Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 74 - Kebenaran


__ADS_3

Sampai di Gedung X Cila memarkirkan mobilnya di depan pintu masuk Gedung terebut. Dia turun dan manatap gudeng tau didepannya menjulang tinggi dan terlihat sangat seram. Dengan penuh keyakinan dia melangkahkan kaki masuk kedalam Gedung tersebut, pikirannya saat ini adalah menyelamatkan putrinya dari tangan orang jahat yang tak lain sudara tiri ayahnya.


Saat sudah jauh masuk terlihat 2 orang pria berjalan mendekatinya, melihat itu Cila langsung waspada.


“Nona Cila anda ditunggu di dalam, mari kami antar.” Ucap seorang pria mempersilahkan Cila berjalan di depannya.


Tidak ada rasa takut sedikitpun dalam diri Cila waluapun dia tahu nyawanya juga dalam bahaya. Berjalan menaiki tangga dengan Langkah sedikit cepat sampailah Cila di tempat sangal luas dan di depannya ada seorang wanita berdiri membelakanginya dengan beberapa orang lain yang tidak Cila kenal tidak lupa dengan anak buah mereka.


“Apa mau kalian? Kembalikan putriku.” Ucap Cila lantang tanpa rasa takut.


Wanita yang membelakangi Cila berbalik menatap Cila dengan tersenyum mengejek.


“Apa kamu mau putrimu ini kakak ku sayang.” Kata wanita itu melirik bayi di pelukannya.


“Vely, ternyata kamu yang menculik putriku.” Cila tidak percaya jika yang menculik putrinya adalah Vely, mantan adik tirinya.


“Ahh rupanya kamu masih mengingatku Cila, aku pikir setelah kamu hidup bahagia dengan suami tercintamu kamu sudah melupakan aku.” Vely berjalan mendekati Cila sambil menggendong Rilla, putri Cila.

__ADS_1


“Apa maumu Vely? Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?” Tanya Cila menatap Vely sengit.


“Santai saja Cila, jangan marah-marah. Kasihan keponakanku nanti terbangun.” Ucap Vali menimang bayi kecil itu.


Cila menatap bayi di pelukan Vely memastikan anaknya baik-baik saja ditangan wanita jahat itu.


“Jeremy, tolong gendong keponakan ku yang lucu ini, perutku terasa bengah sekali.” Vely memberikan Rilla pada pria dismpingnya.


“Apa Jeremy? Bukannya dia di penjara? Bagaimana bisa dia keluar dan berada disini? Kamu juga sedang hamil Vely?” Cila terkejut kembali melihat Jeremy bisa bersama dengan Vely dan Vely juga sedang hamil besar.


“Terkejut hah? Tentu saja Jeremy disini karena aku sudah menebus dia dengan harga sangat mahal, dia juga yang bertugas menculik anakmu dari rumah sakit dan ya aku memang sedang hamil besar, sebentar lagi aku akan melahirkan. Oleh karena itu sebelum anakku lahir aku harus melenyapkanmu terlebih dahulu.” Jawab Vely memberi tahu Cila.


“Apa kamu benar ingin tahu apa alasanku? Baiklah akan aku beri tahu. Aku menyimpan dendam kepadamu Cila. Karena kamu pernikahanku dengan Dika hancur, karena kamu Jeremy di penjara, karena kamu aku tidak mendapatkan harta kekayaan Keluarga Andara. Aku dikejar-kejar oleh polisi karena tidak sengaja mencelakai Papa Dika dan hampir saja aku tertangkap oleh anak buah suamimu. Dan sekarang aku akan membalasa itu semua Cila.” Ucap Vely mengingat kesusahan yang dia alami saat dia menjadi buronan polisi.


“Itu semua salah mu sendiri Vely, jika kamu tidak membohongi banyak orang pasti saat ini hidupmu sudah bahagia. Tapi karena sifat serakahmu yang sudah melekat di hati membawa masalah pada dirimu sendiri.” Balas Cila tidak terima jika dirinya menjadi penyebab hidup Vely kesusahan.


“Diam, kamu tidak tahu apa-apa tentang hidupku. Ini semua terjadi karena kamu, jika saja kamu tidak merebut apapun milikku pasti aku tidak akan seperti ini.” Vely tetap mennyalahkan Cila, baginya Cila adalah sumber kesialannya.

__ADS_1


“Tentu aja kamu tidak akan seperti ini jika kamu tidak bekerjasama dengan Organisasi Black Star terutama Paman Gery.” Ucap Cila menatap sinis Vely, Cila tahu jika Vely tidak mungkin bia melakukan apapun jika tidak ada orang yang mendukungnya dan pasti orang yang mendukungnya adalah Organisasi Black Star.


Vely terdian sejenak mendengar ucapan Cila dan berkata, “Paman keluarlah, aku sudah malas meladeni keponakanmu satu ini dan dia juga sepertinya tidak sebodoh yang kita kira.”


Dari belakang ruangan diahadapan Cila keluar seorang pria baruh baya dengan perawan tegap, sudah pasti itu adalah Tuan Gery, saudara tiri ayahnya.


“Hallo keponakanku, kamu terlihat sangat cantik persis wajah ibumu.” Sapa Paman Gerry pada Cila.


“Hallo Paman Gerry, terimakasih atas pujiannya dan paman terlihat sangat gagah sekali.” Balas Cila sopan karena tidak mau membuat Paman Gerry langsung emosi karena putrinya masih ditangan mereka.


“Ahh ternyata kamu sangat ramah Ancchi, senang bertemu denganmu.”


“Tentu saja paman, bagaimana bisa aku tidak ramah bertemu dengan pamanku sendiri. Bukankah kita keluarga ?” Kata Cila menatap pria yang sudah membuat ayah,ibu dan saudara kembarnya meninggal dunia. Terasa sesak mengingat cerita pembaintaian yang yang dilakukan orang itu pada keluarganya namun Cila berusaha tetap tenang.


“Tentu saja, kita adalah keluarga.” Jawab Paman Gerry menatap Cila.


“Kita keluarga, jika hubungan kita paman dan keponakan lalu hubungan paman dan Vely apa?” Cila merasa jika hubungan Paman Gerry dan Vely bukan hanya sekedar Kerjasama biasa melainkan ada hal lain.

__ADS_1


“Wah ternyata kamu sangat pintar membaca keadaan ya Cila. Baiklah hubungan paman dan Vely sama seperti kamu, paman dan keponakan.”


“Apaaa?”


__ADS_2