
Sudah 2 minggu setelah berhasil mengakses akun Dragon Gold saat ini Alfi, Anjar, Zay, Alin dan Paman Jack sedang duduk berhadapan dengan seseorang yang menggunakan topeng emas berlambang naga. Terlihat aura mengintimidasi keluar dari pria bertopeng itu.
Kemarin secara mendadak Alin memberikan kabar jika Ketua Dragon Gold akan datang ke markas Alfi. Tentu saja hal itu membuat Alfi tersenyum senang. Walaupun baru pertama kali dia berurusan dengan orang dari organisasi seperti itu tapi demi melindungi istri dan calon anaknya dia sudah siap mental.
Disinilah mereka bisa bertemu langsung dengan pemimpin organisasi yang katanya sangat berbahaya. Tanpa basa basi pria itu mengajukan pertanyaan kepada mereka.
“Apa tujuan kalian?” Tanya pria bertopeng emas itu.
“Tuan Azkio kami meminta bantuan kepada anda untuk menyerang markas Black Star di Cina.” Alin terlihat sangat tenang menjawab pertanyaan dari ketua Dragon Gold.
Ya nama pria itu adalah Azkio Sharga, pemimpin organisasi Dragon Gold. Pria yang usianya tidak diketahui tapi bisa dipastikan dia masih sangat muda. Pembawaanya yang suka mengintimidasi lawan bicara dan selalu bersikap tenang membuat siapapun yang bertemu dengannya harus pintar mengatur diri.
“Kenapa harus aku?” Tanya Azkio menatap tajam Alin, namun yang di tatap dengan santainya memakan jamuan yang ada di meja.
“Tentu saja karena kekuata yang anda miliki sangat besar.” Jawab Alin sambil mengunyah apel di mulutnya.
Paman Jack memijat pelipisnya melihat putri kesayangannya dengan santai menjawab pertanyaan orang yang terkenal kejam.
‘Apakah putriku sedang mencoba bermain-main dengan malaikat pencabut nyawa?’
'Tuhan mengapa aku memiliki putri bar-bar sekali?'
'Aku merasa seperti senam jantung'
Benar saja belum 3 detik Paman Jack berucap dalam hati seperti itu Azkio membuka suara.
“Sepertinya anda perempuan yang sangat pemberani nona, bukan begitu?” Ucap Azkio menatap datar Alin.
__ADS_1
“Tentu saja aku pemberani, jika tidak mana mungkin aku bisa berhadapan dengan orang seperti anda Tuan Azkio.” Terlihat Alin tidak memiliki sedikit rasa takut dalam menjawab pertanyaan Azkio.
“Baiklah aku akan membantu kalian tapi kaliah harus membayarnya dengan sesuatu yang berharga.” Kata Azkio menatap satu per satu orang di depannya.
“Tidak masalah tuan asal istriku tidak dalam bahaya lagi.” Kali ini Alfi yang menjawab, dia rela jika memang nantinya pria bernama Azkio meminta perusahaanya asal bahaya yang akan menimpa Cila bisa diselesaikan secepat mungkin.
“Aku suka bekerjasama dengan orang seperti anda Tuan Alfi Anggara.” Kata Azkio menatap Alfi dengan tatapan menelisik.
“Apa yang anda minta sebagai bayarannya?” Alfi harus mempersiapkan dari sekarang jika nanti memang perusahaannya menjadi taruhan.
“Itu urusan nanti jika semua sudah terselesaikan.” Ucap Azkio langsung berdiri dan pergi dari markas Alfi.
Setelah Azkio pergi, Paman Jack berdiri dan menjitak kepala Alin.
“Kamu ini tidak ada takutnya dengan orang lain, bagaimana jika tadi Tuan Azkio tersinggung dengan tingkah kamu Alin.” Kata Paman Jack yang geram dengan tingkah putrinya.
“Aduhh ayah memang Alin harus seperti apa di depan Tuan Azkio? Kan Alin menjawab apa adanya. Ayah tau sendiri jika Alin memang pemberani.” Jawab Alin mengelus kepalanya.
“Tidak perlu melakukan apapun, cukup waspada saja.” Kata Alin dengan santainya.
“Maksudmu kita bersantai tanda melakukan apapun? Bagaimana jika tiba-tiba anggota Black Star menemukan keberadaan Cila? ” Tanya Anjar memastikan.
“Ya tentu saja, karena saat ini anak buah Dragon Gold pasti sudah menempatkan diri dengan baik. Jika tidak percaya tunggu saja sebentar lagi pasti aka nada laopran masuk. Jadi tidak perlu khawatir aku yakin Cila akan baik-baik saja.”
Benar saja setelah beberapa saat anak buah Alfi memberi kabar jika rumah kediaman Anggara bertambah penjagaan yang baru saja datang beberapa menit yang lalu.
“Secepat itu mereka bertindak? Padahal kita bertemu dengan ketuanya hanya sebentar saja bahkan kita belum menjelaskan apapun tapi mereka seperti tau Langkah apa yang harus diambil.” Ucap Zay diangguki oleh Anjar.
__ADS_1
“Tidak perlu menceritakan apapun, hanya dengan beberapa kata yang aku tinggalkan dalam pesan kemarin mereka langsung mencari sendiri.” Jawab Alin yang sudah tahu bagaimana cara kerja anggota Dragon Gold.
***
Sedangkan di belahan dunia lain terlihat seorang wanita duduk menghadap lautan yang membentang luas dihadapannya.
Wanita itu terlihat masih muda dengan rambut panjang tergerai menggunakan baju berwarna merah.
Dengan mengesap minuman dia menelpon seseorang memberi sebuah perintah.
“Lakukan sesuai perintah dan aku mau besok malam dia harus sudah tiba disini.” Ucap wanita itu pada pria disebrang telepon.
Setelah selesai memberi perintah dia menoleh ke belakang, “Ahh ternyata dirimu paman.” Ucap wanita itu menghampiri orang yang dia panggil paman.
“Apakah kau masih tetap menjalkan rencanamu itu baby?” Tanya pria itu memeluk wanita di depannya.
“Tentu saja, aku sangat membutuhkan campur tangannya untuk menjalankan rencana lain.” Jawab wanita itu dengan senyum jahat dibibirnya.
“Baiklah, lakukan yang kau mau asal keinginan paman bisa kau penuhi. Jaga dengan baik dan pastikan dia sesuai dengan yang paman inginkan.” Pria itu pergi meninggalkan wanita tadi.
Melihat pria itu sudah pergi jauh darinya senyum manis tadi hilang berganti senyum mengerikan.
"Tentu saja aku akan menjaganya dengan baik jika tidak aku bisa dalam bahaya besar, yaitu menjadi patung antik dirumah mu."
‘Jika bukan karena kekuasaan mana mungkin aku menuruti perintahnya’
****
__ADS_1
Hayo siapa wanita dan paman itu?
Ada yang bisa menebak?