
Sudah 2 hari kepulangan Cila dan baby boy dari rumah sakit dan sudah 2 hari juga baby cantik Rilla masih di rumah sakit ditemani Anjar dan Alin. Selama baby Rilla di rumah sakit, setiap pagi Alfi akan datang menjenguk anaknya sekalian mengantar ASI.
Tidak ada hal mencurigakan juga di sekitar tempat Rilla di rawat, hal itu membuat Alfi sedikit tenang. Kondisi Rilla juga sudah semakin membaik dan besok sudah bisa di bawa pulang. Hal itu merupakan kabar bahagia bagi Alfi untuk Cila serta lainnya.
Sore ini Anjar keluar sebentar dari ruangan Rilla untuk bertemu dokter sesuai permintaan dokter tadi. Alin sendiri menjaga Rilla yang masih tertidur sambil mengecek pekerjaan Anjar.
Saat ini Anjar sedang berbicara dengan dokter mengenai kondisi Rilla namun saat sedang mendengarkan penjelasan dokter tiba-tiba seseorang dari belakang menyuntikkan sesuatu pada lehernya dan membuat tubuh Anjar lemas lalu tidak sadarkan diri.
“Sekap dia diruanganmu dan jangan sampai ada orang lain yang tahu.” Ucap pria tadi yang menyuntik Anjar pada dokter.
“Baik tuan,”
Dokter tersebut mengikt tubuh Anjar dan menyekapnya di ruang istirahat miliknya. Namun sebelum itu pria tadi bertukar pakaian dengan Anjar. Pria tadi menyamar menjadi Anjar dengan menggunakan masker menutupi wajahnya.
“Ayo pergi ke ruangan bayi itu.” Kata pria tadi.
Dokter serta Anjar gadungan berjalan menuju rungan Baby Rilla, mereka denga mudah melewati para penjaga yang berjaga disekitar ruangan nona muda mereka.
Dokter membuka pintu ruangan dan berjalan masuk diikuti Anjar gadungan.
__ADS_1
“Selamat sore Nyonya Alin, biar saya periksa dulu nona muda.” Sapa dokter itu ramah.
"Silahkan dok,"
Alin tersenyum dan mempersilahkan dokter memeriksa Rilla, Alin tidak menyadari jika yang dibelakangnya bukanlah Anjar karena terlalu fokus pada dokter yang memeriksa Rilla.
“Bagaimana keadaannya dok? Apakah besok benar sudah bisa dibawa pulang?” Tanya Alin memastikan.
“Keadaan nona muda semakin membaik dan besok benar sudah boleh dibawa pulang.” Jawab dokter tersebut pada Alin.
Dokter tersebut mengajak Alin berbincang-bincang untuk mengalihkan sikap waspada wanita didepannya. Dan benar saja saat Alin lengan Anjar gadungan menyuntikkan sesuatu seperti yang dia lakukan pada Anjar asli.
“Ahh apa yang kamu lakukan Anjar?” Alin menoleh ke belakang dan mendapati jika bukan Anjar dibelakangnya melainkan pria yang berpura-pura menjadi Anjar.
"Siapa kamu dan apa tujuanmu melakukan ini kepadaku?" Alin memegang lehernya yang terasa sakit sekali.
"Tentu saja membawa bayi itu pergi dari sini."
Alin menyadari jika pria ini pasti sudah mengelabuhi pengawal dengan berpura-pura menjadi Anjar tapi kenapa dokter di sampingnya diam saja.
__ADS_1
“Dokter apa kau terlibat dengannya?” Alin mentap dokter tersebut dan diangguki oleh dokter itu.
“Maaf nona bayaran saya menjadi dokter tidak setimpal dengan bayaran mereka.” Dokter tersebut mengambil Rilla dari tempat tidur dan membawanya pergi.
“Jangan bawa bayi itu, ahh…” Alin ingin mengejar dokter tersebut serta pria tadi namun kepalanya teras berat dan akhirnya terjatuh tidak sadarkan diri.
“Ayo cepat keluar. Berikan bayi itu kepadaku.”
Dokter memberikan Rilla pada pria itu dan berjalan lebih dahulu.
Saat keluar dokter langsung menemui penjaga depan ruangan Rilla.
“Tuan tolong Nyonya Alin tiba-tiba pingsan tidak sadarkan diri didalam saya takut seseorang berniat mencelakainya. Coba tuan periksa ruangan itu terlebih dahulu dan mengamankan Nyonya Alin. Saat ini biar nona muda saya pindahkan dulu ke ruangan yang aman bersama Tuan Anjar.”
Mendengar ucapan dokter itu pera penjaga langsung masuk ke dalam ruangan untuk mengecek keadaan sedangkan dokter dan Anjar gadungan langsung pergi dari situ selagi perhatian penjaga tertuju pada ruangan tempat Alin tidak sadarkan diri.
“Cepat beri tahu Tuan Alfi dan ketua.” Perintah salah satu penjaga.
***
__ADS_1
Hai Hai 👋
Jangan lupa kasih dukungan ke author yaa biar tambah semangat up cerita ❤❤❤