Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Alasan sebenarnya


__ADS_3

Abrian dan Keyra keluar dari dalam mobil begitu sampai di rumah utama keluarga Anggara. Keyra melihat bangunan di depannya, dulu setiap minggu pasti dia menginap di rumah ini atas permintaan orang tua Abrian. Mereka menghabiskan waktu bersama saat akhir pekan.


“Ayo masuk, mereka sudah menunggu ke datangan kita.” Abrian menarik tangan Keyra dan menggandengnya.


“Mereka?” Keyra takut yang di maksud oleh Abrian adalah orang tuanya. Dia tidak tahu apa yang harus dijelaskan pada orang tua Abrian tentang masalah perpisahan dia dan Abrian.


“Bukan orang tua ku. Tapi kau pasti mengenalinya.”


Sampailah mereka di pintu masuk ruang baca, Abrian membuka secara perlahan lalu masuk di ikuti Keyra. Mata Keyra membulat saat dirinya mengenali gadis yang duduk di samping Abrilla.


Deg..


“Kau disini, Senafa?”


“Panggil dia Bella, jangan Senafa.” Kata Abrilla pada Keyra. Sedangkan Bella hanya diam tidak mengerti.


“Duduklah dulu Key.” Abrian menarik Keyra duduk disebelahnya. Tidak lama kemudian Abrico datang dengan membawa beberapa berkas di tangannya.


“Apa kakak mengenalku?” tanya Bella.


“Tentu saja dia kenal, karena dia anak dari ibu tirimu Bella.” Ucap Abrico mengangetkan Bella.

__ADS_1


Wajah Bella memerah, dia langsung menatap Keyra dengan tatapan tidak suka. “Kau anak pembunuh.”


Jderrr…


Bagai disambar petir tubuh Keyra menegang saat dirinya disebut anak pembunuh. Dia menggelengkan kepala, Keyra yakin ini pasti ada kesalahpahaman. Karena dirinya sendiri tidak tahu apa yang sudah ibunya lakukan.


“Bella, tenanglah. Jika kau tidak bisa tenang maka masalah ini akan sulit diselesaikan.” Rilla tahu perasaan Bella akan tetapi jika langsung terbawa emosi malah membuat masaah semakin rumit.


“Maaf kak…” ujar Bella lirih.


Keyra menarik nafas dalam-dalam, kini dirinya tidak bisa menutupi masalah yang dibuat oleh Ibu Karin. Keyra tidak sanggup lagi memendam masalah ini sendiri. Toh Abrian yang memaksanya kesini jadi sudah pasti Abrian siap dengan konsekuensinya.


“Sebelumnyaa kau meminta maaf padamu Abri, selama mengenalmu aku menutupi identitasku. Disini aku akan berkata jujur supaya tidak ada lagi kesalahpahan antara kita terutama dengan Senafa, em maksudku Bella.” Keyra berhenti sejenak dan mengelurakan 2 kartu kecil dari tasnya.


“Kenapa kau tidak memakai “Gu” dibelakang namamu?” tanya Abrian.


“Karena aku bukan anak kandung Tuan Jonathan Gu.”


“Apa ibumu berselingkuh?”


“Tidak Abrico, tidak ada perselingkuhan. Aku memang bukan anak kandung Tuan Jonathan Gu dan Nyonya Karin. Aku hanya anak yang ditemukan Ibu Karin dijalan setelah 1 bulan putri kandungnya meninggal. Tuan Jonathan tidak tahu jika putrinya meninggal dan dia pikir aku adalah putri kandungnya.”

__ADS_1


Terkejut, itu yang dirasakan mereka dalam ruangan. “Kapan kau tahu jika dirimu bukan anak kandung mereka?” tanya Abrilla.


“Saat aku berniat mendonorkan darah untuk Ayah Jonathan dan ternyata darahku tidak cocok. Aku pikir golongan darahku sama dengan Ibu Kiran tapi ternyata tidak.” Jawab Keyra mengenang kejadian beberapa tahun yang lalu.


“Lalu selanjutnya apa yang terjadi?” Bella mulai menerima baik Keyra.


“Aku marah dan bertanya dengan Ibu Kinan perihal orang tua kandungku tapi ibu berkata jika sampai orang lain tahu aku bukan anaknya dan Ayah Jonathan maka orang tua kandungku akan dia bunuh. Sejak itu aku hanya bisa mengikuti permintaannya saja. Aku juga tahu usiaku dibuat lebih muda 5 tahun oleh Ibu Kinan untuk kepentingan dirinya. Tidak ada yang mengetahui hal ini karena tubuhku memang dari dulu kecil.”


Memang benar jika tubuh Keyra mungil dan terlihat seperti gadis berusia 19 tahun. Jadi wajar saja tidak ada yang curiga jika umurnya di mudakan.


“Kepentingan seperti apa maksudmu Key?” tanya Abrian, padahal dirinya sudah bisa menebak rencana wanita bernama Kinan itu.


“Kepentingan untuk mengambil seluruh warisan Bella dari kakeknya.Usia ku dan Bella sengaja disamakan oleh Ibu Kinan. Rencana awal ibu saat kami masih kecil yaitu menukar kami tapi foto Bella kecil bersama kakeknya sudah beredar luas jadi gagal. Dan rencana ibu berganti, sat usia Bella menginjak 20 tahun, ibu memintaku menjadi Bella dan Bella menjadi aku lalu dia kan dinikahkan dengan anak teman ibu di luar negeri. Tapi ternyata gagal lagi, karena Bella berhasil kabur. Lalu semalam ibu membuat rencana dengan memintaku menjadi Bella karena naka buahnya tidak tahu keberadaan Bella. Aku tidak bisa menolak karena Ibu Karin mengancam dengan nyawa kedua orang tuaku. Dia tidak akan pernah memberitau keberadaan orang tua kandungku dan membunuh mereka.” Keyra menangis, dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Pilihan itu sangat sulit,, dilain sisi dia tidak mau diperalat oleh Ibu Karin tapi dilain sisi dia tidak mau orang tua kandungnya dalam bahaya.


“Key, apa karena ibumu kau dulu membatalkan pernikahan kita?” tanya Abrian.


“Maafkan aku Abri, aku tidak berniat menyakitimu tapi aku juga tidak mau orang tua kandungku dalam bahaya. Ibu Karin berkata jika orang tua kandungku sudah dia temukan dan mereka hidup di awasi anak buahnya.” Keyra akhirnya berkata jujur dengan Abrian, dia tidak mungkin menutupi alasan sebenarnya dari Abrian.


“Kenapa kau tidak berkata jujur denganku Key? Jika kau berkata jujur pasti aku kan membantumu.” Ada rasa kecewa dihati Abrian saat Keyra tidak mau bercerita dengannya.


“Aku tidak mau kau terkena masalah Abri, Ibu Kinan itu sangat jahat dan pemaksa. Bagaimana jika dia meminta anak buahnya untuk menyakitimu.”

__ADS_1


Sebenarnya ini salah Abrian, dia tidak mau berkata jujur dija dirinya memiliki anak buah sendiri dan keluarganya sama seperti keluarga kaya lainnya. Selama menjalin hubungan dengan Kerya, gadis itu hanya tahu Abrian anak orang kaya dan tidak tahu menahu tentang seluk beluk keluarga ABrian sebenarnya. Dengan begitu Keyra pikir jika ibunya melakukan sesuatu pada Abrian pasti pria yang dicintainya akan celaka. Wajar jika Keyra tidak tahu karena hidupnya di luar negeri serta tertutup. Abrian saja hanya tahu dia anak dari panti asuhan.


“Kalian ini sudah lama menjalin hubungan tapi tidak ada keterbukaan antara kalian berdua. Yang satu ingin terlihat biasa saja supaya wanitanya tidak minder dan yang satu terlihat biasa saja demi melindungi prianya.” Kini Abrilla ganti mengomeli Abrian dan Keyra, dia tidak habis pikir bagaimana keduanya memutuskan untuk menikah pada waktu itu jika rasa saling percaya dan keterbukaan saja tidak ada.


__ADS_2