
"Ibu ini berkas yang tadi sudah aku urus." Kerya menghampiri Kinan di taman belakang.
"Kau sudah pulang? Apa persiapan pernikahan sudah selesai?" tanya Kinan menerima berkas itu.
"Sudah bu, semuanya Abrian yang urus dan aku hanya terima beres saja." jawab Kerya duduk disebelah Kinan, wanita itu tersenyum puas melihat surat pengalihan atas nama Senafa Gu sudah selesai.
"Oh baguslah, apa kau sudah menyerahkan daftar undangan dari pihak kita pada Abrian tadi?" tanya Kinan menutup berkas tadi.
"Tentu saja sudah. Oh iya bu, bagaimana jika suatu hari nanti Senafa kembali ke rumah ini? Apa yang akan ibu lakukan?"
Kinan tersenyum sesaat kemudian menjawab. "Dia tidak akan kembali. Jika pun kembali dengan cepat akan ibu lenyapkan saja supaya tidak membuat masalah dikemudian hari."
"Ibu tega melakukan itu padanya? Bagaimana jika ada orang yang mengetahui semua ini bu?" tanya Keyra.
"Kenapa tidak? Melenyapkan nyawa ibunya saja ibu berani. Apalagi anaknya yang tidak tahu apa-apa." jawab Kinan mengenang kejadian dulu.
Kinan dulu melenyapkan nyawa Seera, ibu Senafa dengan cara memaksa Seera meminum racun. Memang tidak dari tangannya langsung tapi dia yang memberi perintah.
Setelah Seera meninggal jasadnya pun tidak dimakamkan dengan layak. Melainkan di buang ke jurang. Tidak ada yang mengetahui itu kecuali Kinan, 2 pelayan kepercayaannya dan Senafa. Bahkan suaminya, Jonathan tidak mengetahui. Jonathan tahu, Seera meninggal akibat sakit. Tapi pria itu tidak perduli.
__ADS_1
Keyra sedikit terkejut dengan kejujuran ibunya.
"Berarti benar yang diceritakan Abri tadi. Jika ibu Senafa meninggal karena ulah ibu." pikir Keyra mengingat cerita Abrian tadi.
"Sudahlah, ibu kedalam dulu ingin istirahat. Nanti sore ibu akan ke rumah sakit melihat perkembangan ayahmu." Kinan membawa berkas itu masuk meninggalkan Keyra sendiri.
"Semoga ini jalan terbaik dari sang pencipta. Maafkan aku ibu, bukannya aku tidak tahu balas budi tapi sikap ibu sudah sangat keterlaluan. Harusnya yang menikmati semua kenyamanan di rumah ini adalah Senafa. Tapi karena keserakahan ibu tega berbuat sampai sejauh ini." ucap lirih Keyra menatap punggung ibunya.
Ditempat lain Abrian tersenyum puas karena berhasil mendapatkan bukti pembunuh ibunya Bella. Tadi sebelum pulang Abrian memasang camera kecil di jam tangan Keyra. Walaupun CCTV rumah itu sudah disadap oleh Rilla, tidak semua bagian ada CCTV.
"Kak ini semua sudah aku urus, tinggal tunggu saja hari H. Oh ya tadi ayah memberi kabar jika besok akan tiba di Indonesia bersama yang lain. Perkiraan sampai disini malam hari." Kata Abrico.
"Syukurlah, lalu bagaimana dengan mereka? Apa sudah ada pergerakan?"
Abrian menyetujui pendapat Abrico. "Tambah bagian keamanan di pernikahan ku nanti, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. Minta markas mengawasi penerbangan dari negara itu dan tempatkan penjagaan lebih untuk Rilla. Aku tidak mau dia terluka seujung kukupun."
"Untuk penjagaan sudah aku urus, semoga semunya baik-baik saja. Jikapun mereka benar datang kemari aku berharap tidak dihari yang sama dengan pernikahan mu kak."
Saat Abrian dan Abrico sedang berbincang, Abrilla datang. Dia masuk dengan cara menendang pintu ruang baca.
__ADS_1
Bruggg...
"Ya ampun copot jantungku... " Abrico hampir terjungkal dari kursi yang ia duduki.
"Apa kau berniat menghancurkan pintu itu Rilla?" tanya Abrian yang memegang dadanya.
"Hehe kalian terkejut kak?" tanya Rilla polos.
"Tidak, kami sedang latihan senam jantung." jawab Abrico ketus.
"Ada Rilla? Kenapa kau datang dengan cara bar-bar?"
Abrilla duduk disamping Abrico lalu menyerahkan ponselnya. "Lihat rekaman itu. Ternyata wanita medusa itu membohongi Keyra. Dia sebenarnya sama sekali tidak tahu siapa orang tua kandung Keyra."
Abrian dan Abrico melihat rekaman Kinan yang sedang berbincang dengan Fanghiu. Kinan berkata jika selama ini dia hanya mengancam Keyra saja supaya menuruti permintaannya."
"Sudah tua, keriput, bau tanah masih serakah dan jahat. Ingin rasanya aku memberi nenek tua itu suntikan pelebur tubuh." Ujar Abrico dengan kesal.
"Suntikan pelebur tubuh kurang seru Rico. Sebelum itu kau harus memberinya vitamin perusak organ tubuh dulu. Baru setelah wanita itu lemas pelebur tubuh kau masukkan." Kata Abrian tersenyum sinis.
__ADS_1
"Aku request sebelum itu semua dilakukan sayat dulu tubuh medusa itu jangan lupa tambahkan cuka supaya semakin sedap."
Ketiga saudara kembar itu tertawa bersama memikirkan penyiksaan sadis yang akan mereka berikan untuk Kinan.