Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 67 - Operasi


__ADS_3

Saat ini Alfi sedang berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi terlihat wajahnya cemas sekali. Saat ini Cila sedang menjalani operasi cesar untuk melahirkan anak mereka.


Tadi padi istrinya merengkek ingin pergi jalan-jalan ke Mall karena merasa sangat bosan. Alfi sempat menolak karena mengingat kandungan Cila yang sudah sangat besar dan tinggal menunggu waktu untuk melahirkan.


Tapi dengan berbagai rayuan akhirnya Alfi menuruti keinginan istrinya. Mereka pergi bersama anak buah Alfi dan dengan penjagaan anggota Dragon Gold.


Sampai di tempat tujuan dengan semangat Cila membeli banyak makanan dan minuman. Alfi senang melihat istrinya bahagia sekali, mungkin karena sudah hampir 1 bulan dia melarang istrinya untuk pergi jalan-jalan apalagi ke Mall karena takut membahayakan kandungan Cila.


Namun saat pesanan terkahir datang dan Cila mulai memakannya tiba-tiba Cila meringis sakit.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Alfi memperhatikan istrinya.


"Perut ku sakit sekali mas," Jawab Cila dengan wajah terlihat pucat.


Mendengar hal itu Alfi langsung menggendong Cila.


"Ayo kita ke rumah sakit sekarang." Alfi langsung membawa Cila ke mobil dan pergi ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu dengan kandungan istrinya.


Dalam perjalanan ke rumah sakit, rasa sakit yang di alami Cila semakin tidak tertahankan. Bahkan Alfi sampai kualahan menenangkan istrinya.


"Mas ini sakit sekali, " Ucap Cila menangis di pelukan Alfi.


"Sabar sayang sebentar lagi kita sampai, lebih cepat lagi mengendarai mobilnya. Kasihan istriku sudah pucat begini." Alfi terus menghibur Cila dan sesekali memarahi supir yang menurutnya lambat dalam berkendara.


"Mas sepertinya ada yang mengalir di kakiku." Kata Cila yang merasakannya.

__ADS_1


Alfi melihat ke bawah meraba kaki Cila dan benar ada yang mengalir di kaki istrinya. Alfi terkejut melihatnya dan itu membuat Cila ingin tahu.


"Mas apa yang mengalir di kakiku?"


"Sayang sepertinya kamu akan melahirkan, karena ada darah yang mengalir di kakimu." Jawab Alfi pada istrinya sambil melihatkan darah ditangannya.


"Apa darah? Mas pasti terjadi sesuatu dengan kandungan ku, jika aku memang akan melahirkan yang keluar pasti air ketuban bukan darah seperti itu." Cila menangis memikirkan kondisi bayi di perutnya.


"Ahhh sakit sekali mass," Sambil menangis Cila berteriak kencang.


"Sabar sayang sabar, kenapa mobil ini lambat sekali hah?" Ucap Alfi memarahi anak buahnya.


Tidak lama kemudian sampai dirumah sakit, Alfi langsung menggendong istrinya. Untung saja dokter sudah bersiap menunggu kedatangan Alfi.


Cila dibawa ke UGD oleh dokter sedangkan Alfi diminta menunggu diluar. Tidak lama kemudian dokter keluar dan menemui Alfi.


"Racun? Tidak mungkin dok karena saya sangat memperhatikan istri saya." Kata Alfi tidak percaya.


"Benar tuan, menurut hasil pemeriksaan istri anda ada menelan racun yang dibubuhi dalam makanan yang seperti baru dimakan sekitar 20 yang lalu." Jelas dokter tersebut.


"Baiklah dok, lakukan yang terbaik untuk istri dan calon anak saya." Jawab Alfi menyetujui operasi tersebut.


Disinilah Alfi menunggu operasi istrinya yang sudah berjalan cukup lama. Hatinya diselimuti perasaan gelisah takut terjadi sesuatu dengan Cila dan bayi mereka.


"Alfi bagaimana keadaan Cila?" Mama Rena berlari mendekati Alfi di ikuti Mami Ara dan Zay.

__ADS_1


"Masih dalam ruang operasi ma, keadaan Cila sangat lemah karena makanan yang dia makan terdapat racun dan itu sangat membahayakan kandungannya." Jawab Alfi lirih.


Mama Rena menatap ruang operasi sambil menangis. Walaupun Cila bukan anak kandungnya tapi dia sangat menyayangi Cila.


Sedangkan di sebuah hotel terlihat seorang wanita tersenyum senang mendengar laporan dari anak buahnya.


"Apakah rencana kita berhasil?" Tanya pria di depannya itu.


"Tentu saja, tidak boleh ada kata gagal dalam rencana ini." Jawab wanita itu tersenyum senang.


"Lalu bagaimana dengan kondisimu?" Tanya pria itu lagi.


"Seperti yang kau lihat, aku sangat baik dan dia sangat kuat." Jawab wanita itu acuh.


"Apa kau yakin akan menyerah dia pada paman?" Pria itu menunggu jawaban dari wanita didepannya.


"Yakin sekali karena aku malas untuk mengurus sesuatu yang menurutku sangat merepotkan. Lagi pula sangat menguntungkan jika kita menyerahkannya pada paman."


Pria itu menganggukkan kepala, toh jika dia menolak pasti tidak mengurungkan niat wanita didepannya. Hidupnya saat ini juga dibawah kendali wanita itu.


***


Hayo siapa wanita dan pria itu?


Ada yang bisa menebak?

__ADS_1


**Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE dan Tambah ke Favorit.


Follow juga yaa ❤❤❤**


__ADS_2