
"Hei kau pria tua apa mengapa memeluk ku didepan tamu undangan?" Ayu terkejut saat Zay menarik tangannya dan dia masuk kepelukan Zay.
"Aku hanya membantu dirimu memegang bunga biar tidak ada yang mengataimu jomblo karena tidak memiliki pasangan." jawab Zay tetap memeluk Ayu erat.
"Sepertinya matamu bermasalah pria tua, bunganya ada ditangan ku tapi kau malah memeluk tubuh ku. Kau mencari kesempatan dalam kesempitan." Ayu menatap sinis Zay.
Mendengar ucapan Ayu Zay langsung melepaskan tubuh Ayu dari pelukannya. Tiba-tiba dia jadi grogi menyadari tingkahnya sendiri karena banyak pasang mata memandang dia dan Ayu saat ini, termasuk Mami Ara yang melotot melihat kelakuan Zay. Zay sendiri sebenarnya bingung bisa-bisanya dia mendekati Ayu dan memeluknya. Padahal niatnya tadi hanya ingin mendekati Ayu saja supaya Anjar tidak berani mendekati Ayu. Apalagi sampai nekat melamar Ayu, bisa kacau pesta ini akibat amukannya.
Kenapa aku merasa tidak rela saat Anjar bilang ingin melamar Ayu, padahal bisa saja Anjar hanya bercanda saja. Apa aku benar menyukai Ayu tapi sepertinya tidak mungkin karena dulu aku sangat membenci gadis kecil ini. Pikir Zay dalam lamunannya.
Saat Zay melamun Ayu melepaskan tangannya yang digandeng oleh Zay lalu dia berjalan menjauh dari Zay.
Zay sendiri belum menyadari jika Ayu kabur menjauh darinya hingga tiba-tiba dia merasa ada yang menarik telinganya.
"Aduhh, apa-apaan ini." ucap Zay memegang telinganya.
__ADS_1
“Kamu itu Zay peluk anak orang sembarangan.” Ternyata yng menjewer telinga Zay adalah Mami Ara, sambil berkacak pinggang.
“Ampun mi, Zay tadi Cuma reflek doang kok.” Jawab Zay memohon minta untuk dilepaskan jewerannya.
Mami Ara melepaskan tangannya dari telinga Zay lalu berkata,
“Kamu itu kalo memang suka lamar langsung sekarang pasti mami bantuin, jangan asal peluk anak orang sembarangan. Kamu kira Ayu bantal guling yang bisa di peluk sesuka hati kamu.” Mami Ara mengomeli Zay.
“Melamar? Zay ngak suka sama Ayu mi, dia itu masih anak kecil.” ucap Zay mengelak.
“Yakin kamu ngak suka sama Ayu? Kalo ngak suka itu Tante Hesti mau ngelamar Ayu buat Anjar.” tanya Mami Ara dengan serius.
“Heh kamu ditanya malah bengong, awas nanti kesambet loh.” Kata Mami Ara menepuk pundak Zay.
“Mi jangan kasih Anjar dong si Ayu. Kasihan masa dapet calon suami buaya.”
__ADS_1
“Anjar bisa berubah Zay, kyaknya juga mereka cocok kok.” Ucap Mami Ara sambil menatap Zay sinis.
“Kasih Zay waktu mi buat mikirin pertanyaan mami tadi.” Pinta Zay pada maminya.
“Oke mami kasih waktu kamu 3 hari buat berpikir. Lewat dari itu kamu belum kasih jawaban mami anggap kamu menolak.”
Setelah berkata seperti itu Mami Ara pergi meninggalkan Zay yang masih berdiri mematung menatap kepergian maminya.
“Gimana mbak rencana kita berhasil ngak?” tanya Tante Hesti melihat Mami Ara datang menghampirinya.
“Iya gimana tan, kalo emang Zay ngak suka sama Ayu buat Anjar aja, Anjar mah ikhlas dijodohin sama Ayu.” Celetuk Anjar sambil memasukkan kue ke mulutnya.
“Tunggu 3 hari Zay bakal kasih jawaban. Ehh kamu ya Jar tuh minta sama mama kamu jodohin sama anak temennya. Jangan mau ngambil calon mantu tante dong, kamu mau tante kutuk jadi pangeran kodok.” Kata Mami Ara asal-asalan.
“Ah tante mah ngak asik, ganteng-ganteng gini masa mau dikutuk jadi pangeran kodok. Kalo mau ngutuk Anjar tuh jadi sultan yang kaya 14 turunan baru Anjar mau.”
__ADS_1
Mereka terus berbincang-bincang sambil tertawa sesekali menyapa tamu undangan yang ada disekitar mereka. Sedangkan Alfi dan Cila serta Mama Rena mendatangi rekan bisnis Alfi dan rekan bisnis Perusahaan Andara untuk memperkenalkan Cila.
Pesta pernikahan Alfi dan Cila tidak hanya sekedar menambah rekan bisnis bagi tamu undangan tapi juga sebagai ajangcari jodoh bagi yang masih belum memiliki pasangan. Berbeda dengan yang lain, Zay berjalan kesana kemari mencari Ayu namun dia tidak menemukan gadis kecilnya itu.