
Dirumah sakit, dokter baru saja mengobati luka Senafa dan baru saja di pindah ke ruang rawat inap. Walapun luka di tubuh Senafa cukup banyak setidaknya sudah mendapatkan penangan dengan baik Yang pali parah adalah bagian tangan karena sudah tersiram air panas, ditambah cakaran pula. Menyebabkan gadis itu merasakan perih sekali.
"Sayang lihatlah Senafa kulitnya seperti kepiting rebus. Bagaimana jika lukanya tidak bisa hilang? Rambutnya juga banyak yang rontok lihat ini," kata Cila memperlihatkan rambut Senafa yang rontok saat di sisir pada Alfi suaminya.
"Lukanya pasti hilang sayang, jangan khawatir. Nanti kita datangkan dokter kulit terbaik untuk Senafa Dan apakah kamu lupa jika Rico juga pintar membuat obat-obatan. Aku yakin dia tidak akan tinggal diam saja melihat kulir Senata seperti ini" jawab Affi sambil mengelus pundak istrinya Alfi merasa kasihan dengan Senafa, dia pikir Senafa hanya mendapatkan kekerasan mental saja saat tinggal di Kediaman Gu Ternyata gadis itu juga mendapatkan kekerasan fisik itu diketahui saat istrinya membantu Senafa berganti pakaian. Cila berkata di sekujur tubuh gadis itu memiliki banyak bekas luka Cila perkirakan luka itu bekas cambukan dan pecahan kaca.
"Se apakah tubuh mu sangat tidak nyaman?" tanya Cila melihat gadis itu hanya diam saja Bahkan saat dokter mengobati lukanya, dia tidak menunjukkan ekspresi kesakitan.
"Tidak bu ini tidak seberapa dengan kekerasan yang sudah dilakukan oleh wanita jahat itu "jawab Senafa sambil mengingat masa lalunya Bagi Senafa ini hanya luka kecil dan langsung mendapatkan perawatan dokter Berbeda saat dia di siksa oleh ibu tirinya di pululi dengan gagang sapu di gores menggunakan pisau dapur di tenggelamkan berkali kali pada kolam renang dan masih banyak penyiksaan lain Namun tidak sekalipun ibu tirinya memanggilkan dokter Luka itu hanya di obati oleh pelayan dapur, sayangnya luka yang di dapat tidak pemah sembuh karena selalu dilakukan penyiksaan lagi.
"Jangan ingat yang sudah berlalu. Ayah yakin luka-luka ini bisa sembuh dan hilang bekasnya".
Senafa tersenyum menaggguk. Lihat betapa beruntungnya dia sekarang, memiliki orang tua yang amat menyayanginya Sangat jahat sekali jika dia tidak bisa menyukuri semua ini. Kepedihan di masa lalu dia lewati sendiri namun sekarang kebahagian dia dapatkan dari uluran tangan banyak orang. Tidak hanya mendapatkan orang tua, namun kakak-kakak yang selalu ada untuknya, oma dan opa yang tidak membedakan dirinya, sungguh nikmat mana lagi yang Senafa lewatkan Semua telah dia dapat seperti ayam geprek paket lengkap.
__ADS_1
Sedangkan di kantor polisi Rico menatap tajam wajah-wajah polisi yang meruapakan anak buah Tuan Yanse Mereka berdiri ketakutan setelah beberapa bukti pelanggaran kode etik mereka sampai di atasan Atasan yang di maksud adalah pimpinan tertinggi di kantor polisi tempat mereka bekerja.
"Aku sudah memberikan bukti tindak kejahatan mereka bersama bos mereka, Tuan Yanse Sekarang aku minta mereka di proses sesuai prosedur yang berlaku, jika tidak akan ku buat nama polisi tercoreng di mata masyarakat Ya walupun sebenamya memang sudah tercoreng karena ulah para bawahan anda Namun setidaknya ini tidak di ketahui oleh pihak luar".
"Baik Tuan Rico, saja berjanji akan memproses mereka. Terimakasih karena anda sudah membeberkan bukti-bukti kejahatan bereka bersama Tuan Yanse Jujur saya sangat terkejut karena Tuan Yanse yang saya kenal jujur dan bersih ternyata melakukan hal kotor seperti ini".
Tuan Yanse dan anak buahnya di berhentikan secara tidak hormat, mereka juga di masukkan ke dalam penjara karena sudah melakukan tindak kekerasan, menerima suap melakukan aksi pungutan liar dan terlibat juga dengan kasus perdagangan perempuan dan anak. Sayangnya Tuan Yanse masih ada di rumah sakit karena menemani putrinya namun hal itu tidak menyurutkan niat Rico membalas perbuatan mereka semua Sebelum pergi meninggalkan kantor polisi, Rico sudah menugaskan anak buahnya untuk menyuntikkan cairan pada masing masing mantan anggota polisi. Cairan itu berisikan zat yang perlahan melupuhkan fungsi organ tubuh mereka, rasa sakit luar biasa akan mereka rasa setelah 1 x 24 jam cairan disuntikkan.
Sementara itu, di sebuah ruangan Renita baru saja selesai mendapatkan penangan dari dokter. Wajahnya pucat tanaga perempuan itu terasa habis. Tuan Yanse berdiri di samping ranjang putrinya, dia tidak menyangkan putri yang dia sayangi dan manjakan ternyata sangat mengecewakan dirinya.
"Re, bagaimana bisa kamu melakuakn ini kepada papa? Apapun yang kamu minta selalu papa turuti, papa juga tidak perah mengekang hidup mu agar kamu tidak merasa bosan. Tapi ternayta kebebasan yang papa berikan malah merenggut kehormatan mu sendiri. Kamu mengandung denga usia janin 2 bulan, itu jelas bukan anak Tuan Abrico difoto itu kamu dan Tuan Abrico tidur bersama 1 minggu yang lalu. Jadi dia anak siapa? Pria mana yang sudah menghamilimu? Jika Tuan Abrico tahu tentang hal ini, kita tidak memiliki alasan lagi untuk memaksanya menikahi diri mu." Marah dan kecewa, itu yang dirasakan Tuan Yanse saat dokter memberitahu jika Renita dalam keadaan hamil 2 bulan Berbagai macam pertanyaan langsung memenuhi pikirannya, dia tidak mau renacanya gagal berbesan dengan Alfian Anggara.
"Papa maafkan Renita Tapi aku tidak tahu ini anak siapa Papa lenyapkan saja bavi ini. Renita tidak mau gagal menjadi istri Kak Abrico, aku sudah sangat mencintainya "Ya, tanpa rasa bersalah dan kasihan perempuan ini tega berkata meleyapkan bayinya Obsesinya pada Rico membuat Renita tidak memiliki akal lagi.
__ADS_1
Tanpa perlu kita lenyapkan bayi itu memang sudah tidak ada Kamu keguguran "ucap Tuan Yanse membuat Renita meraba perutnya dan tersenyum senang.
Renita memang sempat tidak sadarkan diri sehingga dia tidak tahu jika dia keguguran Hanya merasakan perutnya terasa sakit saja.
"Pa, aku tidak mau tahu bagaimana pun caranya Kak Rico harus menjadi milikku, dia harus menikahi aku" pinta Renita membuat Tuan Yanse menganggukkan kepala. Walaupun Renita sudah sangat mengecewakannya tapi dia tidak bisa menolak permintaan Renita Renita anak tunggal yang besar tanpa sosok seorang ibu Ibunya meninggal dunia saat melahirkan Renita. Oleh sebab itu Tuan Yanse sangat menyayangi Renita, dia tidak mau Renita merasa kekurangan kasih sayang Ditambah ambisinya masih besar, dia merasa jabatanna mampu membuat Abrico tunduk kepadanya. Tanpa dia tahu saat ini dia bukan apa-apa, bahkan beberapa polisi sudah bersiap membawanya pergi ke kantor polisi.
"Papa, apakah kia satu rumah sakit dengan adik sepupu Kak Abrico? Apakah papa tahu keadaannya?"
"Ya kita satu rumah sakit dengan dia Tadi papa juga melihat kedatangan Tuan Alfian bersama istrinya Sebenarnya papa cemas jika gadis itu dan Abrico sudah mengadukan perbuatan mu pada mereka. Itu bisa mempengaruhi restu mereka padamu" ucap Tuan Yanse yang dari tadi memikirkan hal itu juga Mengingat perkataan Abrico yang berkata orang tuanya tidak akan mau memiliki manantu seperti Renita.
"Papa, jangan berfikir sepeti itu dulu lebih baik sekarang kita datangi saja mereka Aku akan meminta maaf pada gadis itu dan menarik simpati orang tua Kak Abrico supaya mereka kasihan padaku. Jika itu berhasil maka jalan ku untuk menjadi istri Kak Abrico akan mulus" kata Renita dengan wajah penuh percaya diri KArena selama ini banyak orang yang mudah percaya dengan aktingnya, membuat dia yakin jika orang tua Abrico juga akan luluh dengan wajah polosnya.
"Baiklah kita akan ke ruang rawat gadis itu Tunggu sebentar bisa papa ambil kursi roda dan bertanya dimana ruang rawat gadis itu."
__ADS_1