Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
Season 2 - Berniat Meminta Maaf


__ADS_3

“Apa jadi Bril bukan anak kandung Tuan Sharga? Tapi keponakannya. Berarti identitas ini benar adanya, Rezan?” tanya Edrice yang baru mengetahui identitas Bril yang sebenarnya.


“Benar tuan, orang tua kandung Nona Bril adalah Tuan Alfian Anggara dan Nyonya Fricilla Andara. Tuan Fricilla merupakan saudara kembar Tuan Sharga.” Rezan saja terkejut saat mengetahui latar belakang Bril ternyata tidak sesederhana yang dia kira.


“Abrilla Anggara, aku pikir yang hebat dalam menyembunyikan identitas hanya diriku saja ternyata dia lebih hebat dari ku.”


“Mr.Ab yang menarik sahamnya dari Alzam Group itu ternyata Tuan Abrian Anggara, saudara kembar Nona Bril.”


“Abrian Anggara? Sungguh aku tidak asing dengan nama itu?” ujar Edrice berusaha mengerutkan kening.


“Benar Tuan Muda, pria itu pewaris seluruh asset Keluarga Anggara. Dan saat ini dia merupakan salah salah satu pembisnis muda yang sukses dinegaranya. Jangan lupakan dia juga memiliki beberapa perusahaan di negara lain.”


“Jadi dia yang membuat kekacauan di perusahaan ku. Karena aku sudah membuat menjawab pertanyaan yang ditanyankan Nona Elfa dan menyebabkan Bril di dorong wanita itu. Ah kenapa malam itu mulutku lentur sekali berucap.” Sungguh sebenarnya dia tidak berniat mengatai Bril.


“Apakah anda tahu jika Nona Elfa juga mendapatkan masalah tuan? Anak buah Nona Elfa gagal menyelundupkan budak dan senjata illegal akibat ulah sudara kembar Nona Bril, Tuan Abrico Anggara. Berita ini sudah tersebar luas di media bersama dengan berita dari perusahaan kita.”


“Sebenarnya mereka kembar berapa? Abrico Anggara? Bukankah dia yang memenangkan proyek di LA beberapa bulan lalu?” Ya beberapa bulan lalu ada sebuah proyek yang menjadi incaran para pembisnis, saat itu Edrice juga memiliki minat tinggi untuk mendapatkan proyek tersebut tapi ternyata gagal karena proyek tersut dimenangkan oleh pria bernama Abrico Anggara.

__ADS_1


“Mereka terlahir kembar 3 Tuan Muda. Abrian, Abrico dan Abrilla. Benar sekali, Abrico Anggara pewaris asset milik Keluarga Andara, karena dulunya Nyonya Fricilla anak angkat di keluarga itu. Sama seperti Abrian, dia juga tidak mudah untuk diremehkan. Dan anda tahu Laboratorium AcO, pembuat obat-obatan, racun dan penawar itu milik Abrico Anggara. Jadi Tuan Muda, aku sarankan sebaiknya anda segera meminta maaf pada Nona Bril, jika tidak aku takut anda akan di suntik mati atau ditembak racun oleh Tuan Abrico.”


Mata Edrice langsung melotot saat asistennya berkata suntik mati atau ditembak racun oleh kakak kembar Bril. Haruskah dia meminta maaf pada Bril? Dia gengsi melakukannya. Tapi baiklah, ini memang salahnya, Bril memang terus mengejar Edrice tapi tidak seharusnya mulut lemes Edrice berkata merendahkan Bril.


Disinilah Edrice didampingi Rezan berdiri mematung di depan rumah mewah nan megah milik seorang pengusaha serta mafia. Tubuhnya seperti membeku saat kedatangannya di sambut para penjaga berwajah bringas. Mereka menatap Edrice dengan tatapn membunuh.


“Ternyata kedatangan kita sudah diketahui oleh mereka Tuan Muda.” Ujar Rezan menatap barisan penjaga di gerbang masuk.


Edrice tidak mengubrik Rezan, dirinya hanya terfokus pada para penjaga di depannya. “Maaf, apakah aku bisa bertemu dengan tuan kalian?” tanya Edrice sopan.


“Tuan kami tidak berada di rumah, siahkan anda pergi Tuan Edrice sebelum kami memberi pelajaran pada anda.” Jawab seorang penjaga kepala pelontos.


“Cih, untuk apa kami menjaga bicara jika orang yang sedang berhdapa dengan kami emang bukan orang baik-baik.”


“Ya benar sekali, jika bukan karena dia pasti saat ini kami masih bisa melihat Nona Muda tersenyum ceria dan tidak merasa kesakitan.”


“Apa maksud ucapan kalian?” tanya Edrice.

__ADS_1


“Tidak usah berpura-pura Tuan Edrice, anda pasti senang mengetahui Nona Bril harus melakukan operasi. Itu semua karena perbuatan anda. Sekarang pergilah, jika tidak jangan salahkan kami melukai anda.”


Deggg


Edrice terkejut mendengar Bril menjalani operasi. Apakah separah itu keadaannya? Bril hanya terbentur kusi dan lantai.


Rezan yang melihat para penjaga sudah dikuasai emosi langsung menarik Tuan Muda-nya masuk ke mobil. Dia tidak mau wajah Edrice berubah menjadi kepiting rebus jika dihantam oleh mereka semua.


“Apakah anda baik-baik saja, Tuan Muda?” tanya Rezan melihat Edrice termenung.


“Cepat cari tahu dimana tempat Bril melakukan operasi? Jika itu benar aku akan merasa sangat bersalah.”


Tidak sampai 5 menit alamat rumah sakit telah di depatkan, Edrice meminta Rezan mengantarkannya ke alamat tersebut. Dia ingin melihat dengan matanya sendiri bagaimana kondisi Bril sebenarnya dan mengapa bisa separah itu.


Sedangkan di rumah sakit, Azkio dan lainnya sedang menunggu Abrilla yang sedang menjalani operasi. Tadi pagi Abrilla menangis karena punggungnya terasa sangat sakit, hal itu membuat semua orang panik. Pasalnya baru kali ini mereka melihat gadis itu menangis. Setelah diperiksa, oleh dokter menyarankan melakukan operasi hari ini juga.


Tepat pukul 8 pagi mereka semua berangkat menuju rumah sakit dengan pengawalan ketat. Sepanjang perjalanan Cila terus menangis melihat Abrilla tidak menunjukkan respon apapun. Azkio dan Alfi berusaha menenangkan Cila dan meyakinkan semua akan baik-baik saja.

__ADS_1


Sedangkan Abrian, Abrico dan Bella hanya berdiam diri seraya memanjatkan doa untuk kelancaran operasi Abrilla.


__ADS_2