Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 45 - Kesurupan


__ADS_3

Mama Rena duduk manis disamping Mami Ara sambil menatap sinis orang di depannya itu.


"Apa maksud kamu sayang? Kamu masih istriku Ren." kata Tuan Reza menatap Mama Rena.


"Jangan panggil aku sayang dan aku juga bukan istrimu lagi. Bukankah kamu yang sudah menceraikan aku? Apa kamu lupa atau kamu pura-pura lupa?" ucap Mama Rena dengan raut wajah datar.


"Tidak Rena, saat itu aku sedang emosi jadi tolong maafkan aku dan kembali bersamaku."


Tuan Reza mencoba mendekati Mama Rena tapi dihentikan oleh Mami Ara.


"Jangan mendekati Rena, jika memang ada yang ingin dibicarakan silhkan tapi dilarang mendekat apalagi menyentuh."


Mama Rena menatap pria yang pernah menempati hatinya. Ingin sekali Mama Rena menangis tapi ditahan karena dia tidak ingin terlihat lemah didepan pria ini.


"Aku sudah memaafkanmu tapi aku tidak bisa kembali bersamamu lagi." ucap Mama Rena.


"Kenapa Ren? Bukankah kamu sangat mencintai aku." tanya Tuan Reza.


"Itu dulu mas sebelum aku tahu jika kamu selingkuh dibelakang ku dan merawat anak selingkuhan mu itu."


"Itu dulu Ren, aku bisa berubah. Aku saja bisa memaafkan mu dan sekarang aku bisa menerima Cila sebagai anak kita tapi mengapa kamu tidak bisa memaafkan aku?" ucap Tuan Reza memelas.


"Masalah kita sudah tidak ada sangkut pautnya dengan Cila dan kamu tadi minta kepada Mbak Ara untuk mengembalikan istri dan anak kamuDan kamu juga walaupun Cila sudah menjadi istri Alfi tapi mereka menikah tanpa restu dari kamu. Kamu tidak tahu malu mas. Kamu itu sudah menceraikan aku bahkan semua harta peninggalan orang tuaku kamu ambil dan untuk Cila, dia tidak perlu restu darimu untuk menikah karena kamu sendiri juga yang sudah mengusirnya."


Terlihat Mama Rena mengeluarkan unek-uneknya kepada Tuan Reza. Mami Ara tersenyum melihat Mama Rena berani melawan orang didepan mereka itu. Sedangkan Tuan Reza diam belum mengeluarkan kata-kata lagi. Dia terlihat bingung untuk menanggapi unek-unek Mama Rena.


Saat ketiga orang itu sedang diam, Alfi dan Zay datang.


"Ternyata kita kedatangan tamu tak diundang ya mi?" kata Zay kepada Mami Ara.


"Iya, gara-gara orang ini burung beo lancar banget ngomelnya." jawab Mami Ara sambil melirik Mama Rena.


Zay terkekeh mendengar jawaban Mami Ara.

__ADS_1


"Ada tujuan apa anda datang kesini?" Alfi menatap Tuan Reza dengan dingin.


Merasa pertanyaan itu ditujukan untuknya, Tuan Reza memberanikan diri menatap Alfi dan berdiri.


"Kedatangan saya kesini untuk menjemput istri saya dan mengajak anak saya berkunjung ke rumah saya." Tuan Reza menjawab dengan penuh keyakinan.


"Jika yang anda maksud istri adalah Mama Rena, kalian bukan suami istri lagi. Lalu siapa yang anda sebut anak? Cila? Cila bukan anak anda setelah mengusirnya dari rumah dan bukankah anda juga tahu jika Cila memang bukan anak kandung anda. Yang terakhir rumah, rumah yang anda tempati itu adalah milik Mama Rena karena anda memiliki dapatkannya dengan cara kotor." Alfi berkata sambil tersenyum sinis menatap Tuan Reza.


Tuan Reza terlihat sedang menahan emosi akibat perkataan Alfi, padahal memang benar apa yang dikatakan Alfi.


"Ini surat dari pengadilan agama dan silahkan anda tandatangani." Zay menyodorkan sebuah kertas kepada Tuan Reza.


Ternyata itu surat cerai yang sudah Alfi urus di pengadilan agama.


"Saya tidak setuju dengan perceraian ini." Tuan Reza merobek kertas tersebut.


"Tuan Reza anda sendiri yang menjatuhkan talak kepada Mama Rena, secara agama kalian sudah bercerai. Dan kami hanya membantu proses perceraian secara hukum saja."


Zay sangat geram melihat Tuan Reza yang seenaknya sendiri. Ingin rasanya dia memasukkan Tuan Reza ke kandang macan.


"Sesuatu? Apa itu?" Tuan Reza merasa Alfi telah melakukan sesuatu yang bisa membahayakan dirinya.


"Anggap saja itu bingkisan dariku karena anda telah berani mengunjungi rumahku sebagai tamu tidak diundang. Sekarang silahkan pergi dari rumahku." ucap Alfi tersenyum.


"Baik saya akan pergi tapi saya harus bersama Rena." kata Tuan Reza tetap kekeh.


"Wah sepertinya anda memang tidak bisa diusir secara halus ya. Apakah harus diusir secara kasar dulu baru anda pergi? Kalian bawa Tuan Reza keluar." perintah Zay kepada 2 bodyguard yang berdiri tidak jauh darinya.


Bodyguard itu langsung menyeret Tuan Reza keluar dari rumah Alfi.


"Hei lepaskan tangan kotor kalian dari tubuhku." Tuan Reza memberontak saat dia diseret keluar.


"Lebih kotor hati dan tindakan anda sendiri Tuan Reza daripada tangan orang-orang ku." ucap Zay mengejek Tuan Reza.

__ADS_1


Setelah Tuan Reza diusir secara paksa, Cila, Dinda dan Tante Hesti menghampiri mereka yang berada diruang tamu.


"Mama tidak apa-apa?" ucap Cila menghampiri Mama Rena.


"Tidak sayang, kan ada banyak tameng yang melindungi mama." jawab Mama Rena memeluk Cila.


"Syukur lah. Lalu mengapa orang itu dipaksa keluar dari sini?" tanya Cila ingin tahu.


"Orang itu lagi kesurupan Cila. Untung kamu ngak ikut kesini tadi, coba kalo ikut bisa-bisa kamu nanti kena sawan." celetuk Mami Ara asal-asalan.


"Mami ngak boleh asal-asalan ah jawabnya." ucap Zay protes.


"Ih kamu ngak usah ikut-ikut Zay. Mending sekarang kamu ke salon peting rambut, luluran,, maskeran kalo perlu mandi kembang." ucap Mami Ara memerintah Zay.


"Buat apa sih ke salon? Mending main ge aja ah."


"Ehhh kamu yaa kan malam ini bakal ikut mami pergi ke rumah temen mami. Sana siap-siap. Jangan bilang kamu lupa. Masih muda kok pelupa." ejek Mami Ara.


"Iya iya iya Zay bakal ke salon sekarang. Tenang aja mi, Zay ngak lupa kok. Ini juga masih jam 3 sore mi masa udah di suruh siap-siap." jawab Zay bersungut-sungut.


Yang lain tertawa melihat perdebatan kecil antara Mami Ara dan Zay.


Hai Reader's 😁


Jangan lupa LIKE, KOMEN, VOTE dan TAMBAH FAVORIT yaa 😍


Oh iya aku juga bakal kasih pulsa 20rb untuk pemberi dukungan paling banyak loh.


Silahkan dukung novel author sebanyak-banyaknya.


Pemenang akan author umumkan di hari minggu.


Terimakasih sudah mampir ke novel aku ❤❤

__ADS_1


Salam Hangat dari Author ❤


__ADS_2