
Dihadapkan banyak orang seorang pria dan wanita berdiri gagah dan berwibawa. Terlihat usia mereka tidak muda lagi namun terlihat masih memiliki daya tarik yang memikat.
"Kalian masih hidup?" Paman Gerry menunjuk pria dan wanita itu dengan tubuh bergetar.
"Tentu saja kami masih hidup. Apa kau berharap kami benar-benar mati? Ah sayang sekali harapanmu tidak terwujud." Jawab pria itu menatap sinis Paman Gerry.
Pria dan wanita itu berjalan mendekati Cila dengan membawa bayi yang digendong oleh wanita tadi.
"Kalian siapa?" Tanya Cila menatap 2 orang di depannya.
"Apa kamu sama sekali tidak mengenal ayah dan ibu nak?" Ucap pria itu menatap sendu Cila.
"Mereka orang tua kandungmu nak, Tuan Maxim Chen dan Nyonya Xin Qian." Paman Jack yang menjawab pertanyaan Cila sambil mentap lekat-lekat 2 orang itu.
__ADS_1
"Ternyata kamu masih mengingat kami Jack." Ujar pria itu tersenyum.
Cila terkejut mengetahui jika mereka adalah orang tua kandungnya.
"Ayah, ibu, apa benar? Kalian masih hidup?" Tanya Cila belum yakin karena yang dia tahu orang tuanya meninggal akibat kecelakaan mobil.
"Iya benar, ini kami nak." Tuan Maxim memeluk Cila erat.
"Ohh akhirnya keluarga kalian bersatu kembali, aku pikir kalian akan bertemu di surga nanti tapi ternyata kalian berdua masih hidup." Paman Gerry tersenyum menatap keluarga yang sedang berpelukan itu.
Tuan Maxim melepaskan pelukan pada putrinya dan berjalan mendekati Paman Gerry.
"Aku tidak akan mati sebelum membuatmu hidup seperti di neraka Gerry. Kau yang sudah membuat keluarga ku hancur hingga harus berpisah dengan putriku, karena keserakahan kau berniat melenyapkan aku untuk mengiasi Black Star bahkan kau juga berniat melenyapkan putri dan cucuku untuk mempertahankan keserakahanmu. Tidak akan aku biarkan lagi Gerry. Asal kau tahu Fen bukanlah anak kandung ayahku, dia anak Ibumu dengan pria lain. Oleh karena itu ayahku tidak menyematkan nama Chen di akhir namanya karena dia bukan bagian dari Keluarga Chen." Ungkap Tuan Maxim sambil melihat Fen yang tertunduk lemas mengetahui dia bukan anak kandung Martine Chen.
__ADS_1
"Tidak, itu mungkin. Itu hanya kebohongan yang kau ciptakan supaya Black Star kembali ke tanganmu dan nanti cucumu yang meneruskan bukan?" Paman Gerry terlihat tidak percaya dan tidak terima.
"Untuk apa aku berbohong, aku memiliki bukti tes DNA milik ayahku dan Fen. Bahkan tes DNA itu dilakukan saat Fen baru saja dilahirkan." Ucap Tuan Maxi mengeluarkan sebuah kertas dari saku celananya dan melemparkan pada Paman Gerry.
Paman Gerry mengambil kertas itu dan membacanya, benar saja hasil tes DNA itu menunjukkan jika Fen bukan anak kandung Martine Chen. Pupus sudah harapannya untuk menjadikan anak Vely sebagai pemimpin selanjutnya Black Star.
"Sudah lama aku mengetahui jika Fen bukan anak ayahku tapi aku tetap memperlakukan dia dengan baik. Tapi sayangnya kalian malah melakukan tindakan keji pada keluarga ku. Kau menghabisi aku dan Qian dan kau Fen, sengaja menelantarkan Cila saat bayi di negeri orang. Kau tidak mengurus Cila bayi dengan baik, malah meminta anak buahmu untuk membuang Cila. Untung saja orang yang kau suruh itu masih memiliki hati nurani jadi dia memberikan Cila pada orang lain, jadi Cila tidak di buang begitu saja. Mana Fen yang lemah lembut dan baik hati? Mengapa tega melakukan ini semua hah?" Kini terlihat Tuan Maxim Chen berjalan mendekati Bibi Fen yang terlihat menangis ketakutan mendengar ucapan Tuan Maxim.
"Jawab aku Fen, jawabbbb!" Bentak Tuan Maxim pada Bibi Fen.
Bibi Fen memberanikan diri menatap Tuan Maxim.
"Itu semua karna aku kecewa padamu kakkkk"
__ADS_1