
Di kantor sedang ada Cila dan Mami Ara datang berkunjung sekalian membawakan makan siang untuk Alfi. Sebenarnya ini hanya akal-akalan Mami Ara yang tidak sabar meledek Zay. Orang suruhan Alfi melaporkan jika Zay sedang makan siang bersama seorang gadis yang ternyata gadis itu adalah Ayunda. Mendengar laporan anak buahnya, Alfi langsung menghubungi Mami Ara dan betapa senangnya Mami Ara mendengar ucapan Aldi. Siang itu Mami Ara langsung memesan makan siang untuk dibawa ke kantor Alfi bersama dengan Cila.
Zay yang baru saja sampai di kantor terlihat menebar senyum kesiapa pun yang dia temui. Hal itu membuat pegawai wanita heboh akibat banyak yang mendapat senyuman manis dari Zay.
Zay sendiri tidak tahu jika Mami Ara datang ke kantor bersama dengan Cila jadi saat dia masuk keruangan Alfi, Zay sangat terkejut saat melihat maminya duduk di kursi kerja milik Alfi.
"Mamii," Zay terkejut menatap maminya tersenyum manis menatapnya.
"Kenapa anak Mami yang cakep? Seger banget mukanya kyak es buah di depan kantor." kata Mami Ara dengan santainya.
Bukannya menjawab pertanyaan maminya, Zay malah bertanya balik.
"Kenapa mami kesini? Kok ngakak ngabarin Zay dulu." tanya Zay dengan gugup.
"Mami nganterin Cila nyidam pengen ketemu sama Alfi. Jugaan suka-suka mami mau ngabarin kamu apa ngak. Kamu panik banget liat mami datang ke kantor." jawab Mami Ara ketus.
__ADS_1
Alfi yang sedang duduk disamping Cila langsung mengelus perut istrinya dan berbisik dekat perut Cila.
"Kamu jangan marah ya dek difitnah sama oma kamu yang ngeselin."
Cila terkekeh mendengar bisikan Alfi kepada calon anak mereka. Mami Ara memang jahil sekali, cucunya belum lahir saja sudah dijadikan kambing hitam olehnya.
"Gimana Zay rasanya abis ngedate sama cewek?" tanya Mami Ara tersenyum.
"Apasih mi, orang Zay cuma ngobrolin biasa ngak ngedate." jawab Zay salah tingkah.
"Kalian ngobrolin apa? Pernikahan ya?" tebak Mami Ara bersemangat.
"Yah kalo gitu mami gagal dong dapet menantu baru. Ya udah nanti biar mami bilang ke Tante Tere kalo Ayu dijodohin aja sama cowok lain biar cepet dapet kepastian." ucap Mami Ara terlihat lesu.
Zay langsung menatap Mami Ara dengan gusar. Dia seperti tidak rela mendengar perkataan Mami Ara yang mengizinkan Ayunda dekat dengan pria lain.
__ADS_1
"Mami kok gitu sih?" kata Zay melayangkan protes.
Mami Ara mengerutkan kening mendengar perkataan Zay.
"Gitu gimana? Emang omongan mami ada yang salah?" tanya Mami Ara pura-pura tidak tahu. Padahal ucapan Mami Ara tadi sebenarnya hanya akting saja.
"Mami kok tadi setuju kalo Yunda dijodohin sama cowok lain?" tanya Zay yang masih tidak sadar jika Mami Ara hanya mempermainkan dia saja.
"Ya setuju dong, daripada mami deketin sama kamu tapi kamunya ngak suka lebih baik sama cowok lain aja. Oh iya bukannya Anjar juga suka sama perempuan cantik kyak Ayu, gimana kalo Mami jodohin Ayu sama Anjar aja Fi?" kata Mami sambil memberikan kedipan pada Alfi.
Alfi yang tahu dengan niat jahil maminya ikut dalam permainan.
"Em boleh juga mi, nanti biar Alfi kasih nomor Yunda ke Anjar aja. Pasti dengan senang hati Anjar deketin Yunda atau bahkan langsung ngelamar Yunda." kata Alfi menimpali perkataan maminya.
"Wah gapapa Yunda ngak nikah sama Zay tapi nikah sama Anjar. Kan tetep jadi menantu mami juga. Duh ngak pasti Ayu sama Anjar serasi banget." kata Mami Ara melirik Zay.
__ADS_1
Zay yang sudah kesal pada mami dan Alfi memilih pergi ke ruang kerjanya. Hatinya terasa panas dan tidak tenang.
Zay sebenarnya masih bingung dengan perasaannya sendiri. Dia takut perasaannya kepada Ayunda hanya sekedar nyaman bukan cinta.