Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Season 2 - Rencana Kepulangan


__ADS_3

Ini sudah satu minggu setelah kepulangan Abrilla dari rumah sakit, kondisinya sudah pulih total. Pukul 10 pagi mereka baru saja pulang mengunjungi makan kakek buyut mereka yang sudah meningga beberapa tahun yang lalu.


“Bril, apa kau yakin akan ikut kembali ke Indonesia bersama yang lain?” tanya Azkio.


“Aku yakin ayah, sudah cukup lama aku tidak mengunjungi negera kelahiran ku.” Jawab Abrilla yakin.


“Baiklah jika kau yakin, ayah juga juga akan ke Cina mengunjungi kakek dan nenek mu. Ada beberapa hal yang ingin ayah selesaikan disana bersama kedua orang tuamu.”


“Jadi ayah dan ibu tidak jadi ke Paris mengunjungi Oma Ara dan Oma Rena?” Abrico yang sedang bermain game menghentikan kegiatannya.


“Bukan tidak jadi, tapi di tunda. Ibu dan ayah akan pergi ke Cina dulu bersama paman setelah urusan disana selesai kami akan menjutkan perjalanan ke Paris.” Jelas Cila pada anak-anaknya.

__ADS_1


“Kalian kapan akan mengunjungi kakek, nenek dan kedua oma kalian? Mereka pasti sudah merindukan kalian, ditambah mereka mendapatkan satu cucu baru lagi. Cepat segera selesaikan semua urusan dan rencanakan liburan keluarga.” Kata Alfi melirik Abrian dan Abrico yang sudah gila kerja, ditambah sekarang Abrilla yang berniat membuat perhitungan sendiri pada Edrice serta Elfa. Jangan lupakan juga Bella yang ingin membalas kejahatan ayah dan ibu tirinya.


“Iya ayah tenang saja, kami akan segera menyelesaikan semuanya.” Jawab Abrian.


“Jam berapa kalian akan berangkat ke Indonesia?” tanya Azkio pada Abrian sebgai kakak tertua.


“Pukul 3 sore paman, Rilla berniat mengajak kami pergi ke pusat perbelanjaan untuk menguras uang kami.”


Abrico mendesah pelan, dia pikir setelah operasi Rilla akan bertaubat dalam urusan belanja. Ternyata tebakannya salah, adiknya itu semakin bersemngat dalam menghabiskan uangnya. Untung saja penghasilannya satu jam bisa menggantikan uang belanja Rilla dalam sekali belanja. Jika tidak dari dulu pasti dirnya sudah miskin dan menjadi beban keluarga.


“Bella nanti jangan sungkan jika mmenginginkan sesuatu, kedua kakak laki-laki mu sangat kaya. Jika kartu mereka tidak memiliki isi tending saja bokongnya. Apa guna menjadi kakak jika memanjakan adiknya saja tidak bisa. Jika kau tidak berani menendang mereka ada Rilla yang pasti bersedia melakukannya.” Ucap Alfi meledek kedua putranya.

__ADS_1


“Jika mereka miskin aku tidak mau mengakui mereka sebagai kakak ku ayah dan dengan senang hati aku bersedia menjadi wakil Bella untuk menendang bokong mereka.”


“Ayah, kami putramu bukan? Kenapa kami seperti anak tiri? Bukankah Rilla juga memiliki penghasilan sendiri? Tapi kenapa hobi sekali menguras uang kami? Ck kejam sekali.” Ucap Abrico merasa tersisihkan.


Mereka tertawa mendnegar keluhan Abrico. “Kak Rian saja tidak mengeluh tapi kenapa Kak Rico mengeluh.”


“Sudah-sudah, lebih baik kalian pergi sekarang supaya lebih banyak menghabiskan waktu bersama.” Lerai Cila melihat Abrilla dan Abrico kembali kumat.


“Yang ada banyak emnghabiskan uang bu jika pergi sekarang.”


“Sudah tidak apa Co, paman dengar kau baru saja memenangkan proyek baru jadi pasti kau banyak uang bukan.” Ucap Azkio pada keponakannya satu itu.

__ADS_1


“Pendapatan proyek itu sudah aku sisihkan untuk biaya pernikahanku kelak paman. Jadi tidak boleh diganggu gugat. Sudahlah ayo kita berangkat.”


__ADS_2