Pembalasan Putri Yang Diusir

Pembalasan Putri Yang Diusir
BAB 43 - Markas Alfi


__ADS_3

Di kantor polisi seorang pria duduk di balik jeruji besi. Telihat wajahnya lebam dan pucat serta penampilan tidak terawat. Pria itu adalah Jeremy, kekasih gelap Vely. Jeremy dijebloskan ke penjara oleh Tuan Reza akibat terlibat dengan kejahatan yang Vely lakukan yaitu menggelapkan uang Perusahaan Andara.


Vely sendiri saat akan ditangkap oleh pihak kepolisian dia sudah melarikan diri dan sekarang masih dalam pengejaran.


"Saudara Jeremy ada yang ingin bertemu dengan anda." Seorang polisi membukakan pintu ruang tahanan tempat Jeremy.


Jeremy tidak bertanya apapun, dia hanya menurut saat polisi itu membawanya.


Terlihat seorang wanita cantik tersenyum sinis menatap Jeremy.


"Bagaimana kabarmu Jeremy?" sapa wanita cantik itu.


"Tidak usah basa basi Dinda, kau sudah melihat sendiri bagaimana keadaanku." Jeremy menjawab dengan raut wajah tidak suka.


"Sepertinya kamu tidak merindukan aku ya." Dinda berdiri dan melangkah mendekati Jeremy yang tidak mau duduk di depannya.


"Apa yang kau mau Dinda? Bukankah seharusnya kamu sudah puas mempermalukan aku di depan umum dan sekarang aku di penjara karena campur tangan adik dan sepupumu itu."


Jeremy sekarang sadar jika Dinda tidak selemah wanita yang biasa dia dekati. Buktikan dia berani mempermalukan dia dan Vely saat di Mall waktu itu. Jika wanita lemah mungkin akan menangis melihat kekasihnya memiliki wanita lain tapi Dinda tidak.


"Kamu bertanya apa mau ku? Baiklah aku beri tahu mantan kekasihku, jika yang aku mau adalah kamu mendekam di penjara dalam jangka waktu yang sangat lama atau bila perlu seumur hidupmu." kata Dinda dengan tersenyum manis.


"Itu tidak mungkin Dinda karena aku pastikan secepatnya aku bisa bebas dari tempat terkutuk ini dan membalas semua perbuatan mu." jawab Jeremy dengan yakin.

__ADS_1


"Oh benarkah seperti itu? Kamu terlalu percaya diri Jeremy. Itu hanya dalam rencanamu saja dan tidak akan terjadi." ucap Dinda terkekeh.


"Apa maksudmu Dinda?" tanya Jeremy curiga karena takut Dinda melakukan sesuatu yang bisa membuatnya sulit keluar dari sini.


"Rahasia." Dinda menjawab singkat dan langsung keluar meninggalkan Jeremy yang masih menatapnya meminta penjelasan.


Tentu saja benar apa yang Jeremy takutkan. Dinda memang sudah membuat laporan kepada pihak polisi tentang kasus penipuan yang ditujukan kepada Jeremy dengan bukti yang dia miliki. Tentu itu bisa membuat hukuman Jeremy semakin berat.


Sedangkan di markas Alfi, terlihat seorang pria terikat disebuah kursi dalam ruang gelap. Pria itu adalah Dika, mantan kekasih Cila. Sudah 2 hari ini dia dikurung diruang gelap dan tidak diberi makan sama sekali.


Dika tahu jika ini ulah Alfi yang murka karena dia mendekati Cila bahkan memeluk Cila secara paksa hingga membuat Cila tidak sadarkan diri. Walaupun dia dalam keadaan mabuk tapi dia sadar dengan apa yang telah dia perbuatan.


Hari itu sebelum mabuk, Dika sempat bertengkar dengan Vely dirumah orang tuanya. Dika yang sedang makan siang makan malam bersama kedua orang tuanya dibuat emosi oleh kedatangan Vely yang tidak ada sopan santunnya.


Papa Dika yang menyaksikan hal itu berniat memisahkan Dika dan Vely karena takut ada yang melihat pertengkaran mereka. Saat berusaha melerai pertengkaran itu, Vely tidak sengaja mendorong Papa Dika hingga terjatuh dan terbentur batu.


Mama Dika berteriak melihat suaminya tidak sadarkan diri serta kepalanya mengeluarkan darah dan itu membuat Dika langsung mendekati orang tuanya. Sedangkan Vely sendiri yang terkejut melihat Papa Dika seperti itu karena ulahnya langsung pergi untuk melarikan diri. Dika sempat ingin mengejarnya tapi mamanya melarang karena lebih baik membawa papanya ke rumah sakit dulu untuk mendapatkan pertolongan.


Dika dibantu satpamnya langsung mengangkat tubuh papanya ke dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit bersama mamanya. Sampai dirumah sakit papanya langsung mendapat penanganan oleh dokter. Tapi sayangnya papanya dinyatakan koma akibat benturan yang didapat.


Selain itu juga Papa Dika memiliki riwayat penyakit jantung. Mama Dika menangis tersedu-sedu mendengar kondisi suaminya yang koma. Dika berusaha menenangkan mamanya dan menelpon kakak-kakaknya memberi kabar. 3 jam kemudian kakak pertama Dika yang dari luar kota tiba di rumah sakit. Melihat kakaknya sudah datang Dika pamit pergi sebentar dan ternyata menujukan club untuk minum.


Akibat minum terlalu banyak Dika mabuk, untuk saja Nino saat itu sedang ikut menemani dia pergi ke club. Nino membawa Dika ke apartemennya tapi dia tidak bisa menemani karena harus pergi menemui kekasihnya. Dan saat Dika terbangun siang hari tanpa membersihkan diri dia menuju tempat kerja Cila untuk bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Dan terjadilah keributan yang membuatnya terkurung di ruang gelap itu.

__ADS_1


Kembali ke ruang gelap markas Alfi.


Pintu terbuka lebar, 4 orang pria masuk ke ruang gelap itu dan pintu tertutup kembali.


"Masih hidup kau Dika?" kata seorang pria dengan menyorot lampu kepada Dika.


Dika menyipitkan mata dan mencoba mengenali suara pria itu.


"Ternyata anda Tuan Alfi, tentu saja aku masih hidup karena Cila belum kembali kepada ku." jawab Dika tanpa rasa takut sedikitpun.


"Jadi kau masih berharap Cila kembali kepadamu? Ck ck ck ternyata kau belum menyadari jika Cila tidak ditakdirkan untukmu." kata Alfi dengan tenang.


"Tentu saja, Cila hanya mencintaiku dan aku yakin Cila masih mencintaiku." jawab Diak dengan percaya diri.


"Sepertinya itu hanya ada dalam khayalanmu saja Tuan Dika. Karena Cila tidak akan pernah kembali kepadamu dan menjadi milikmu." Kini ganti Zay meladeni perkataan Dika.


"Apa maksudmu?" Dika terlihat mulai emosi akibat perkataan Zay.


"Maksudku Cila sudah tidak mencintaimu lagi karena cintanya sekarang hanya untuk Alfi dan calon anak mereka." Zay sengaja menekankan kalimat calon anak mereka supaya Dika menyadari sesuatu.


"Calon anak mereka?" Ternyata Dika menyadari kalimat yang ditekankan oleh Zay.


"Ya Cila sedang mengandung anakku dan tentu saja dia tidak akan pernah kembali kepadamu." kata Aldi tersenyum mengejek.

__ADS_1


__ADS_2