Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 42 - Datang Tiba-tiba


__ADS_3

Hari ini hari minggu dan penghuni rumah Alfi belum ada yang bangun. Hanya terlihat Bi Asih dan Imah yang sedang membersihkan halaman belakang rumah bersama Pak Tono, tukang kebun Alfi.


Zay bangun lebih dulu dari pada yang lain karena cacing diperutnya sudah demo. Zay menuju meja makan dan langsung menyantap makanan yang sudah terhidang dimeja. Selesai makan dia langsung duduk di depan televisi sambil bermain ponsel.


Saat sedang bermain ponsel tiba-tiba dia merasa ada yang sedang menatapnya. Zay menoleh ke belakang dan tekejut.


"Apa kabar Zay sayang?" sapa orang itu dengan senyuman.


"Mamiiii...." Zay terkejut melihat Mami Ara berdiri dibelakangnya dengan tersenyum manis.


"Zay mana yang lain? Apa masih belum bangun?"


"Masih dikamar, belum pada bangun Tante Hesti." ucap Zay menjawab pertanyaan dari Tante Hesti.


"Mami kok datang tiba-tiba sih?" kata Zay masih terkejut.


"Suka-suka mami dong. Yang penting mami bukan jelangkung." jawab Mami Ara sengit.


"Zay Cila benar lagi hamil?"


"Iya Mama Rena, Cila lagi hamil."


"Wah kita bakal punya cucu Ren." kata Mami Ara kepada Mama Rena.


Mulailah ketiga ibu-ibu itu berceloteh panjang lebar sambil duduk di hadapan Zay. Zay sendiri saat ini merasa sangat was-was kepada Mani Ara.


"Loh kok udah pada pulang kesini?" Anjar yang baru turun dari tangga menghampiri Zay dan ketiga ibu-ibu yang sedang tersenyum bahagia.


"Kenapa? Kamu ngak suka mama cepat pulang kesini?"

__ADS_1


"Ehh bukan gitu ma, kan baru seminggu jalan-jalannya kok. Emang udah puas?" kata Anjar duduk disamping Zay.


"Suka-suka kita dong Jar, kamu kyak ngak suka banget lihat kita bertiga pulang cepat." ucap Mami Ara menatap sinis Anjar.


"Ya ampun salah ngomong lagi." Anjar meremas rambutnya tanda kesal.


"Kenapa rambut kamu Jar? Ketombean ya? Ih jorok banget sih, makanya kalo mandi dikeramasin rambutnya kalo males ya tinggal ke salon. Kaya tapi pelit buat perawatan." kata Mami Ara melihat Anjar.


Anjar dan Zay mulai mencium bau-bau pembullyan. Mereka bersiap untuk pergi dari sini segera tapi belum sempat mereka melarikan diri Alfi, Cila dan Kak Dinda datang.


"Mami, mama sama tante datang jam berapa?" Cila menyalami ketiga orang itu bergantian dan diikuti oleh Alfi serta Kak Dinda.


"Baru aja tadi, Cila duduk sini aja." Mami Ara meminta Cila duduk diantara dia dan Mama Rena.


Cila menurut saja sedangkan Alfi duduk disamping Zay dan Kak Dinda duduk disamping Anjar.


"Keadaan Cila baik-baik aja ma dan Cila ngak ngerasain mual-mual juga." jawab Cila tersenyum.


"Cila kamu kalo nyidam apapun itu bilang aja ya biar Alfi yang cariin. Zay sama Anjar juga bisa ikut bantu nyariin." kata Mami Ara kepada Cila.


"Iya Cila, kalo perlu nyidam yang mahal-mahal. Misalnya pengen mangga muda dari harus dari luar negeri, pengen tas harga 200 juta atau mobil keluaran terbaru juga ngak gapapa." kata Tante Hesti memberi ide.


"Itu mah maunya mama aja." celetuk Anjar.


"Ah mama ngak pengen Jar, soalnya mama udah dapet tas baru dari Alfi dan harganya mahal. Beda sama kamu yang selalu ngasih mama tas murah. Kaya tapi kok pelit buat manjain mamanya." ucap Tante Hesti memandang Anjar sinis.


Yang lain tertawa mendengar ucapan Tante Hesti kecuali Anjar yang terlihat kesal dengan ucapan mamanya.


"Zay besok malam kamu ikut mami. Pakai pakaian yang bagus, rambut klimis, muka kinclong, gigi putih bersih bersinar dan sepatu harus cling." kata Mami Ara menatap Zay.

__ADS_1


"Emang mau kemana mi?" tanya Zay curiga.


"Temenin mami datang ke acara pesta ulang tahun anak teman mami." jawab Mami Ara tersenyum.


"Yang ulang tahun cewek apa cowok tan?" tanya Anjar bersemangat.


"Cewek dong, namanya aja Ayunda masa cowok." jawab Mami Ara.


"Wah Anjar ikut dong tan." pinta Anjar dengan tersenyum senang.


"Ngak boleh." tolak Mami Ara.


"Lah kenapa tan? Kan bisa jadi temen Zay pas di pesta." harap Anjar ingin ikut.


"Enak aja kamu ya, minta sama mama kamu ini kalo mau ikut di acara pesta." kata Mami Ara menatap Anjar sengit.


"Kok gitu sih tan?"


"Pokoknya kamu ngak boleh ikut nanti bisa-bisa kamu deketin Ayunda lagi." kata Mami Ara tidak terima.


"Selama dia masih jomblo dan janur kuning belum melengkung masih bisa ditikung tan." Anjar semakin bersemangat ingin ikut Mami Ara dan Zay.


"Udahlah Jar, kamu ngak usah ikut tante kamu. Mending kamu besok malem ikut mama sama Dinda ke tempat kakak kamu. Ada acara kumpul keluarga besar." kata Tante Hesti.


"Yah gagal deh liat cewek cantik."


Mereka terkekeh mendengar ucapan kegagalan dari Anjar. Berbeda dengan yang lain, Zay berpikir pasti Mami Ara sedang merencanakan sesuatu untuk dirinya. Jika tidak pasti Anjar akan diizinkan ikut oleh Mami Ara.


Apakah aku akan dijodohkan dengan anak teman mami? pikir Zay menebak-nebak.

__ADS_1


__ADS_2