Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 65 - Bom


__ADS_3

Disinilah Alin dan Anjar berhdapan dengan 10 orang pria berpakaina serba hitam. Tentu saja Alin tahu jika mereka semua adalah orang-orang Black Star yang ditugaskan Tuan Gerry untuk menghabisi dia dan Anjar.


“Menyerahlah kalian sudah di kepung.” Ucap seorang pria yang sepertinya pemimpin kelompak itu.


“Cih, untuk apa langsung menyerah jika stok nyawaku masih banyak.” Jawab Alin sombong.


“Kau Alin, ternyata semakin berani saja setelah tiba-tiba keluar dari Black Star.” Kata pria itu memandang Alin dengan sinis.


“Tentu saja Alex, untuk apa takut pada kalian yang kemampuanya dibawah ku semua.” Ternyata Alin mengenal pria bernama Alex tersebut.


Alex tentu saja tidak terima dengan perkataan Alin, “Kau dari dulu tidak pernah berubah Alin, tetap saja sombong dan angkuh. Padahal hari ini nyawamu akan melayang ditanganku.”


Alin tertawa mendengar ucapan Alex, “Wajar saja aku sombong karena aku memang lebih kuat dari pada kalian semua. Dan bukan nyawaku yang akan melayang melainkan nyawamu Alex.”


“Alin sudah jangan memancing emosi mereka.” Anjar mencoba menasehati Alin yang tidak mau mengalah.


“Biarkan saja, aku tidak takut sama sekali dengan mereka semua.” Ucapan Alin membuat Alex langsung melesatkan tembakan pada Alin.


Dor…


Dor...


Tapi tembakan itu tidak mengenai Alin karena dengan cepat wanita itu menghindar.


“Uhhh melesat yaa, seharusnya kau belajar lebih giat lagi jika ingin menembak diriku Alex.” Alin tertawa mengejek Alex.


Terlihat Alex sangat kesal mendengar ejekan Alin


“Habisi mereka sekarang.” Ucap Alex memberi perintah pada anak buahnya.


Terjadilah baku tembak antara mereka semua, Alin yang sudah biasa dengan adegan tembak menembak terlihat santai menghadapi situasi seperti ini. Berbeda dengan Anjar yang terlihat panik, walaupun dia juga bisa menembak tapi belum pernah berhadapan dengan situasi seperti ini.


Dor..


Dor…


Dor…


Tiga orang tumbang seketika karena ulah Alin. Alin terus maju kedepan dengan terus menembaki lawannya. Target Alin adalah Alex, pria itu ikut menembaki Alin menggunakan 2 pistol miliknya tapi tidak satupun peluru mengenai Alin.


“Ahh peluruku habis.” Alex melemparkan pistolnya kesembarang arah dan berusaha mengambil pistol anak buahnya yang tergeletak di bawah.


Sayangnya belum sempat dia mengambil sebuah peluru melukai lengannya.


“Ahhhhhh…”


“Tidak akan aku izinkan kau megambil pistol itu Alex.” Ternyata Alin yang menembak lengannya dan dengan Gerakan cepat Alin menendang tubuh Alex hingga pria itu terpental ke belakang.


“Kurang ajar kau Alin.” Ucap Alex dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Alex akui jika Alin adalah petarung wanita yang patut di acungi jempol, selama bergabung dengan Black Star Alin menjadi satu-satunya petarung wanita yang selalu di percaya menjalankan misi khusus karena kemampuan bela dirinya yang tidak bisa diremehkan.


“Apa kau? Bangun lawan aku lagi.” Alin mendekati Alex dengan santainya.


Alex berusaha berdiri dan menatap Alin tajam dan langsung menyerang wanita itu.

__ADS_1


Kali ini mereka bertarung dengan tangan kosong karena pantang bagi Alin bertarung dengan lawan yang tidak memegang senjata apapun, kecuali memang nyawanya sudah di ujung tanduk.


“Kau salah mencari lawan Alex.”


Bruggg….


Bruggg...


Alin kembali menendang Alex tapi kali ini bukan di perut tapi di wajah.


“Upss maaf wajah jelek mu semakin bertambah jelek Alex.” Ejek Alin tertawa.


“Aww shit! Kau harus mati ditanganku Alin.” Alex berdiri dan langsung menyerang Alin dengan Gerakan cepat namun lagi-lagi Alin bisa mengalau serangan Alex.


“Tidak akan ku biarkan tubuhku lecet karena ulahmu Alex.” Kini ganti Alin yang menyerang Alex dengan membabi buta dan itu membuat Alex mengakami banyal luka lebam dibagian tubuhnya.


Sedangkan di ujung sana terihat Anjar sedang bertarung dengan 3 orang pria bertubuh besar setalh berhasih melumpuhkan 2 orang pria menggunakan pistol. Untung saja kemampuan bela diri Anjar tidak terlalu buruk.


Dor..


Dor..


“Jangan lengan bodoh kau masih ingin hidup.” Ternyata Alin menembak seorang pria yang berniat memukul Anjar dari belakang.


“Terimakasih gadis bar-bar.” Ucap Anjar setelah berhasil melumpuhkan 2 orang musuhnya.


“Ayo cepat kita hurus pergi dari sini sebelum pasukan cadangan datang menyerang kita lagi.” Ucap Alin menarik tangan Anjar.


“Bagaimana dengan Alex?” Tanya Anjar melihat kebelakang.


Kini Alin yang mengambil alih kemudi, dengan kecepatan tinggi dia mengendarai mobil.


“Alin apa kita sudah tidak dikejar oleh mereka?” Tanya Anjar yang melihat kebelakang memantau keadaan.


“Seharusnya ada yang mengejar karena niat mereka menghabisi kita terutama aku.” Alin sangat tahu dengan cara kerja Black Star yang selalu memiliki rencana cadangan apabila rencana lain gagal.


Tiba-tiba Alin berteriak, “Oh shitt pasti mobil kita sudah dipasang bom Anjar.”


“Apa bom? Bagaimana bisa?” Tanya Anjar terlihat panik.


“Periksa bagian belakang mobil cepat!” Perintah Alin pada Anjar.


Anjar lang memeriksa bagian belakang mobil dan ternyata benar ada bom di bagian belakang kursi penumpang.


“Alin 2 menit dari sekarang bom akan meledak.” Ucap Anjar kembali duduk disamping Alin.


“Ahh rem mobil kita tidak berfungsi, sepertinya rem mobil kita sudah dirusak oleh mereka. Kita harus mencari jurang dekat sini.” Alin melihat kanan kiri jalan dan menemukan ada jurang didepan jalan bagian kiri.


"Untuk apa mencari jurang?" Tanya Anjar tidak mengerti.


“Yang jelas bukan untuk bunuh diri. Besiaplah, hitungan ketiga buka pintu dan melompatlah.” Kata Alin menatap Anjar.


“Kau gila Alin, itu jurang pasti sangat dalam.”


“Turuti saja ucapanku nyawamu pasti aman, waktu kita tidak lama.”

__ADS_1


Alin menambah kecepatan dan saat sudah mendekati jurang dia menoleh pada Anjar.


Anjar sendiri jantungnya berdetak sangat kencang.


'Maafkan Anjar ma yang suka membuat mama khawatir.'


Satuu…


Dua…


Tiga…


"Lompat cepattt"


Anjar membuka pintu dan langsung melompat ke luar dibantu Alin yang mendorongnya.


“Ahhhhhh….” Anjar berguling kanan dan mendarat di rerumputan tinggi.


"Aku selamat... " Ucap Anjar mengecek anggota tubuhnya.


Anjar mencoba berdiri walupun terasa encok dibagian pinggangnya.


Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari bawah yang ternya itu jurang.


Duar…


Duar...


Suara ledakan terdengar sangat kencang dan api terlihat jelas dai atas tempat Anjar menjatuhkan diri. Kobaran api menghanguskan mobil yang Anjar dan Alin tumpangi.


“Alinnnnn….” Anjar berteriak memanggil nama Alin.


Anjar lupa jika Alin terlalu memikirkan keselamatannya dari pada keselamatan dirinya sendiri.


“Tidak, Alin kau dimana? Kau tidak boleh mati secepat itu.”


"Heii gadis bar-bar kau dimana?" Teriak Anjar menatap nanar mobil yang sudah hangus terbakar.


Baru kali ini Anjar mengalami ketakutan akibat kehilangan seseorang.


****


Hai Reader's


Jangan lupa kasih dukungan ke author.


LIKE


KOMEN


VOTE


TAMBAH FAVORIT


Follow jugaa yaa ❤

__ADS_1


Makasih ❤❤❤❤


__ADS_2