
“Bella kamu yakin ini ruang CCTV rumah ini? Kenapa terlihat sepi dan tidak ada penjaga?” tanya brilla menatap sekelilingnya, dia terlihat sangat waspada.
“Aku yakin kak, entah lah sejak ayah masuk rumah sakit sudah jarang sekali ruang CCTV dijaga.”
“Baiklah kamu berjaga depan sana, aku tidak akan lama.”
Bella berjaga tidak jauh dari pintu masuk ruang CCTV tujuannya supaya tidak ada yang mencurigai mereka. Sedari awal memang Rilla tidak benar berniat ingin ke kamar mandi melainkan pergi keruang CCTV. Entah apa tujuannya yang Bella tidak tahu.
“Nona, apa yang sedang anda lakukan disini?” tanya seorang pelayan menatap curiga Bella.
“Aku sedang menunggu kakak ku yang sedang berada di kamar mandi. Tenang kami bukan orang jahat melaikan tamu Nyonya Kinan.” Jawab Bella dengan ketus. Tentu saja Bella tahu siapa pelayan ini, dia adalah salah satu pelayan yang senang menindasnya dulu.
“Oh maaf saya tidak tahu, permisi.” Ucap pelayan itu ketakutan karena tidak mau mencari masalah dengan tamu nyonya-nya.
Tidak berselang lama Rilla keluar dari ruang CCTV dan menarik Bella masuk kamar mandi. “Cuci tangan mu.” Perintah Rilla pada Bella.
“Supaya ada bekas jika kita dari kamar mandi. Aku pun akan membasuh wajahku.”
Setelah selesai mereka kembali ke tempak awal. Terlihat Rilla memberikan kode pada Abrian.
“Berhubung kami masih ada pekerjaan lain, kami pamit pulang dulu. Keyra besok datanglah ke rumah untuk memilih gaun yang kau inginkan.” Kata Abrian berkata lembut.
“Iya Abri.”
__ADS_1
“Tenang saja nak, ibu akan memastikan gadis ini tepat waktu datang ke rumah mu.” Ujar Kinan tersenyum.
“Ya sudah kami pulang dulu, terimakasih sudah menyambut kedatangan kami dengan hangat.”
Keyra diminta ibunya untuk mengantarkan mereka ke depan. Sedangkan dirinya membagikan kedatangan Abrian ke grup sosialitanya. Hal itu dia lakukan supaya mereka iri dengannya.
“Ibu aku kembali ke kamar dulu ya.” Kata Keyra menghampiri ibunya.
“Eh sebentar, besok pagi sebelum pergi ke rumah Abrian kau harus mendatangi kantor dan berpura-puralah menjadi Senafa. Buatlah mereka yang ada disana percaya jika kau adalah Senafa. Untuk identitas sudah ibu siapkan. Tinggal ubah sedikit penampilanmu itu dengan riasan polos saja.”
“Apakah ibu yakin ini akan berhasil? Bagaimana jika Abrian mengetahui kebohongan ini bu?” tanya Keyra ragu.
“Tenang saja, di kantor sudah ada Fangyu, asisten ayahmu. Dia akan membantumu besok disana. Dan ibu yakin Abrian tidak akan curiga karena setelah kau berhasil mendapatkan surat ahli waris itu akan segera ibu urus menjadi nama ibu.”
Sedangkan di mobil, 3A tersenyum sinis mendengar percakapan Keyra dan Kinan. Bagaimana mereka bisa tahu? Tentu saja itu karena Abrilla sudah menyadap CCTV rumah itu. Rencana sudah Abrilla rencanakan sejak tadi siang namun baru dia katakana saat perjalanan menuju Kediaman Gu.
“Sepertinya wanita itu sangat gila harta dan kehormatan. Lihatlah dia juga membagikan foto kita tadi dinternet.” Ucap Abrico menggelengakan kepala.
“Biarkan saja dia berada paling atas jika sudah waktunya tinggal kita hepaskan saja dia ke paling bawah.” Kata Abrian tersenyum.
“Aku yakin besok pagi akan ramai pemberitaan tentang mu kak?” Rilla melirik kakaknya yang santai membaca berita.
“Apa hubungan Ibu Kinan dengan Paman Fangyu? Kenapa dia berkata Paman Fangyu akan membantu Kak Keyra?” Bella yang hanya menyimak kini membuka suara.
__ADS_1
“Akhirnya adik kecil kita bisa cepat memahami keadaan. Asal kau tahu Bella, pria yang bernama Fangyu itu selingkuhan ibu tirimu dan itu yang menyebabkan ayahmu mengalami serangan jantung.”
Bella terkejut mengetahui itu dari Rilla. Dirinya tidak percaya jika Paman Fangyu tega melakukan itu padahal dia sudah didik oleh kakeknya untuk membantu ayahnya.
“Terkejut bukan?Itulah kenapa ruang CCTV dibiarkan saja tanpa penjagaan karena supaya mereka bisa leluasa berselingkuh di rumah.”
“Kak Rilla tahu darimana?” tanya Bella ingin bukti.
“Lihatlah ini, aku tadi tidak sekedar menyadap rekaman CCTV tapi juga mengambil mengambil rekaman terdahulu.” Rilla memberikan bukti perselingkuhan Kinan dengan Fangyu.
“Pantas saja pria itu tidak mempermasalahkan hidup tanpa berkeluarga ternyata dia selingkuhan istri tuannya. Sungguh menjijikan.” Ujar Abrian tersenyum sinis.
“Apa rencanamu kedepan jika sudah berhasil mendapatkan hakmu Senafa Gu?” tanya Rilla melirik Bella dari kaca.
“Bolehkan aku meminta tolong pada kakak untuk mengurus perusahaan dan aku akan melanjutkan sekolah keluar negeri. Aku janji tidak sampai 3 tahun kuliahku akan selesai dan kembali ke Indonesia.”
“Kau yakin mempercayakan perusahaan pada kami?” tanya Rilla.
“Aku sangat yakin, jika tidak pada kalian aku meminta bantuan harus kepada siapa lagi? Sedangkan aku hanya sendiri.”
“Kenapa tidak meminta bantuan pada Keyra? Walaupun begitu kalian tetap saudara bukan?” usul Abrian.
“Bukankah Kak Keyra akan menjadi istri mu, apakah boleh aku memintanya mengurus perusahaan?”
__ADS_1
“Asal dia tidak lupa akan kewajibannya sabagai istriku tidak masalah.” Jawab Abrian acuh, dia tidak akan membatasi kegiatan Keyra asal keyra tetap disisinya.