Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 49 - Hilang Jejak


__ADS_3

Malam hari setelah makan malam Aldi dan Zay izin kepada Cila dan Mami Ara untuk pergi ke markas mengurus sesuatu. Mami Cila yang sudah mengerti dengan sikap kedua anaknya mengangguk setuju begitu juga dengan Cila yang tidak pernah bertanya detail kemana suaminya akan pergi. Karena dia yakin suaminya tidak mungkin macam-macam diluar luar sana apalagi sekarang perginya ke markas bersama dengan Zay. Cila sendiri sudah mengetahui jika Alfi memiliki sebuah rumah mewah lainnya yang dijadikan markas untuk anak buahnya.


Alfi dan Zay sampai di markas pukul 8 malam dan langsung masuk ke dalam. Sampai di dalam terlihat Anjar sedang serius menatap layar komputer didepannya.


"CCTV apa tuh?" Zay mendekati Anjar dan ikut mengamati rekaman CCTV didepannya.


"Dokter itu menghilang tanpa jejak, dia mengundurkan diri dari rumah sakit kemarin dan apartemen itu dokter juga udah kosong. Ini sekarang gue lagi cek CCTV apartemen dokter itu tapi ngak ada gue nemuin tanda-tanda keberadaannya. Bahkan anak buah kita yang tugasnya ngawasin itu dokter bisa kehilangan jejak." Anjar menjelaskan apa yang sudah anak buhannya laporan tadi sebelum Alfi dan Zay datang.


Alfi yang mendengar penjelasan Anjar langsung mendek untuk melihat rekaman CCTV. Dia mengamati dengan saksama orang yang lalu lalang didepan pintu apartemen dokter itu.


"Siapa nama dokter ini?"


"Namanya Dokter Derk ,umur 45 tahun. Tidak ada informasi lain yang didapatkan oleh anak buah kita." jawab Anjar.


"Aneh, gue curiga kalo apartemen itu terhubung langsung sama parkir belakang apartemen." ucap Zay mengungkapkan kecurigaannya.


"Dia juga pasti udah curiga kalo gerak gerik dia diawasi 2 hari ini." tambah Anjar mengingat 2 hari ini anak buahnya selalu memantau Donter Derk baik di dirumah sakit atau perjalanan pulang ke apartemen.


"Kalo kyk gini bakal susah buat kita cari informasi identitas Cila." kata Zay menatap Alfi dan Anjar bergatian.


Alfi menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan perkataan Zay.

__ADS_1


"Kedepan bukan kita yang nyari informasi tentang dokter itu tapi dokter itu yang bakal nyari informasi tentang kita." kata Alfi tersenyum smrik.


"Maksud lo apa Fi?" tanya Anjar memicing.


"Tunggu waktunya dan lo bakal tau."


"Ah ngak asik, waktunya juga belum tau kapan. kata Anjar menggerutu.


" Oh ya siapin penjagaan lebih dirumah gue dan siapin pengawal lebih buat Cila." perintah Alfi kepada Zay.


Zay tidak berani bertanya kenapa karena dia tahu jika Alfi tidak akan mengatakan rencananya secara langsung tapi memberikan sebuah perintah tanpa diketahui apa maksud dan tujuannya.


"Oh iya kata mama gue Tuan Reza ke rumah lo ya Fi?" Anjar mengingat saat mamanya bercerita tentang Tuan Reza yang bersikap seenaknya sendiri.


"Beresin gimana maksud lo?" tanya Anjar penasaran.


"Liat aja berita besok pagi pasti lo kaget." jawab Alfi tersenyum misterius.


Zay terkekeh melihat rait wajah Anjar yang menatap Alfi jengkel.


"Males gue ngomong sama lo. Mending gue langsung pulang aja lah sekarang." Anjar berpamitan untuk pulang sambil menatap sinis Alfi.

__ADS_1


"Gue juga mau pulang udah kangen sama Cila." kata Alfi berjalan melangkah keluar markas.


Zay sendiri sebelum keluar markas dia memberikan beberapa perintah kepada anak buahnya setelah itu baru dia menyusul Alfi dan Anjar yang sudah keluar lebih dulu.


Perjalanan pulang terasa sepi karena baik Alfi maupun Zay larut dalam pikiran mereka masing-masing. Sampai di rumah mereka langsung masuk dan menuju kamar.


Dikamar Cila sudah tertidur lelap, Alfi masuk dengan pelan supaya tidak. membangunkan istrinya. Dia langsung pergi ke kamar mandi serta berganti pakaian. Setelah itu langsung tidur memeluk istrinya.


Berbeda dengan Alfi yang sudah tidur sambil memeluk istrinya. Zay sendiri belum bisa tidur karena dia memikirkan gadis kecilnya itu. Zay membuka handphonenya dan menatap foto seorang wanita yang dikuncir dua dengan menggunakan dress motif bunga-bunga. Gadis itu tersenyum manis memandang lautan. Wanita itu adalah Ayunda, gadis kecil yang dari kemarin malam mengusik pikirannya.


Besok aku harus bertemu denganmu gadis kecil. Aku sangat merindukanmu.


LIKE


KOMEN


VOTE


TAMBAH FAVORIT


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


❤❤❤❤


__ADS_2