
“Bukankah kemarin Alin berkata jika tidak ada yang tahu keberadaan orang tua Cila dan saudara kembarnya tapi yang anda ceritakan mobil yang meeka tumpangi menuju rumah sakit mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang, berarti mereka sudah meninggal dunia bukan?” Tanya Anjar yang merasa bingung.
“Sebenarnya tidak ada yang tahu pasti apakah ketua beserta Nyonya Xin dan anaknya benar meninggal atau tidak. Karena Tuan Gerry tidak mencari keberadaan mereka di jurang tempat kecelakaan. Dia sengaja membiarkan mereka tidak ada yang mencari bahkan menolong. Bahkan tempat kejadian keceakaan di larang seorang pun menyelidikinya.” Jawab Tuan Jack mengingat kejadian 23 tahun yang lalu.
“Lalu saat kejadian dimana kalian berada?” Cila yang dari tadi hanya diam ikut bertanya.
“Saat itu saya sedang bertugas di ruang bawah tanah markas bahkan saya juga sempat di siksa sedangka istri saya yang saat itu sedang tidur ikut tertembak. Kami bahkan harus kehilangan putra kami saat pembantaian itu. Beruntung kami bisa terlepas dari kekejaman Tuan Gerry jika tidak mungkin pada saat itu kami juga tidak akan selamat.” Terlihat Tuan Jack memendam kesedihan yang mendalam dari sorot matanya.
“Jika Cila sempat dirawat oleh adik Tuan Gerry lalu bagaimana bisa dia berada di Indonesia dan yang menyerahkannya kepadaku adalah dokter dengan tanda bntang di tangannya.” Mama Rena ikut menanyakan asal muasal Cila bisa terdampar di rumah sakit tempat dia melahirkan dulu.
“Jika nyonya bertanya soal itu kami tidak tahu jelas, tapi seingat saya Nyonya Fan dulu memutuskan pergi dari markas untuk memulai hidup baru dengan membawa Nona Cila kecil.” Kata Nyonya Hana menanggapi Mama Rena.
Mereka terus berbincang membahas kejadian 23 tahun yang lalu, terlihat raut wajah sedih Cila memikirkan bagaimana nasib orang tua dan saudara kembarnya yang tidak di ketahui jasadnya. Melihat istrinya mulai tidak nyaman Alfi memutuska membawa Cila beristirahat.
“Apa yang membuatmu sedih?” Tanya Alfi saat sudah berada dikamar.
“Aku berharap mereka bisa dikuburkan dengan layak.” Jawab Cila singkat.
Alfi mengerti maksud Cila, istrinya ingin menemukan jasad orang tua serta kakaknya walaupun hanya tulang saja. Tapi itu tidak mungkin dan sulit untuk Alfi kabulkan karena kejadian tersebut sudah 23 tahun yang lalu. Bisa saja sekarang jurang tersebut sudah sulit untuk dicapai oleh anak buahnya.
“Aku tahu itu sangat sulit mas, aku hanya bisa berdoa semoga mereka bisa tenang di alam sana.” Cila berkata lirih sambil menyeka air matanya.
Alfi mendekati istrinya dan memeluk memberi ketenangan, tidak mudah untuk menerima semua ini. Berharap istrinya bisa lebih kuat karena Alfi yakin setelah ini pasti aka nada masalah baru datang.
Malam hari setelah Sebagian penghuni rumah tidur, Alfi , Anjar dan Zay serta Tuan Jack dan Alin berkumpul di ruang kerja Alfi.
__ADS_1
“Tuan setelah ini pasti aka nada masalah yang datang lagi. Bagaimana menurut tuan?” Tanya Alfi mengawali pembicaraan.
“Panggil saja paman jangan tuan, menurut paman Cila harus dijaga dan diawasi lebih ketat karena paman yakin anak buah Gerry pasti sudah menyelidiki kepergian paman, apalagi Alin juga mengundurkan diri secara tiba-tiba.” Jawab Paman Gerry memberikan pendapat.
“Tapi apa pentingnya mereka mencari istriku paman? Bukankah tidak ada hal penting dengan adanya istriku.” Alfi yang notabene seorang pengusaha tidak terlalu mengerti dengan persoalan organisasi seperti itu. Jadi dia tidak bisa berpikir jernih.
“Tentu saja sangat penting Alfi. Istrimu adalah keturunan Chen dan seharusnya Cila bisa mengambil alih organisasi itu sesuai dengan peraturan keluarga Chen. Namun bukan itu saja yang dikhawatirkan tapi anak dalam kandungan istrimu. Jika istrimu melahirkan bayi laki-laki maka bayi itu yang nantinya saat berusia 17 tahun harus anak kalian yang harus memimpin organisasi itu.” Jelas Paman Jack pada Alfi.
Sekarang Alfi paham walaupun Cila tidak berminat dengan organisasi itu namun anak yang Cila kandung memiliki kewajiban terhadap organisasi itu.
“Apa kita mampu menahan bahaya yang akan mereka kirimkan untu kita?” Tanya Zay yang sedang mengatur siasat untuk kedepan.
“Jika hanya menahan mungkin bisa tapi sampai kapan kita terus menahan? Bukankah lebih baik langsung diakhiri saja? Tinggal pikirkan cara untuk melawan Tuan Gerry dan antek-anteknya.” Bukan Paman Gerry yang menjawab melainkan Alin yang dari tadi ikut menyimak pembicaraan.
“Seberapa kuat organisasi itu paman? Apakah tidak ada acara untuk melumpuhkan orang-orang di dalamnya termasuk tua bangka Jahan itu?” Alfi bertanya dengan sangat serius seperti merencanakan sesuatu.
“Sebenarnya sudah beberapa tahun belakangan ini organisasi itu mulai melemah akibat hilangnya kepercayaan klien terhadap kinerja anak buah Black Star, namun untuk melumpuhkan orang-orang didalamnya juga tidak mudah. Kita harus memiliki keukatan besar karena mereka juga bekerjsa sama dengan kelompok bersenjata. Tapi jika kalian memiliki kekuatan pendukung pasti kita bisa menang melawan mereka.” Paman Jack walaupun sudah terlihat tua namun pesonanya sebagai mantan anggota Black Star tidak pudar.
“Jika yang dihadapi hanya masalah persaingan bisnis mungkin anak buahku masih mampu. Tapi jika ususannya dengan organisasi seperti mafia aku tidak jamin kita pulang dengan keadaan selamat.” Alfi menjawab dengan jujur dan apa adanya soal kekuatan anak buahnya.
“Sebenarnya ada organisasi yang bisa kita mintai bantuan.” Ucapan Alin membuat Alfi, Anjar dan Zay tersenyum seperti mendapatkan harta karun.
“Organisasi apa itu?” Tanya Zay tidak sabaran.
“Dragon gold, mafia yang memiliki markas ditengah padang pasir Negara Afrika. Sayangnya tidak mudah untuk mendapatkan persetujuan dari mereka karena ketua mereka dikenal kejam dan dingin. Untuk meminta bantuan dari mereka harus berani memberikan harga transaksi sesuai kemauan mereka.” Jawab Alin menatap ketiga pria di depannya.
__ADS_1
“Aku baru mengetahui organisasi itu. Apakah itu baru?” Tanya Anjar menatap Alin.
Alin menggelengkan kepala, “Tidak, organisasi itu sudah lama berdiri kira-kira 7 tahun yang lalu. Pemimpinnya selalu menggunakan topeng dan kabar baik dalam waktu dekat mereka akan berkunjung ke Indonesia untuk memperluas daerah kekuasaan.”
“Darimana kamu tahu informasi itu Alin?” Paman Jack seperti tidak percaya jika putrinya bisa mendapatkan informasi tentang organisasi kejam itu.
Alin terkekeh melihat raut wajah ayahnya, “Ayah, putrimu ini suka berpetualang jadi informasi seperti itu dengan mudah Alin dapatkan.”
“Apakah kita bisa bertemu dengan mereka Lin?”
“Seharusnya bis ajika kalian juga mengajak diriku dan siap merogoh kocek tanpa perhitungan.” Jawab Alin penuh rencana.
Pembahasan berlanjut hingga pukul 12 malam setelah itu mereka memutuskan beristirahat.
***
Hai Reader's
Hari ini Alhamdulillah Author bisa update lancar tanpa halangan apapun.
Jangan lupa bantu LIKE, KOMEN, VOTE DAN Tambah Favorit yaa ❤
Jangan lupa juga follow Author yaa ❤
Sehat selalu pembaca novel ku ❤❤
__ADS_1