Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Season 2 - Pria jadi-jadian


__ADS_3

Awal masuk kelas sampai akhir mata kulaih berjalan tanpa ada masalah. Jam kuliah Bella sudah selesai dan memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sambil menunggu Refa dan Nia tapi saat melewati taman kampus dia melihat seorang wanita di bully oleh dua orang pria.


“Hentikan…” teriak Bella berjalan mendekati mereka.


“Siapa kau? Berani sekali menghentikan kesenangan kami.” Ucap seorang pria menatap tidak suka Bella.


“Tidak penting siapa aku. Yang jelas tindakan kalian merusak ketenanganku.” Bella mendekati gadis yang di bully itu dan membantunya berdiri.”Kau tidak apa? Apa ada yang terluka?” tanya Bella memperhatikan penampilan gadis itu terlihat lusuh.


“Aku tidak apa, terimakasih sudah menolongku tapi sebaiknya kau pergi dari sini jika tidak nanti kau akan terluka.” Jawab gadis itu mengkhawatirkan Bella.


“Tidak usah takut aku pasti baik-baik saja.”


“Hei kau sebaikanya tidak usah ikut campur urusan kami.” Kata teman pria yang tadi menyiram gadis lusuh.


“Hei kau pria jadi-jadian lebih baik diam. Aku tidak akan ikut campur jika kalian tidak membully gadis ini.”


Pria itu tidak terima dikatai Bella pria jadi-jadian. “Kau berani denganku?”


Bella meminta gadis berpenampilan lusuh itu untuk mundur sedangkan dia maju mendekati pria itu. “Ya kau memang pantas dikatai pria jadi-jadian karena hanya berani dengan seorang wanita dan melakukan tindak kekerasan. Memang jukuan apa lagi yang cocok untuk pria sepertimu?”


“Salahkan gadis itu yang menabrak kami. Seharusnya dia jalan menggunakan mata. Benar tidak Fadli?” Kata pria itu pada temannya.

__ADS_1


“Ya benar sekali Rehan.”


“Apa jalan menggunakan mata? Wah hebat sekali ya ternyata mata memiliki kegunaan untuk berjalan. Hei pria jadi-jadian, berjalan itu menggunakan kaki dan kegunaan mata itu untuk melihat jalan.” Sontak ucapan Bella membuat orang yang sedang menonton mereka tertawa.


“Kau..”


“Ya apa?” Bella sama sekali tidak takut pada pria bernama Fadli dan Rehan.


Karena kesal dengan ucapan Bella, Rehan berniat memukul Bella. Tapi pukulannya di tepis oleh Bella menggunkan tasnya. Fadli yang melihat temannya hampir terjatuh ikut menyerang Bella menggunakan kakinya. Tapi gerakannya kurang gesit karena Bella lebih dulu menendang kaki Fadli.


“Apa kalian tidak malu melawan wanita? Dua lawan satu lagi.”


“Memang berapa yang kalian butuhkan untuk ganti rugi?” tanya Bella merasa malas dengan sikap arrogant mereka.


“Delapan juta.”


Mendengar nominal yang disebutkan Rehan, gadis lusuh tadi maju kedepan. “Aku tidak memiliki uang sebanyak itu.”


“Ha…ha…ha…”


“Sudah culun, lusuh, miskin lagi.” Ejek Fadli tertawa keras.

__ADS_1


“Tidak usah tertawa keras, mulutmu bau.” Kata Bella menghentikan tawa Fadli.


Bella mengeluarkan kertas dari tasnya dan menulis sesuatu. “Ambilah sebagai biaya ganti rugi dan sebagai biaya membersihkan bau mulutmu itu.”


Ternyata yang Bella berikan pada Fadly adalah cek senilai 15 juta. Di tasnya tenyata berisi 3 black card, beberapa lemvar cek yang hanya tinggal ditulisi, ponsel keluaran terbaru dan kunci mobil. Semua itu sudah disiapkan oleh Abrian semalam.


“Ayo ikut denganku, jika kita terus disini nanti bisa tidak sadarkan diri mencium bau mulutnya.” Bella menari tangan gadis culun itu meninggalkan Fadli dan Rehan yang sih berdiri mematung menatap Bella.


Bella membawa gadis itu pergi ke taman belakang kampus. “Siapa namamu?”


“Namaku Yuni,siapa namamu? Terimakasih sudah membantuku. Aku janji akan mengembaikan uang itu saat aku sudah memiliki uang.” Terlihat Yuni bukan berasal dari keluarga kaya tapi da memiliki sopan santun yang baik.


“Aku Bella, sudah jangan pikirkan itu.”


“Bella..”


Bella menoleh saat namanya dipanggil, ternyata Nia yang memanggilnya.


“Ayo pulang.”


“Iya baiklah tunggu sebentar. Yuni sepertinya aku harus pulang sekarang karena mereka sudah menunggu. Lain kali harus lebih berhati-hati. Sampai jumpa.” Ucap Bella meninggalkan Yuni yang hanya menganggukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2