaanku senilai 15 %. Sangat menguntungkan bukan?” Kata Yunma sambil menyodorkan sebuah berkas.
“Ternyata sangat menguntungkan sekali bekerjasama dengan anda Nona Yunma.” Maxim membaca sebentar berkas itu lalu menandatanganinya.
Setelah selesai melakukan transaksi menguntungkan mereka langsung pergi dari tempat itu. Sebelum pulang Maxim Chen terlebih dahulu memberikan perintah pada anak buahnya untuk langsung menjalankan misi perlindungan pada Yunma.
Sudah 1 minggu sejak transaksi malam itu anak buah Maxim melaporkan jika mantan kekasih Yunma sudah menjadi tahanan negara dan segera di eksekusi akibat terlibat dengan kelompok senjata yang menentang negara. Tentu laporan itu membuat Maxim Chen tersenyum puas dengan kerja anak buahnya yang cepat tanggap.
Malam hari saat Maxim Chen dan isterinya sedang beristirahat tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka dengan dan melesat sebuah tembakan menembus dinding kaca yang ada dikamar mereka.
Dorrrr….
***
LIKE
KOMEN
VOTE
TAMBAH FAVORIT 😍
Thankyou ❤❤❤❤
__ADS_1