
Disinilah Maxim Chen dan Xin Qian dibawa keruang tengah markas Black Star dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Maxim mengalami luka tembak di tangan dan kaki demi melindungi istrinya yang hampir terkena tembakan.
Sedangkan Xin Qian terlihat sedang menahan sakit di perutnya akibat terjatuh saat menghindar dari perkelahian di kamar.
Anak buah Maxim sudah banyak tergeletak sekarat bahkan ada yang sudah tidak bernyawa lagi. Hati Maxim sangat perih melihat itu semua, terlebih istrinya yang sedang hamil ikut mengalami semua ini.
“Wah pasangan suami istri yang katanya ahli bela diri sekarang terlihat sangat lemah sekali.” Ejek pria berbadan besar dengan memegang sebuah pistol.
“Apa yang kau inginkan Gerry? Bukankah sudah aku kabulkan semua permintaanmu itu.” Maxim menatap tajam saudara tirinya itu dengan menahan amarah.
“Tidak semua permintaanku kau kabulkan kakak ku tersayang. Oh ya keinginanku adalah mengambil alih Black Star dari tangnmu.” Jawab Gerry tersenyu kemenangan.
“Kau tidak berhak atas organisasi ini Gerry karena kau bukan keturunan dari kuluarga Chen. Seharusnya kau ingat siapa dirimu itu, ingat dalam darahmu tidak ada darah keluarga Chen. Kau hanya anak dari perempuan yang tidak jelas asal usulnya dan ayahmu juga seorang tahanan negara yang mati dihukum tembak. Beruntung kau bisa masuk ke keluargaku berkat kelihaian ibumu yang pintar menggoda suami orang.” Maxim mengingatkan kembali status Gerry dalam keluarga Chen dengan sedikit mengejek.
“Diam. Tidak perlu kau ingatkan apapun kepadaku karena itu tidak akan membuatku mengurungkan niat untuk tetap menguasai Black Star.” Terlihat Gerry tidak terima saat Maxim membahas asal usulnya.
Benar memang apa yang dikatakan oleh Maxim Chen jika Gerry memang sangat beruntung bisa masuk kedalam keluarga Chen lewat kepintaran ibunya dalam menggoda suami orang. Ibu Gerry memang wanita penghibung yang kebetulan mendapat tawaran ikut menghibung tuan kaya yang sedang merayakan pesta.
Pada malam itu Ibu Gerry bernama Wei memang sudah beniat menggoda salah satu tuan kaya yang sedang ikut pesta. Wei sudah bosan hidup miskin dan lelah bekerja setiap hari untuk menghidupi diri sendiri dan anaknya yang berusia 7 tahun. Suaminya seorang penjahat yang sudah menjadi tahanan negara selama 2 tahun lebih.
Dulu kehidupannya penuh dengan kemewahan dari hasil kerja suaminya sebagai seorang bandar judi namun karena ditipu oleh orang, suaminya terpaksa berelih profesi sebagai pengedar barang-barang terlarang hingga tertangkap oleh polisi. Hingga semua hartanya habis disita pihak bank dan beberapa pihak lain karena dia terlibat hutang.
Kerena hal itu dia memilih menjadi Wanita penghibur saja yang dianggap tidak terlalu sulit pekerjaanya. Lama menjalani pekerjaan kotor itu dan malam ini dia memiliki kesempatan untuk merubah nasib hidupnya.
Dengan kelicikannya dia menjebak seorang tuan kaya hingga meminta pertanggungjawaban.
__ADS_1
Tuan kaya tersebut adalah Martine Chen, seorang ketua Black Star. Awalnya Martine tidak ingin bertanggungjawab pada Wei namun setelah 2 bulan Wei mengaku hamil dan berkata dia hanya melakukan dengan Martine. Istri Maxim yang mengetahui hal itu mendesaknya untuk menikahi Wei. Martine menolak keras untuk menikahi Wei karena merasa tidak melakukan apapun tapi istrinya terus mendesaknya.
Istri Martine adalah seorang Wanita berhati mulia dan suka membantu orang lain. Walaupun hatinya sakit harus berbagi suami tapi dia tidak bisa melihat Wei hamil tanpa bersuami dan dia tidak tega jika nanti bayi itu lahir tanpa seorang ayah. Akhirnya Martine dengan berat hati menikahi Wei.
Selama menikah dengan Martine semua kebutuhan Wei terpenuhi bahkan anaknya, Gerry ikut didik oleh Martine. Hal itu membuat sifat serakah Wei semakin menjadi-jadi, dia ingin menyingkirkan nyonya sah rumah ini yang tidak lain istri pertama Martine Chen dan setelah itu hanya tinggal dia satu-satunya nyonya sah di rumah kediaman Chen.
Wei menjalankan rencana menyingkirkan istri pertama Martin saat diadakannya pesta ulang tahun putra Martine dengan istri pertamanya yaitu Maxim Chen. Dengan keramaian yang ada dia memanfaatkan waktu menabur racun diminuman istri pertama Martine. Hingga terjadi kekacauan saat istri pertama Martine mengeluarkan busa dari mulutnya dan dinyatakan meninggal sebelum tim medis datang.
Pesta yang tadinya meriah dan bahagia sekarang terlihat menyedihkan akibat nyonya rumah meninggal dunia. Martine ikut menangis sambil memeluk tubuh putranya yang tidak terima jika ibunya meninggal. Tidak ditemukan pelaku yang menyebabkan istri pertama Martine meninggal, hal itu membuat Wei tersenyum kemenangan.
Sudah 3 bulan sejak kematian istri pertama Martine dan Wei sangat menikmati harinya menjadi nyonya satu-satunya di rumah ini. Usia kehamilannya sudah menginjak usia 7 bulan dan dari hasil USG anaknya berjenis kelamin perempuan. Hal itu membuat Wei semakin senang karena putrinya juga akan menjadi nona di keluarga Chen tanpa ada saingan.
Sayangnya Martine tidak pernah memberikn perhatian pada bayi yang dikandung Wei, hanya memberikan uang, uang dan uang.
Hingga hari melahirkan tiba melalui tindakan operasi. Bayi perempuan lahir sehat tapi sayangnya Wei meninggal dunia akibat mengalami pendarahan.
“Kau tidak berhak atas organisasi ini Gerry lebih baik, seharusnya kau bersyukur ayahku sudah berbaik hati merawat dan membesarkanmu.” Ucap Maxim lagi supa Gerry sadar diri.
Bukannya sadar Gerry malah menembakkan peluru pada Maxim hingga membuat Maxim memuntahkan darah dari mulutnya. Hal itu membuat Xin Qian berteriak dan meronta-ronta minta dilepaskan.
“Hallo kakak ipar, jangan berteriak seperti itu kasihan keponakanku pasti merasa tidak nyaman.” Gerry mendekati Xin Qian dan tersenyum mengejek.
“Tega sekali kau Gerry melakukan ini kepada kami. Kau jahat dan tidak punya hati.” Ucap Xin Qian berteriak meronta-ronta.
“Ya aku memang tidak punya hati jadi sebaiknya kau jangan membuatku marah. Xin Qian bagaimana jika kau menjadi istriku saja, kau masih terlihat sangat cantik walaupun sedang hamil besar seperti ini.” Ujar Gerry mengelus perut Xin Qian.
__ADS_1
“Cih sampai mati pun aku tidak sudi menjadi istrimu Gerry.”
Sontak ucapan Xin Qian membuat Maxim marah dan langsung menendang perut Xin Qian.
“Ah perutku sakitttt…” Teriak Xin Qian kesakitan.
Darah keluar mengalir di kaki Xin Qian dan membasahi lantai, hal itu membuat Gerry tekejut. Dia tidak berniat mencelakai Xin Qian namun ucapan Xin Qian membuat emosinya tidak terkendali.
Gerry langsung memerintahkan anak buahnya membawa Xin Qian ke kamar untuk ditangani tim medis. Di kamar kondisi Xin Qian sudah tidak sadarkan diri. Xin Qian langsung ditangani tim dokter dengan melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan bayi. Untung saja di rumah itu sudah lengkap alat-alat medis jadi bisa melakukan tindakan operasi sesegera mungkin.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya bayi Xin Qian bisa dilahirkan sayangnya kondisi Xin Qian dan bayi laki-laki semakin memburuk, hal itu membuat tim medis menyarahkan pada Gery membawa Xin Qian kerumah sakit saja melihat Xin Qian melahirkan bayi kembar.
Gerry meminta anak buahnya membawa Xin Qian ke rumah sakit bersama dengan bayi laki-laki dan Maxim. Tujuan Maxim dibawa kerumah sakit supaya orang luar tidak ada yang tahu jika dia sengaja melakukain pembantaian di markas Black Star dan kondisi Maxim terlihat seperti orang yang sudah tidak bernyawa. Sedangkan bayi perempuan ditinggal di markas.
Gery sendiri tidak langsung ikut ke rumah sakit karena dia ingin memberskan markas terlebih dahulu. Sekitar 30 menit berlalu, Gerry mendapatkan kabar mengejutkan jika mobil yang membawa Maxim, Xin Qian dan baby boy mengalami kecelakaan dan terjun ke jurang. Gerry sempat panik namun terlintas ide di pikirannya memanfaatkan kecelakan itu untuk mengelabuhi orang luar.
Berita kecelakaan Maxim Chen serta Xin Qian mengejutkan banyak orang, banyak yang menduga jika itu sabotase namun asumsi tanpa bukti bisa menyebabkan nyawa mereka dalam bahaya.
Gerry sendiri mengumumkan jika Ketua Black Star sekarang adalah dirinya mengingat tidak ada keturnan Chen yang lain.
Sedangkan bayi perempuan Maxim dan xin Qian dirawar oleh adik Gerry yaitu Fen. Fen sebenernya memiliki perasaan pada Maxim namun mengingat dirinya masih ada hubungan darah dengan Maxim dia berusaha menepis perasaan itu.
Melihat bayi perempuan itu membuat Fen memutuskan merawat bayi itu seperti anaknya sendiri namun kadang perasaan benci juga menyelimuti dirinya karena bayi perempuan itu juga anak Xin Qian, wanita yang membuat Maxim tidak pernah lagi memperhatikannya.
Flash Back Off
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungan ke author biar makin semangat yaa ❤❤